www.reddit.com

Gulalives.com, YOGYAKARTA – Kamu pernah takziah pada teman atau keluarga kamu yang meninggal dunia, lalu bingung bagaimana melakukan shalat jenazah? Padahal kamu sebenarnya ingin sekali ikut menyolatkan kenalanmu yang meninggal itu. Nah, supaya tidak terulang lagi, ayo baca panduan lengkap tata cara sholat mayat atau shalat jenazah berikut ini.

Sholat jenazah adalah sholat yang hukumnya fardhu kifayah. Sholat jenazah dilakukan kepada jenazah kaum muslim laki-laki maupun perempuan. Perlu sobat ketahui bahwasanya setiap muslim mempunyai kewajiban terhadap musim lainnya. Salah satu kewajiban itu adalah melaksanakan sholat jenazah terhadap jenazah kaum muslim yang telah meninggal dunia. Jika dilihat dari tempat pelaksanaannya, sholat jenazah boleh dilakukan di rumah atau pun di masjid. Akan tetapi, jika sobat tidak mampu hadir dan melaksanakan sholat jenazah di dekat si mayat, maka sobat bisa melaksanakannya di tempat lain, ini disebut juga dengan sholat ghaib.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari abu Hurairah:

“Seorang laki-laki yang meninggal dalam keadaan berutang diberitakan kepada Nabi SAW. Maka Nabi akan menanyakan apakah ia ada meninggalkan kelebihan harta untuk membayar uangnya. Jika dikatakan bahwa ia ada meninggalkan harta untuk pembayarannya, maka beliau akan menyolati mayat itu. Jika tidak, Beliau akan berpesan kepada kaum muslimin: ‘Shalatkanlah teman sejawatmu.'”

www.houstonchronicle.com
www.houstonchronicle.com

Keutamaan Shalat Jenazah

Dari Kuraib, ia berkata,

أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ. قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدِ اجْتَمَعُوا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ قَالَ نَعَمْ. قَالَ أَخْرِجُوهُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ »

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948).

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

Telah menceritakan kepada kami (Muhammad bin Hatim) telah menceritakan kepada kami (Yahya bin Sa’id) dari (Yazid bin Kaisan) telah menceritakan kepadaku (Abu Hazim) dari (Abu Hurairah) dari Nabi SAW, beliau bersabda, “siapa yang menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.” Saya bertanya, “Wahai Abu Hurairah, seperti apakah dua qirath itu?” ia menjawab, ‘yaitu seperti gunung Uhud.'” (HR. Muslim No.1572).

Dari Malik bin Hubairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

“Tidaklah seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan do’a mereka akan dikabulkan.” (HR.  Abu Daud no. 3166 dan Turmudzi no. 1028. Imam Nawawi menyatakan dalam Al Majmu’ 5/212 bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan jika sahabat yang mengatakan).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata Nabi SAW bersabda,

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947)

www.telegraph.co.uk
www.telegraph.co.uk

Syarat Sholat Jenazah

  1. Orang yang mengikuti pelaksanaan sholat jenazah harus suci dari hadas, menutup aurat, menghadap kiblat, dan sebagainya seperti sholat pada umumnya.
  2. Jenazah harus sudah dimandikan dan dikafani sebelum disholati.
  3. Jenazah harus diletakkan pada posisi yang benar sesuai dengan sunah dan syariat islam.

Posisi Imam Pada Sholat Jenazah

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan sholat jenazah, salah satunya adalah posisi mayat itu sendiri. Jika jenazah itu adalah jenazah laki-laki, maka posisi kepala jenazah tersebut adalah di sebelah selatan. Sedangkan jika jenazah tersebut adalah jenazah perempuan, maka posisi kepala mayat adalah di sebelah utara. Atau dengan kata lain, jika jenazah tersebut adalah jenazah laki-laki, maka imam berdiri tepat menghadap kepala jenazah. Sedangkan jika jenazah tersebut adalah jenazah perempuan, maka posisi imam adalah berdiri menghadap ke pinggang mayat .

Dari Anas ra, “bahwa ia (Anas) menyolatkan jenazah laki-laki maka ia berdiri dekat kepalanya. setelah jenazah itu diangkat, lalu dibawa jenazah wanita, maka dishalatkannya pula dengan berdiri di dekat pinggangnya. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘beginikah caara Rasululloh SAW menyolatkanjenazah, yaitu bila laki-laki berdiri di tempat seperti Anda berdiri itu dan jika wanita juga seperti Anda lakukan?’ Anas menjawab, ‘benar,'” (HR. Ahamd, abu Daud, Ibnu Majah, dan Turmudzi).

www.aquila-style.com
www.aquila-style.com

Niat dan Tata cara (Rukun-Rukun) Sholat Jenazah

1. Berniat

Lafadz niat sholat jenazah dan artinya;

Ushallii ‘alaa haadzal mayyiti lillahi ta’aala (jika mayat adalah laki-laki)

Ushallii ‘alaa haadzihil mayyitati lillahi ta’aala (jika mayat adalah perempuan)

Aku berniat mensholatkan mayat ini, karena Allah Ta’aala.

2. Takbir pertama. Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Pada sholat jenazah, sebelum membaca surat Al-Fatihah tidak perlu diawali dengan do’a iftitah. Dan setelah membaca surat Al-fatihah, tidak perlu disertai dengan ayat pendek seperti sholat-sholat lainnya.

3. Takbir kedua. Setelanya dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW dengan bacaan sebagai berikut;

Allahuma Shalli ‘aala muhammadin, wa ‘alaa ali muhammadin, kamma shalaita ‘alaa ibraahiima, wa ‘alaa ali ibraahiima. Wa baarik ‘alaa muhammadin, wa ‘alaa ali muhammadin, kamma baarkta ‘alaa ibraahiima, wa ‘alaa ali ibraahiima. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya;

Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana engkau telah memberikan berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.

4. Takbir ketiga. Setelah takbir ketiga, dilanjutkan dengan membaca do’a di bawah ini:

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘aafihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khataaya kamaa yunaqqats tsabul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daarihi khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa ‘adzabannar.

Artinya;

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, smpunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburnya, cucilah kesalahannya dengan air es dan embun, sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isteri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.

5. Takbir keempat. Setelah takbir keempat, dilanjutkan dengan membaca do’a di bawah ini:

Allahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba’da.

6. Membaca salam. Assalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

www.somalinet.com
www.somalinet.com

Menyolatkan lebih dari satu jenazah

“Bahwa pada suatu kali dishalatkan jenazah, terdiri dari laki-laki dan wanita. Maka mayat laki-laki diletakkan dekat imam, selanjutnya arah kiblat, baru jenazah para wanita, dibariskan satu per satu. Di antara mayat-mayat itu terdapat mayat Ummu Kutsum binti Ali, istri dari Umar, juga anaknya yang laki-laki bernama Zaid. Yang bertindak sebagai Imam ketika itu ialah Sa’id bin ‘Ash, dan di antara makmum terdapat Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abu Sa’id dan Abu Qatadah. Mula-mulanya anak tadi ditaruh dekat Imam. Imam menyuruh supaya yang di depannya mayat laki-laki.’

Ketika saya hendak membantah dan melihat kepada Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abu Sa’id dan Abu Qatadah sambil menanyakan, ‘bagaimana sebenarnya ini?’ Mereka menjawab, ‘itulah yang menurut sunah,'” (HR. Nasa’i dan Baihaqi).

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa jika mayat anak laki-laki dan wanita, yang berada di dekat imam adalah jenazah anak laki-laki, kemudian jenazah wanita. Semua jenazah menghadap perempuan. Sementara jika ada mayat laki-laki dewasa, anak laki-laki, dan wanita. Maka urutannya adalah mayat laki-laki dewasa di dekat imam, lalu mayat anak laki-laki, dan terakhir jenazah wanita.

Nah, demikianlah artikel tentang panduan dan tata cara pelaksanaan sholat jenazah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat untuk menambah bekal ilmu agama, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’aala melimpahkan rahmat-Nya melalui setiap ilmu yang kita peroleh. Amien ya robbal alamin.

loading...

LEAVE A REPLY