Zakat (islamicity.org)

Gulalives.co, Depok– Ramadhan segera berakhir. Sebelum Ramadhan berakhir, Anda yang memiliki kelebihan harta wajib menzakatkan harta Anda. berzakat dilakukan untuk membersihkan harta yang kita miliki. Apa lagi zakat hanya dikeluarkan setiap satu tahun sekali, jadi bukan sesuatu yang memberatkan.

Bagaimana penghitungan zakat ? Sebagian dari Anda mungkin sudah mengetahui bagaimana cara menghitung zakat fitrah dan zakat maal.

#1. Zakat Fitrah

Zakat Fitrah Sumber : sharinghappiness.org
Zakat Fitrah Sumber : sharinghappiness.org

Zakat terbagi menjadi dua macam, yaitu zakat fitrah dan juga zakat maal. Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan oleh setiap muslim yang dilaksanakan menjelang hari raya idul fitri. Zakat fitrah yang dikeluarkan sebesar 2,5 kilogram atau biasa orang Indonesia memakai liter. Ukurannya sekitar 3,5 liter per orang. Atau dengan uang seharga beras yang kita konsumsi

Zakat fitrah tidak hanya harus dibayarkan dengan beras. Sebab, harta yang dibayarkan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok yang biasa di konsumsi. Di Arab biasanya orang-orang berzakat menggunakan gandum, sagu, dan juga jagung.

Saat Anda akan membayarkan zakat fitrah Anda harus segera melakukan sebelum batas waktunya berakhir. Sebab, ketika mendekati waktu Idul fitri orang-orang Indonesia sebagian besar mereka akan sibuk dan pergi mudik. Sehingga takut Anda lupa untuk tidak membayarkan zakat, harus dibayarkan lebih cepat.

Sedangkan waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah saat waktu terbit fajar saat hari idul fitri hingga waktu pelaksanaan sholat ied. Selain itu, Anda juga diperbolehkan untuk membayar zakat satu atau dua hari sebelum sholat ied. Namun, di Indonesia biasanya masjid-masjid telah menerima zakat Anda sejak satu minggu sebelum hari raya idul fitri.

#2. Zakat Mal

zakat mal (ustadzakbar.wordpress.com)
zakat mal (ustadzakbar.wordpress.com)

Zakat mal merupakan zakat harta yang Anda miliki. Ketika Anda menggeluarkan zakat maal maka Anda harus menghitung nishab terlebih dahulu. Agar Anda mengetahui berapa jumlah zakat mal yang harus Anda keluarkan.

Nishab merupakan batasan yang sudah ditetapkan dalam pedoman agama untuk menentukan seorang menggeluarkan zakat bagi mereka yang memilikinya. Nishab pun memiliki syarat, dimana syarat ini harus terpenuhi terlebih dahulu.

Harta yang terkena nishab zakat mal merupakan harta yang ada di luar kebutuhan pokok yang biasa dikeluarkan oleh seseorang. Seperti halnya makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan yang dipergunakan untuk mata pencaharian tidak terkena nishab.

Selain itu, zakat maal merupakan  harta yang sudah ada selama satu tahun. Penghitungannya mulai dari memiliki harta tersebut. Cara menghitung harta kekayaan untuk dijadikan zakat maal adalah sebagai berikut.

  • Harta Kekayaan

    Harta Kekayaan (terasjatim.com)
    Harta Kekayaan (terasjatim.com)

Jika harta tersebut berbentuk tabungan dan investasi maka zakat tersebut yakni dihiutng 2,5% x jumlah harta yang tersimpan selama satu tahun. Contohnya selama satu tahun Anda memiliki jumlah kekayaan dari tabungan dan properti sebanyak Rp. 500.000.000 x 2,5%. Sehingga harta yang harus Anda keluarkan untuk berzakat adalah Rp. 12.500.000 (dua belas juta lima ratus ribu rupiah).

  • Nishab Emas

    Membeli Rumah (persindo.com)
    Membeli Rumah (persindo.com)

Jika Anda memiliki harta emas, yang wajib di keluarkan sebagai zakat bila emas yang Anda miliki sudah mencapai 20 dinar  atau dalam ukuran saat ini yaitu 85 gram emas murni. Emas tersebut dibayarkan zakat jika sudah tersimpan selama satu haul (satu tahun). Penghitungannya harga 85 gr x 2,5 %.  Anda bisa menzakati emas tersebut atau dengan uang yang seharga emas yang Anda zakat kan.

  • Nishab Perak

    Harta Perak (id.aliexpress.com)
    Harta Perak (id.aliexpress.com)

Nishab perak ketika sudah mencapai 200 dirham atau setra dengan 595 gram. Cara penghitungannya sama dengan emas yakni diambil 2,5 % dari emas tersebut.

  • Nishab Binatang Ternak

    Hewan Ternak (pixabay.com)
    Hewan Ternak (pixabay.com)

Untuk zakat binatang ternak sama dengan yang perhitungannya. Binatang ternak yang dizakat pun haruslah binatang ternak yang digembalakan atau mencari makanan sendiri. Jika binatang ternak yang dimiliki makannya dicarikan, maka tidak wajib untuk di bayarkan zakatnya.

Hewan ternak yang di bayarkan zakatnya adalah onta, sapi, kambing.

  1. Onta

Jika hewan ternak tersebut onta bisa di bayarkan zakat ketika sudah mencapai 40 ekor onta. Maka yang di bayarkan zakatnya adalah satu ekor onta. Jika onta berjumlah 120 ekor, maka nishab onta adaah 5 ekor.

2. Sapi

Sapi akan dibayarkan zakat ketika Anda memiliki sapi hingga 30 ekor. Jika tidak lebih dari 30 ekor maka tidak perlu di zakati. Jika Anda memiliki 30-39 ekor maka sapi yang wajib di bayar zakatnya adalah 1 ekor tabi atau tabiah (tabi adalah sapi jantan berumur satu tahun, tabiah sapi betina berumur satu tahun). jika memiliki lebih 40-59 ekor maka sapi yang harus dibayarkan zakatnya adalah 1 ekor musinah (sapi betina berusia dua tahun).

3. Kambing

Kambing harus anda bayarkan zakat ketika Anda memiliki kambing sebanyak 40 ekor. Maka Anda wajib membayarkan zakatnya sebanyak 1 ekor kambing. Jika Anda memiliki 120 ekor kambing, maka yang di zakati adalah 2 ekor kambing, jika memiliki 201-300 ekor kambing yang dibayarkan zakatnya sebanyak 3 ekor.

  • Nishab Hasil Pertanian

    Hasil pertanian (benyaminlakitan.com)
    Hasil pertanian (benyaminlakitan.com)

Hasil pertanian jika mencapai angka lima wasaq dan satu wasaq setara dengan 60 sha maka hasil pertanian tersebut wajib untuk dikeluarkan zakatnya. 60 sha setara dengan 2,175 kg atau 3 kg.

Sehingga nishab zakat yang harus dikeluarkan jika dalam hitungan saat ini 300 sha x 3 kg = 900 kg. Atau jika hasil pertnian mencapai 900 kg. Jumlah zakat yang dibayarkan dari hasil pertanian berbeda dengan menghitung zakat lainnya.  Sebab hasil pertanian jika perkebunan yang dijadikan pertanian dengan disirami oleh alat penyiram zakatnya tersebut sebesar 5 %. Namun jika pertanian pengairannya menggunakan air hujan maka zakatnya sebesar 10 %.

  • Nishab Barang Perdagangan

    Barang Dagangan (pixabay.com)
    Barang Dagangan (pixabay.com)

Cara menghitung nishab barang dagangan dengan menghitung jumlah nilai barang dengan harga beli. Lalu dijumlah dengan keuntungan bersih dan setelah dipotong hutang.

Misal seorang pedagang memiliki barang dagangan atau modal sebesar Rp. 10.000.000 dan laba yang ia peroleh sebesar Rp. 3.000.000. Namun ia memiliki hutang sebesar Rp. 2.000.000.

Hitungannya. Rp. 10.000.000 – Rp. 2.000.000 = Rp. 8.000.000

Lalu dihitung jumlah harta yang ahrus di zakati Rp. 8000.000 + Rp 3.000.000 = Rp. 11.000.000.

Zakat yang harus pedagang bayar adalah : Rp. 11.000.000 x 2,5% = Rp. 275.000.

Agar Anda mendapatkan keterangan yag lebih jelas. Anda bisa langsung datang saja untuk menyalurkan zakat Anda ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdapat di kota-kota Anda. Anda bisa mengunjungi salah satu LAZ yang terpercaya menyalurkan zakat kepada para mustahiq yang tepat yakni melalui IZI (Inisiatif Zakat Indonesia).

IZI Zakat
IZI Zakat

Anda juga dapat menghubungi melalui call centre 1500047 atau dengan membuka situs www.izi.or.id.  Anda juga bisa mengunjungi kantor-kantor cabang maupun gerai zakat IZI yang ada di dekat rumah Anda.

loading...

LEAVE A REPLY