Jika ibu ingin tetap berpuasa selama menyusui, simak beberapa tips agar ASI lancar (Foto: Mwht)

Gulalives.co, JAKARTA – Islam memberikan keringanan bagi ibu menyusui untuk tidak puasa. Jika ibu ingin tetap berpuasa selama menyusui, simak beberapa tips agar ASI lancar.

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Depok membahas tema “Tips Lancar Menyusui saat Puasa Ramadhan” lewat kultwit di akun @aimi_depok. Tema kali ini dirasa penting dibahas mengingat umat Islam di seluruh dunia tengah memasuki bulan Ramadhan. Tema ini diangkat oleh Astrid Primayuda, konselor laktasi AIMI Depok yang juga ibu dari dua putri.

Astrid Primayuda, konselor laktasi AIMI Depok yang juga ibu dari dua putri (Foto: astridprimayuda/twitter)
Astrid Primayuda, konselor laktasi AIMI Depok yang juga ibu dari dua putri (Foto: astridprimayuda/twitter)

Yuk, simak kultwitnya dengan tema “Tips Lancar Menyusui saat Puasa Ramadhan”. Terdapat 17 poin berikut ini:

1. Puasa ramadhan tetap wajib bagi ibu menyusui.

2. Alhamdulillah, Islam memberikan keringanan bagi ibu menyusui untuk tidak puasa.

3. Ibu menyusui bisa tetap berpuasa. Tapi ada hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.

4. Menurut penelitian, puasa dalam waktu yang tidak berkepanjangan sebenarnya tidak mengurangi asupan nutrisi dan produksi ASI.

(Foto: Keyword-suggestions)
(Foto: Keyword-suggestions)

5. Jadi, jangan khawatir karena ibu tetap bisa menjalankan ibadah puasa dan menyusui tanpa takut produksi dan kualitas ASI menurun.

6. Karena perubahan jadwal makan bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsi pun ikut berubah.

7. Yang penting, ibu menyusui tetap makan tiga kali sehari dan secara disiplin mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

8. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa, dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih…

(Foto: Papasemar)
(Foto: Papasemar)

9. Ibu menyusui membutuhkan tambahan kalori. Jumlahnya sekitar 700 kalori per hari.

10. 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu.

11. Usahakan perbanyak konsumsi cairan, saat berbuka dan sahur.

12. Jika bisa, minum air putih selama sehari sebanyak 2 liter ditambah dengan jus buah, teh manis hangat, dan susu.

(Foto: Venerologiya)
(Foto: Venerologiya)

13. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

14. Untuk menjaga stamina dan produksi selama ibu menyusui menjalankan ibadan puasa, usahakan untuk dapat beristirahat dengan cukup.

15. Karena salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kualitas ASI adalah dengan istirahat yang cukup.

16. Jangan memaksakan bila ibu tidak sanggup atau merasa khawatir dengan kesehatan diri sendiri maupun bayi.

17. Bagaimanapun, puasa bagi ibu menyusui dapat digantikan dengan fidyah ataupun puasa di hari-hari lainnya.

(Foto: 1epicmom)
(Foto: 1epicmom)

Selanjutnya, seperti dikutip laman aimi-asi.org, pilihan antara berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa di kala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain.

Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan. Maka dari itu, cara menggantinya selain membayar puasa–seperti cara orang tua–yaitu dengan membayar fidyah.

(Foto: Babiesmagz)
(Foto: Babiesmagz)

Cara kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan tiga kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan tiga kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya, “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”.

LEAVE A REPLY