Kalau suami sudah mendapatkan THR, maka kamu berhak memintanya, tentu dengan cara yang santun (Foto: Newlovetimes)

Gulalives.co, JAKARTA – Kabarnya, Tunjangan Hari Raya (THR) sudah diterima sebagian karyawan di Tanah Air. Kalau suami juga demikian, maka kamu berhak memintanya, tentu dengan cara yang santun sekaligus.

Desas desus THR turun kini kian mereda karena sebagian besar karyawan telah mengantonginya. Pari istri pastinya berbinar-binar saat mengetahui suami juga sudah mendapatkan THR. Istri bekerja atau ibu rumah tangga, kebanyakan suami akan menyerahkan THR mereka untuk dikelola oleh istri. Walaupun begitu, istri patut memintanya dengan cara santun, mengingat uang terkadang merupakan subjek yang paling tidak nyaman antara pasangan suami-istri.

Tidak sedikit yang berujung pada pertengkaran, dan kerap terjadi saat membicarakan finansial keluarga. Yuk, di suasana Ramadhan yang penuh kasih sayang dan menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai momen bersilaturahmi, saatnya untuk berpikir jernih dan rasional dalam membahas pengeluaran. Rezeki lewat THR tidak seharusnya menjadi bahan percekcokan antara suami dan istri.

Nah, buat para istri, begini cara santun sekaligus romantis untuk meminta THR ke suami:

1. Sampaikan niat dengan jelas

(Foto: Mymoneycoach)
(Foto: Mymoneycoach)

Suami mungkin merasa seperti disergap jika ia masuk dalam topik percakapan tentang keuangan dengan mengharapkan sesuatu yang lain. Kamu perlu jelaskan dari awal keinginan berbicara tentang uang, khususnya meminta THR.

2. Mulailah berbicara tentang tujuan

(Foto: Sheknows)
(Foto: Sheknows)

Menjelang Lebaran, kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan ke kampung halaman alias mudik. Suami dan istri harus mendiskusikan kemana saja tujuan perjalanan mudik nantinya, termasuk jika ingin berwisata. Perhitungkan juga dengan rinci, seperti oleh-oleh yang akan dibawa ke kampung halaman, besaran uang Lebaran yang akan diberikan kepada orangtua dan handai taulan, dan sebagainya. Intinya adalah berpikir positif tentang uang dengan menanyakan alokasinya kepada masing-masing suami maupun istri.

3. Akui kesalahan diri sendiri

(Foto: Theasianparent)
(Foto: Theasianparent)

Mulailah dengan mengakui kesalahan kamu sendiri. Sebelum diskusi, evaluasi pengeluaran kamu dan cari tahu pos pengeluaran mana yang akan membengkak. Misalnya, kamu mengaku menghabiskan terlalu banyak pengeluaran pada baju dan pernak pernik Lebaran. Selanjutnya, tunjukkan kepada dia di pos mana kamu dapat menghemat pengeluaran.

4. Lihat mata dan pegang tangannya

(Foto: Creditsesame)
(Foto: Creditsesame)

Kadang-kadang, keinginan untuk mengarahkan ke satu titik akan membuat kamu enggan untuk benar-benar mendengarkan apa yang orang lain katakan. Mendengarkan berarti nyata saling berhadapan saat berbicara, memberikan suami cukup waktu untuk berbicara, dan merenungkan apa yang telah dia katakan sebelum kamu menjawab.

Tidak peduli seberapa besar kesalahan suami dalam hal pengeluaran bulanan (mungkin karena pilihan hobinya yang “mahal”), jangan lupa untuk menunjukkan sinyal bahwa kamu menyayanginya. Hal ini termasuk saat kamu hendak membicarakan THR. Duduklah di samping suami, tatap matanya dan dengarkan penjelasannya dengan penuh perhatian. Ssst, kamu juga perlu meletakkan tangan kamu di atas tangannya. Ini adalah sikap yang sederhana, tapi mengingatkannya pada cinta yang kamu dan dia bagi bersama.

5. Lihat angka, tetapi jangan menghakimi

(Foto: Theasianparent)
(Foto: Theasianparent)

Kamu dan suami bisa membuat daftar rencana pengeluaran Lebaran nanti. Saat tiba waktu membahasnya, biarkan masing-masing melihat daftar tersebut. Sediakan pena untuk menandai poin apa saja yang akan saling ditanyakan. Cara ini menempatkan kamu dan suami pada sikap terbuka karena secara otomatis kedua pihak melakukan hal yang sama. Jangan langsung menukik pada sikap menghakimi atas daftar yang dia buat, tapi tanyakan secara baik-baik.

6. Bersikap adil

(Foto: Theasianparent)
(Foto: Theasianparent)

Jika suami memiliki daftar rencana pengeluaran yang ternyata berlebihan, kamu jangan dulu meledak. Kita hidup dalam masyarakat konsumtif yang dirancang untuk menekan tombol dan menipu kita ke dalam pengeluaran. Lebih buruk lagi, itu pola yang sangat sulit untuk dihentikan karena menjadi semacam kecanduan yang dapat diterima secara sosial.

Alih-alih meledak, tanyakan padanya tentang daftar tersebut; apakah pengeluaran tersebut wajar? Apakah lebih penting bagi dia daripada kebutuhan lainnya? Jangan juga meledak jika suami memberikan jawaban yang tidak kamu sukai.

7. Lakukan sesuatu yang romantis

(Foto: Xpats)
(Foto: Xpats)

Setelah membahas tentang THR, lakukan sesuatu yang romantis. Kamu bisa membuatkan suami hidangan favoritnya, misalnya. Kamu mungkin salah satu yang beruntung karena suami sepakat untuk memberikan uang saku sejak awal menikah. Namun, pasti ada momen dimana pengeluaran harus diperketat sehingga membutuhkan upaya kamu berdua untuk menyesuaikan diri terhadap cara menghabiskan uang. Jadi, tetaplah berpikiran terbuka karena pada akhir hari, ada tagihan yang harus dibayar dan diprioritaskan.

LEAVE A REPLY