Perlukah anak kita ikut PIN? (Foto: Ipsnews.net)

Gulalves.co, JAKARTA – Aksi kejahatan  penyebaran vaksin palsu di kalangan anak balita telah meluas ke berbagai daerah. Proses produksi vaksi palsu tersebut pun diakui oleh para tersangka hanya bermodalkan botol vaksin bekas. Untuk memenuhi botol vaksin bekas tersebut, tersangka mencampur antibiotik dengan cairan infus atau air.

Gambar via: www.republika.co.id
Gambar via: www.republika.co.id

Kepolisian terus menelusuri kasus pembuatan vaksin palsu wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Menurut Pelaksana tugas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bahdar Johan Hamid, sejauh ini ada 12 jenis vaksin yang dipalsukan. Pelaku memalsukan vaksin yang diproduksi oleh PT. Biofarma, PT. Sanofi Grup, PT Glaxo Smith Kline (GSK).

“Kami bentuk tim, yaitu Badan POM dengan tiga perusahaan farmasi tersebut untuk mengidentifikasi keaslian produk vaksin di lapangan yang diduga palsu,” kata Bahdar dalam jumpa pers di Gedung BPOM, Jakarta, Selasa (18/6/2016) kemarin.

Vaksin polio (Foto: Republika)
Vaksin polio (Foto: Republika)

Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif, Drs. T., Bahdar Johan juga tengah melakukan pemeriksan lebih lanjut pada sejumlah kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu itu.“Untuk tuberculid, tersangka menggunakan Gentamicin yang dicampur dengan air. Gentamicin itu antibiotik. Ini vaksin untuk TBC yang menyebabkan fungsi tubuh tak berjalan dan merugikan kesehatan,” jelas Bahdar.

Bahdar mengungkapkan, tahun 2013 perusahaan farmasi GSK pernah melaporkan adanya pemalsuan vaksin produksi GSK. Menurut Bahdar, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dan telah diproses hukum.

Vaksinasi HPV untuk cegah kanker serviks
Vaksinasi HPV untuk cegah kanker serviks

Tahun 2016, BPOM juga menerima laporan dari PT Sanofi mengenai adanya peredaran vaksin produksi sanofi yang dipalsukan. Menurut Bahdar, selama ini BPOM telah melakukan pengawasan serius dan ketat untuk produk vaksin mulai dari proses produksi hingga sampai ke masyarakat.

Terkait munculnya kasus vaksin palsu saat ini, Bahdar mengatakan pihaknya telah meminta seluruh balai atau balai besar POM untuk melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap kemungkinan adanya vaksin palsu.

vaksinasi-meningitis-kapan-sebaiknya-dilakukanVaksin palsu memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Masuknya vaksin ini ke dalam tubuh mampu menyebabkan demam dan infeksi berat karena bakteri yang terkandung dalam larutannya. Bareskrim Polri telah menangkap sepuluh tersangka kasus vaksin palsu tersebut. Para pelaku terdiri dari 5 produsen, 2 kurir, 2 penjual, dan 1 pencetak label yang ditempelkan pada botol vaksin tersebut.

Sementara, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, anak yang mendapat vaksin palsu seharusnya kembali diimunisasi. Sebab, mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit.

vaksin-MERS-menunjukkan-hasil-menjanjikan“Harus divaksin ulang. Kalau ini isinya hanya cairan, tentu tidak berfungsi sama sekali. Jadi, kita berikan ulang pada mereka,” kata Nila dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan.

Berikut 12 vaksin yang dipalsukan tersebut.

1. Vaksin Engerix B

2. Vaksin Pediacel

3. Vaksin Eruvax B

4. Vaksin Tripacel

5. Vaksin PPDRT23

6. Vaksin Penta-Bio

7. Vaksin TT

8. Vaksin Campak

9. Vaksin Hepatitis

10. Vaksin Polio bOPV

11. Vaksin BCG

12. Vaksin Harvix

 

loading...

LEAVE A REPLY