Gulalives.co, Bogor – Semakin hari, jumlah lapangan pekerjaan semakin sedikit. Menjadi pengusaha dengan modal sedikit menurut sebagian orang adalah hal yang tidak mungkin. Eits, jangan khawatir, kamu bisa memanfaatkan permintaan pasar saat ini loh. Dengan modal yang tidak terlalu besar, kamu sudah bisa menjadi seorang pengusaha dadakan.

Tapi apa sih Bisnis yang tidak membutuhkan modal yang besar dan sesuai dengan kebutuhan pasar? Bisnis ikan lele bisa menjadi jawabannya. Kamu lihatkan semakin hari semakin banyak pedagang pecel lele. Tentu saja para pengusaha pecel lele membutuhkan distributor yang siap mendistribusikan ikan lele setiap harinya.

Lalu, bagaimana cara kita melakukan budidaya ikan lele apabila kita tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat kolam ternaknya. Kamu bisa menggunakan terpal.

Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. lahan yang digunakan berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi Lebih Produktif. keuntungan dari kolam terpal adalah terhindar dari hewan pemangsa ikan, hewan piaraan, ikan terlihat lebih cerah, dan ular sawah.

Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk pemanenan dan dapat mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai usia ikan. dapat dijadikan peluang usaha skala kecil dan besar, Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam. Berikut ini kiat untuk memulai budidaya ikan lele menggunakan terpal.

1. Konstruksi Kolam

kolam ikan lele terpal2

Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan berangsung dewasa. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air berwarna hijau. air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air.

2. Pengaturan Kualitas Air

kolam ikan lele terpal1

Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka perlu tambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga).

Warna air yang terbaik bagi ikan lele berwarna hijau menunjukkan bahwa kualitas air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka air jernih. Dan air akan berubah merah ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen.

3. Tingkat Kejernihan Air

kolam ikan lele terpal

Pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. pakan alam lele di malam hari menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini juga didukung dari bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar mulut. Fungsi ini berguna untuk meraba makanan.

Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin, yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup air berlumpur tersebut. Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan sembarangan air ke dalam kolam.

Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau.

Setelah kamu sudah mempersiapkan air yang kolam yang terbuat dari terpal, kamu wajib melakukan pemilihan ikan lele yang baik.

1. Pilihlah Bibit Lele Terbaik

bibit lele

Bibit menjadi salah satu perhatian khusus untuk menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan lele, terdapat jenis jenis ikan lele populer yang menjadi primadona para peternak lele. Tetapi walaupun banyak terdapat jenis jenis ikan lele unggulan tetap saja harus kembali memilih bibit bibit yang bagus agar kedepannya dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan untung besar dari bisnis budidaya lele. Tidak semua bibit yang dihasilkan jenis unggulan juga unggul semua, tetap harus dipilih pilih lagi dengan beberapa kriteria tertentu.

2. Pakan Lele

Pakan Lele

Hal ini kunci sukses berwirausaha budidaya ikan lele yaitu, karena lele bisa tumbuh dan cepat panen tergatung dari pakan yang telah kita berikan sehari-hari. Lele tidak seperti ikan air tawar lainnya yang mempunyai karakter aktif mencari makanan untuk kelangsungan hidupnya. Jadi kegagalan pada para pembudidaya ikan lele karena mereka sembrono dalam memberikan pakan lele nya. Memberi makan lele dilakukan tiga kali sehari, yakni pukul 07.00 pagi, 17.00 sore, dan 22.00 malam. Jangan memberi pakan terlalu berlebihan karena jika tak termakan oleh lele, sisa makanan tersebut akan mengendap di dasar kolam dan memunculkan penyakit bagi ikan lele, untuk itu para mitra budidaya harus cermat dalam pembelian dan pemberian pakan untuk ikan lele.

Itu saja yang perlu kamu pelajari apabila ingin membuat budidaya ikan lele. Gimana? Cukup mudah kan. Selamat mencoba ya

 

 

loading...

LEAVE A REPLY