Gulalives.co, SEMARANG – Ayah gemuk ternyata meningkatkan risiko anak perempuannya terkena kanker payudara. Ini hasil riset yang meneliti efek obesitas pria pada risiko kanker keturunan mereka di masa depan. Studi itu juga menemukan, tambahan berat badan ternyata mengubah DNA sperma seorang pria yang punya konsekuensi kesehatan pada anak perempuan mereka yang belum dilahirkan.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (29/6/2016), epigenetik semakin dikenal sebagai mekanisme yang membiarkan efek kesehatan lingkungan atau gaya hidup untuk diturunkan ke generasi berikutnya. Mereka bekerja dengan mengubah protein pembungkus DNA, menambah atau mengurangi kimiawi yang mengubah struktur sel atau lewat molekul genetik.

Tekanan darah normal _ Kegemukan _ www.shutterstock.comObesitas terkadang menurun dalam keluarga, seperti halnya kanker payudara. Ibu yang obesitas, dipercaya memengaruhi kedua kondisi tersebut. Wanita gemuk yang hamil, melahirkan bayi gemuk yang mungkin berisiko lebih besar terkena kanker payudara di masa depan.

Sebagian besar riset yang sudah dilakukan memfokuskan diri pada sisi ibu. Hanya sedikit yang meneliti pengaruh ayah yang gemuk pada kesehatan anaknya di masa depan. Studi oleh Georgetown University Medical Center ini dilakukan pada tikus laboratorium. Namun peneliti mengatakan penemuan itu juga berlaku pada manusia.

Beberapa Alasan Mengapa Suami Lebih Gemuk Setelah Menikah
Ilustrasi pasangan suami istri. (Foto: Shutterstock)

Asisten profesor Dr Sonia de Assis mengatakan,”Penelitian ini memberikan bukti bahwa pada hewan, berat badan ayah pada saat ibu hamil memengaruhi berat badan anak pada saat lahir dan masa kanak-kanak. Juga risiko mereka terkena kanker payudara di masa depan.”

Studi tersebut yang diterbitkan dalam Scientific Reports menyimpulkan pula miRNAs mungkin membawa informasi epigenetik dari ayah gemuk untuk anaknya. miRNAs mengidentifikasi reseptor pengatur insulin yang berhubungan dengan perubahan berat badan dan jalur molekular lain yang berhubungan dengan terjadinya kanker, seperi jalur persinyalan hypoxia.

kaos gemukRiset di masa depan akan mengeksplorasi hubungan yang sama, antara risiko kanker payudara pada anak perempuan dari ayah yang gemuk saat dalam kandungan. “Kita sudah tahu hubungan kanker dan orangtua obesitas ini, kita sebaiknya mengikuti saran yang sudah diberikan. Kita harus makan sehat, menjaga berat badan normal. Bukan hanya untuk kesehatan sendiri, tetapi juga kesehatan anak-anak kita,” kata Prof. de Assis.

Hasil tersebut disampaikan berdasarkan penelitian yang dikerjakan ilmuwan Georgetown University, Washington DC dan dipublikasikan pada Scientific Reports.

Molekul miRNA yang dikenal berperan dalam mengatur sinyal produksi unsulin, ternyata juga berperan dalam peningkatan berat badan dan jaringan lainnya yang berkaitan dengan kanker seperti hipoksia.

Hipoksia adalah kondisi kekurangan pasokan oksigen pada tubuh dan dapat menyebabkan otak, hati, dan organ lain rusak bila tak tertangani dengan baik. Hipoksia dapat disebabkan berbagai sebab, mulai dari keracunan gas hingga karena gangguan paru-paru, termasuk kanker paru.

Selama ini risiko kanker pada anak dianggap turunan bila sang ibu mengalami kegemukan saat hamil namun belum ada penelitian yang menguji hubungan dengan kegemukan pada ayah.

“Tentu saja penelitian ini dilakukan pada tikus, namun rekapitulasi temuan baru pada manusia menunjukkan bahwa pria obesitas memiliki perubahan struktur gen secara signifikan pada sperma mereka dibandikan pria berat badan normal, pengujian pada hewan menunjukkan perubahan struktur gen pada sperma memiliki dampak risiko kanker pada keturunannya,” kata de Assis, seperti dilansir dari Telegraph.

De Assis mengatakan perlu ada pengujian lebih lanjut untuk mengetahui dampak yang sama pada manusia. Sampai hasil penelitian pada manusia tersebut ditemukan, rekomendasi menjaga berat badan dan gaya hidup sehat menjadi saran utama demi keturunan yang lebih sehat. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY