Makanan pendamping ASI (MPASI) sebaiknya diberikan saat usia bayi 6 bulan.

Gulalives.co, JAKARTA – Kita tentu kerap dengar bahwa bayi sebaiknya hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI) saja pada usia nol hingga 6 bulan pertama. Di usia ini ASI sudah cukup memenuhi kebutuhan bayi.

Nah, setelah usia 6 bulan, si bayi dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Meski ada anjuran memberikan MPASI saat bayi berusia 6 bulan, namun banyak orang memberikan makanan padat pada bayi bahkan saat bayi masih berusia kurang dari empat bulan.

Sebaiknya hindari memberikan makanan padat atau minuman selain ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Hal ini tentu saja ada alasannya: Pada usia ini, bayi lebih berisiko mengalami alergi, terutama pada makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti.

Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: emaksuper
Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: emaksuper

Pertumbuhan tiap bayi memang unik sehingga tidak dapat dibandingkan antara satu sama lain, namun terdapat ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI yang bisa jadi panduan Bunda.

Bayi Bunda mungkin akan menunjukkan sejumlah tanda-tanda berikut ini saat dia membutuhkan MPASI:

1. Bayi mulai tertarik pada makanan yang sedang Anda konsumsi.

2. Dia dapat menelan makanan. Jika tidak, dia akan mengeluarkan makanan itu kembali ke luar dari mulut.

3. Bayi mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya.

4. Dia dapat duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepalanya telah tersangga oleh tubuh dengan baik.

Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: makananbayi.org
Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: makananbayi.org

Meski sama-sama mengonsumsi makanan padat seperti orang dewasa, namun pemberian makanan pada bayi harus dilakukan secara berbeda. Berikut ini dapat menjadi panduan dalam memberikan MPASI kepada bayi.

1. Ajak si Kecil makan bersama-sama bersama keluarga di meja makan. Balita cenderung untuk meniru yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, sehingga nantinya dia akan mencoba mulai makan dengan tertib. Tempatkan bayi pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan sabuk pengamannya jika ada.

2. Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat, awali dengan memberikan sebanyak beberapa sendok teh makanan, sehari sekali. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari.

3. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia memang belum tertarik pada saat ini, bukan berarti dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.

4. Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya. Namun untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri.

5. Hindari menambahkan MSG atau penambah cita rasa, gula, maupun garam ke dalam makanannya. Semua bahan tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan dan membuat mereka menginginkan kadar yang lebih tinggi ketika berusia lebih dewasa.

Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: mamalink.com.my
Kenali tanda-tanda bayi siap diberi makanan pendamping ASI (MPAS).Foto: mamalink.com.my

6. Cobalah untuk merasakan dulu makanan yang akan disuapkan kepada bayi, terutama makanan panas, namun sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.

7. Harus diingat ya Bunda, bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.

8. Bersiaplah dengan kondisi saat makan karena bayi akan antusias untuk mengaduk-aduk dan mengacaukannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting bagi perkembangannya. Bunda bisa menyiapkan alas plastik untuk melapisi meja dan lantai di sekitar tempatnya makan.

9. Sebaiknya gunakan perlengkapan makan yang tidak terbuat dari kaca sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.

10. Pakaikan celemek pada lehernya untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulut.

Semoga berguna ya Bunda. (VW)

 

LEAVE A REPLY