islamicartdb.com

Gulalives.com, YOGYAKARTA – Gais, kalau kamu mau semua yang kamu minta diberi sama Allah, dan jika kamu meminta ampunan, maka akan diampuni dosa-dosamu, maka kerjakan shalat tahajud. Sebelum kita bahasa tata cara shalat tahajud, mungkin ada yang bingung dengan istilah qiyamul lail. Qiyamul lail artinya adalah shalat yang dilakukan

www.arrahmah.com
www.arrahmah.com

Hukum Shalat Tahajud

Shalat tahajud hukumnya sunah, walaupun merupakan salah satu shalat yang disebut secara tersurat di dalam Al Qur’an.

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.

Artinya : “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji,” (QS. Al Isra: 79).

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ . وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. (QS. Az-Zariyaat: 17-18).

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari,” (Al-Insaan: 25-26).

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat,” (Qaaf: 40).

 

emkaha.me
emkaha.me

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar),” (Ath-Thuur: 48-49).

يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا . نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا . أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya: “Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil),” (QS. al-Muzzammil: 1-4).

Dari Amr bin Abasah r.a. berkata, “aku berkata, Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda, “pertengahan malam yang terakhir, maka shalatlah sesukamu, karena shalat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu shalat subuh,” (HR. Abu Dawud).

“Hendaklah kalian shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa,” (HR. Tirmidzi).

“Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya,” (HR. Abu Dawud).

musmus.me
musmus.me

Keutamaan Shalat Tahajud

  1. Mendapatkan derajat yang lebih tinggi dari Allah (QS. Al Isra: 79)
  2. Mendapatkan balasan pahala karena menjalankan perintah Allah dan mencontoh Rasululloh
  3. Shalat sunah yang paling utama setelah shalat fardu

(عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya, “shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu (yang lima waktu)?” Beliau menjawab, “shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat (sunah) di tengah malam (shalat Tahajud).” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

  1. Dihindarkan dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dihapuskan

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِـحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ.

“Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian, ia sebagai amal taqorrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan,” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3549), al-Baihaqi (II/502), dan al-Hakim (I/308), melalui jalur Abu Umamah al-Bahili ra.)

  1. Penentu kemuliaan dan kewibawaan seorang muslim

أَتَانِـيْ جِبْـرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُـحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.

“Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata: “Hai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan mati. Cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu (pasti) akan berpisah dengannya. Dan beramallah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan diberi balasan. Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang Mukmin itu ada pada shalat malamnya, dan ia tidak merasa butuh kepada manusia.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim IV/325, dan ia menshohihkannya, serta disepakati oleh imam adz-Dzahabi. Derajat Hadits ini dinyatakan hasan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wa at-Tarhiib I/640, dan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 831).

islamicartdb.com
islamicartdb.com
  1. Dilindungi dari gangguan setan berupa sifat malas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang, maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah, maka lepaslah satu tali ikatan. Lalu jika dia berwudhu, maka lepaslah tali ikatan yang lainnya. Dan jika dia mendirikan shalat (malam), maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat & baik jiwanya. Namun bila dia tak melakukan hal itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek & menjadi malas beraktifitas,” (HR. Imam Al-Bukhari no. 1142, & Muslim no. 776).

  1. Diampuni dosa-dosa dan dikabulkannya do’a

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah Ta’ala dari urusan dunia maupun akhirat, melainkan Allah akan memberikannya kepadanya. Demikian itu terjadi pada setiap malam,” (HR. Muslim no. 757).
“Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku pun akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya,” (HR. Bukhari).

  1. Golongan yang banyak mengingat Allah

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya, kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam golongan para lelaki dan para wanita yang banyak berdzikir (mengingat) kepada Allah.”. (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Misykaatu al-Mashoobiih: I/390).

 

Shalat tahajud (foto: riyadhohayatkursi.wordpress.com)
Shalat tahajud (foto: riyadhohayatkursi.wordpress.com)

Waktu Utama Melakukan Shalat Tahajud

Shalat sunah tahajud adalah shalat malam yang dilakukan minimal sebanyak 2 rakaat, dan jumlah rakaat maksimalnya tidak dibatasi. Sebelum melaksanakan shalat sunah tahajud, kita wajib tidur terlebih dahulu dan kemudian bangun lagi ketika hendak melaksanakannya. Waktu yang paling tepat untuk melaksanakan shalat sunah tahajud adalah sepertiga malam yang terakhir.

Abu Muslim berkata kepada Abu Dzar, “Pada waktu manakah yang lebih utama mengerjakan shalat malam?” Abu Dzar menjawab, “Aku pernah bertanya demikian kepada Rasulullah Saw.” Rasulullah Saw. bersabda, “pada tengah malam yang terakhir tapi sedikit sekali yang suka melaksanakannya” (HR Ahmad).

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Pada saat itu, Allah berfirman, ‘siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni.” (Diriwayatkan oleh jama’ah).

Abdullah bin ‘Amr ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “puasa yang disuki Allah adalah puasa Nabi Daud dan shalat yang lebih disukai Allah adalah shalatnya Nabi Daud. Ia tidur tengah malam, bangun sepertiganya lalu tidurr pula seperenamnya, sedang Beliau itu berpuasa sehari dan berbuka sehari” (Diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Tirmidzi).

Amr bin ‘Absah berkata, “Saya mendengar Nabi SAW bersabda, sedekat-dekatnya hamba pada Allah adalah pada tengah malam terakhir. Maka jika engkau dapat termasuk golongan orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu, usahakanlah.” (HR. Tirmidzi)

bersamadakwah.net
bersamadakwah.net

Niat Shalat Tahajud

Niat shalat tahajud tidak jauh berbeda dengan niat shalat biasanya. Dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: aku niat shalat tahajud dua rakaat, karena Allah ta’alaa.

Tata Cara Shalat Tahajud

Tata caranya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca niat dalam hati menggunakan bahasa apapun, kemudian diikuti dengan membaca takbir.
  2. Membaca do’a iftitah.
  3. Membaca surat al-fatihah.
  4. Membaca salah satu ayat pendek. Sebaiknya, rakaat pertama membaca surat asy-syam dan untuk rakaat kedua membaca surat al-lail.
  5. Ruku’ dan membaca tasbih 3 kali.
  6. I’tidal.
  7. Sujud pertama, kemudian membaca tasbih 3 kali.
  8. Duduk diantara dua sujud.
  9. Sujud kedua kemudian membaca tasbih 3 kali.
  10. Lakukan rakaat kedua sebagaimana tata cara rakaat pertama di atas. Setelah itu, lakukan tasyahud akhir dan diikiuti dengan dua salam.
(Foto: Baltimoresun)
(Foto: Baltimoresun)

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud

Jumlah raka’at shalat tahajud tidak ada batasannya, minimal adalah 2 raka’at. Namun untuk shalat malam, minimal adalah 1 raka’at shalat witir. Ingatnya, bahwa shalat tahajud dan witir merupakan bagian dari shalat malam. Rasulullah sendiri lebih sering melakukan 11 raka’at yaitu 8 raka’at tahajud dan 3 raka’at witir atau 10 raka’at tahajud dan 1 raka’at witir.

“Kita diperintahkan oleh Rasulullah SAW ragar shalat malam sedikit atau banyak dan sebagai akhirnya hendaklah kia melakukan shalat witir,” (HR Thabrani dan Bazzar)

Dari Anas ra, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “shalat di masjidku (masjid Nabawi) ini sama nilainya dengan 10 ribu shalat, shalat di Masjidil Haram sama dengan 100 ribu shalat, shalat di medan jihad sama dengan 2 juta shalat. Tapi yang lebih banyak dari semuanya itu adalah 2 raka’at yang dikerjakan oleh seorang hamba di tengah malam,” (Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu Hibban dalam kitab Ats-Tsawab).

Dari Ibnu Abbas: “Kita diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar mengerjakan shalat malam dan sangat menganjurkan itu sehingga Beliau bersabda, ‘kerjakanlah shalat malam itu sekalipun hanya 1 raka’at,'” (HR Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Ausath).

“Saya mendengar “aisyah ra berkata, “RAsulullah SAW shalat malam sebanyak 10 raka’at dan berwitir 1 raka’at,” (HR Bukhari dan Muslim).

“Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat malam, baik ketika Ramadhan atau lainnya dari 11 raka’at. Beliau shalat 4 raka’at, jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi 4 raka’at, jangan ditanya baik dan panjangnya, lalu shalat lagi 3 raka’at. Saya bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Anda tidur sebelum berwitir?” Beliau menjawab, “Ya ‘Aisyah. Ealau kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidaklah tidur,” (HR Bukhari dan Muslim).

Shalat witir bisa dilakukan sebelum atau sesudah tidur. Penjelasan lengkapnya baca di panduan lengkap tata cara shalat witir.

muslimvillage.com
muslimvillage.com

Hal-hal yang DIsunahkan

1. Berniat akan bangun untuk shalat tahajud sebelum tidur

“Siapa yang akan tidur dan berniat akan bangun shalat malam, kemudia dia terus tertidur hingga pagi, maka dicatatlah niatnya itu sebagai satu pahala, sedangkan tidurnya itu dianggap sebagai karunia Tuhan yang diberikan kepadanya,” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah)

Tapi tentu saja bangun dan melakukan shalat malam lebih utama dan lebih banyak pahalanya.

2. Membangunkan keluarga.

Dari Abu Hurairah: “Apabila seseorang itu membangunkan istrinya pada waktu malam, lalu keduanya bersembahyang dua raka’at, maka tercatatlah mereka dalam golongan orang-orang yang selalu berdzikir,” (HR Abu Daud).

Dari Ali ra: “Rasulullah SAW pada suatu malam mengetuk pintunya. Saat itu ia tidur bersama istrinya. Beliau SAW bersabda, ‘apakah engkau berdua tidak bangun untuk shalat?’ Ali menjawab, ‘Ya Rasulullah diri kami ini ada di tanggan Allah. Jika Allah berkehendak tentu Ia membangunkan kami.’ Nabi pergi ketika mendengar jawaban-jawaban itu sambil memukul-mukul pahanya dan bersabda, ‘memang manusia itu sangat suka membantah.'” (HR. Bukhari dan muslim).

muslimvillage.com
muslimvillage.com

4. Jika merasa sangat mengantuk, sebaiknya hentikan shalat dan tidur kembali sampai hilang rasa kantuknya.

Dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasulullah berkata, “apabila seseorang darimu bangun malam untuk shalat kemudian terasa berat membaca Al Qur’an hingga tidak disadarinya apa yang dibacanya, maka sebaiknya tidur lagi,” (HR Muslim).

5.. Kerjakan tahajud semampunya dan jangan memberatkan diri yang penting terus-menerus (istiqomah) dan tidak meninggalkannya kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

“Amal perbuatan manakan yang disukai oelh Allah?” Beliau menjawab, “yang terus-menerus sekalipun sedikit,” (HR Bukhari dan Muslim).

“Rasulullah bersabda ‘kerjakanlah semua amal itu sesuai kekuatanmu. Demi Allah, Allah itu tidak akan jemu memberikan pahala sampai kalian semua jemu beramal,” (HR Bukhari dan Muslim).

6. Memulai shalat tahajud dengan 2 rakaat yang pendek terlebih dahulu Selanjutnya bisa sepanjang yang disukai.

-ibtimes.co.in
-ibtimes.co.in

Do’a Shalat Tahajud

Selain kelima hal di atas, disunahkan juga untuk Berdo’a seperti yang dilakukan Rasululloh:

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. Antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

Artinya :

“Wahai Allah, milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

loading...

LEAVE A REPLY