Gambar via: en.wikipedia.org

Gulalives.co, SEMARANG – Tempe, siapa yang tidak mengenalnya? Makanan asli Indonesia ini secara bertahap mulai mendapatkan popularitasnya di seluruh dunia. Di negara-negara Eropa dan Amerika, tempe sangat disukai terutama oleh mereka yang vegetarian. Makanan berbahan kedelai ini sangat bergizi dan kaya akan protein. Sama seperti tahu, tempe juga mengandung segudang nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Keduanya sama-sama merupakan makanan yang menyehatkan, namun tempe lebih unggul karena proses fermentasinya. Proses fermentasi ini membuat tempe menjadi makanan dengan sumber probiotik, yakni bakteri baik yang dapat membantu menjaga kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh.

Sering dipandang sebelah mata, tempe ternyata tetap konsisten memberi banyak manfaat untuk orang yang mengonsumsinya. Apalagi jika diolah dengan berbagai resep masakan yang dapat menambah nilai plus makanan kaya protein nabati tersebut. Tempe memang tak bisa diremehkan lagi.

Bagi Anda yang belum mengetahui apa manfaat yang disimpan tempe di antara butiran kedelainya, simak yuk informasi berikut ini seperti dilansir laman top10homeremedies:

1. Nutrisi lengkap

Tempe Mendoan, Siap Saji (tumblr.com
Tempe Mendoan, Siap Saji (tumblr.com

Coba simak nutrisi yang disimpan oleh tempe ini: ada serat, kalsium, vitamin B, dan zat besi yang masing-masing punya manfaat tersendiri. Selain itu, terdapat pula antibiotika alami yang berfungsi mencegah infeksi, sementara antioksidannya pun bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif. Protein, sudah tentu ada. Lemak, fosfor, karoten, vitamin B1, melengkapi kebutuhan tubuh Anda.

2. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Gambar via: newcorners.party
Gambar via: newcorners.party

Tempe juga mengandung serat makanan yang baik bagi tubuh. Serat berperan dalam mengikat lemak dan kolesterol, sehingga tempe memiliki potensi untuk membantu menurunkan dan mengontrol berat badan. Selain itu, serat yang terkandung dalam tempe sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan usus.

3. Semua usia boleh makan

Gambar via: www.sipendik.com
Gambar via: www.sipendik.com

Balita boleh mengonsumsi tempe tanpa takut alergi. Lansia juga dapat mengunyahnya tanpa susah. Apalagi usia produktif yang kerap menjadikan tempe sebagai lauk yang nikmat. Makanan ini mudah dicerna, aman dan sehat bagi semua usia.

4. Membantu Mengatasi Gejala-Gejala Menopause

Makanan buka puasa
Tempe goreng. Sumber:santeaja.com

Masih mengenai isoflavon, tempe dan produk kedelai lainnya dapat membantu mengatur estrogen. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa isoflavon dalam kedelai bisa mengurangi rasa panas (hot flushes) di badan dan rasa tidak nyaman pada wanita menopause.

5. Sumber Energi

Makanan buka puasa
Tempe mendoan. Sumber:santeaja.com

Tempe juga mengandung riboflavin atau yang dikenal dengan vitamin B2. Mikronutrisi ini mudah dicerna dan sifatnya larut dalam air. Riboflavin memiliki peranan penting dalam metabolisme energi dan juga dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan zat keton. Selain itu, vitamin ini berperan dalam pembentukkan sel darah merah. Kekurangan riboflavin mempengaruhi produksi energi tubuh. Gejala-gejala awal dari kekurangan riboflavin biasanya adalah bibir pecah-pecah dan sakit tenggorokan.

6. Gula darah aman

Tempe mengandung tinggi protein dan vitamin B12, kalsium, dan zat besi.
Tempe mengandung tinggi protein dan vitamin B12, kalsium, dan zat besi.

Punya penyakit diabetes berarti kamu harus menjaga asupan makanan. Namun satu yang tak perlu dikhawatirkan, tempe dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah Anda. Tempe mengandung magnesium, dimana zat ini memainkan peranan penting terhadap sistem kardiovaskular dan bertanggung jawab terhadap lebih dari 300 proses metabolisme dalam tubuh. 

6. Kanker

Gambar via: www.diahdidi.com
Gambar via: www.diahdidi.com

Beberapa penelitian menyebut manfaat tempe bagi penderita kanker. Ia membantu menyehatkan pencernaan, mengikat berbagai racun yang mengendap di pencernaan, lalu membuang ke luar tubuh. Penderita kanker sangat butuh proses detoksifikasi untuk membuang racun yang bisa menyuburkan kanker mereka.

Tempe diperkaya oleh isoflavon, senyawa antioksidan yang berperan dalam memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel akibat polusi dan sinar matahari. Isoflavon juga bertindak sebagai agen anti-kanker dengan memerangi sel-sel kanker yang dapat memicu terjadinya kanker prostat, payudara, dan kanker rahim. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penelitian dari Universitas North Carolina di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa fitoestrogen dan genestein (jenis isoflavon) dapat mencegah kanker payudara dan prostat.

7. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Tahu dan Tempe sambal terasi (walkandeat.blogspot.com)
Tahu dan Tempe sambal terasi (walkandeat.blogspot.com)

Tempe mengandung protein yang sangat tinggi. Tidak seperti protein dari sumber hewani, protein dalam tempe memiliki manfaat tambahan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Dengan kata lain, tempe berpotensi membantu menurunkan risiko terjadinya serangan jantung, penyakit jantung, dan stroke. Selain menurunkan kadar kolesterol, tempe juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan trigliserida pada penderita diabetes.

8. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Gambar via: newcorners.party
Gambar via: newcorners.party

Tempe mengandung magnesium, dimana zat ini memainkan peranan penting terhadap sistem kardiovaskular dan bertanggung jawab terhadap lebih dari 300 proses metabolisme dalam tubuh. Magnesium bermanfaat untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, menjaga kekuatan tulang, dan membantu mencegah terjadinya komplikasi yang berkaitan dengan diabetes. (DP)

LEAVE A REPLY