Umar bin Khattab Pemimpin yang adil (edubuku.com)

Gulalives.co, Depok– Nama Umar Bin Khattab sudah sangat populer bagi umat muslim di seluruh dunia. Umar bin Khattab merupakan khalifah kedua. Kisahnya pun sudah sering kita dengar dari para ustad, ulama, dan buku-buku tentang islam.

Umar bukanlah seorang yang lahir dalam keadaan Islam. Ia sempat merasakan kehidupan kejahiliyah di Mekkah. Sebab, umar terlahir dari Suku Bani Adi, salah satu suku Quraisy yang terbesar di Mekkah saat itu. Umar bukanlah seseorang yang terlahir dari keluarga yang biasa, ia merupakan salah satu anak di sukunya yang cukup cerdas, ia dapat membaca dan juga ia bisa menulis. Dimana kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang langka di zamannya.

Meskipun pada awalnya sosok Umar bin Khattab merupakan penentang agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Ia sangat beringas dan tegas untuk tidak menerima agama Muhammad. Tetapi karena keyakinan hati dan hidayah dari Allah Umar pun mempercayai agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

Sebelum masuk Islam Umar bin Khattab memang sudah menjadi orang yang disegani oleh orang-orang Mekkah. Sebab, Umar merupakan sosok yang pemberani, tegas, dan memiliki tubuh yang kekar. Sebagai teladan bagi kaum muslimin, banyak sifat-sifat dari Umar bin Khattab yang wajib kita ikuti.

#1. Umar bin Khattab Bukan Sosok Gila Harta

Ilustrasi Harta
Ilustrasi Harta

Umar memang terlahir dari keluarga yang berada. Namun ketika ia masuk islam ia lebih memilih untuk meninggalkan nikmat dunia dan mencari amalan untuk di akhirat kelak. Umar pun dikenal sebagai orang yang dermawan. Bahkan ketika ia mendapatkan harta rampasan perang yang sudah dibagikan secara adil oleh Rasul, Umar menolaknya.

Umar mengatakan bahwa lebih baik harta rampasan perang untuknya yang berupa kebun pertanian, untuk diberikan kepada para fakir miskin. Ia mengatakan harta rampasan perang tersebut lebih baik diberikan kepada orang yang lebih miskin dari dirinya. Bahkan Umar sering menggunakan hartanya untuk membebaskan para hamba sahaya dan budak-budak yang disiksa oleh para majikan.

#2. Umar bin Khattab Pemimpin yang Tanggung Jawab dan Adil

Umar bin Khattab Pemimpin yang adil (edubuku.com)
Umar bin Khattab Pemimpin yang adil (edubuku.com)

Pada suatu waktu Umar menjadi Khalifah ia selalu berjalan keliling untuk mengetahui kondisi rakyatnya. Umar bukanlah sosok pemimpin yang hanya berdiam diri dan hanya menunggu laporan. Namun Beliau sosok yang selalu ingin tahu keadaan rakyatnya.

Suatu waktu Umar sedang berkeliling dengan sahabatnya yang bernama Aslam. Lalu, mereka berdua ketika sedang berjalan mendengar suara tangisan anak kecil. Umar dan Aslam pun mencari suara tersebut, hingga berhenti di sebuah rumah yang kecil.

Lalu didalam rumah tersebut Umar melihat seorang ibu yang sedang memasak. Umar pun bertanya kepada ibu tersebut mengapa anaknya menangis dan ibu tersebut tetap memasak. Ibu tersebut pun mengatakan anaknya menangis karena kelaparan. Lalu, Umar mengapa anak kelaparan sang ibu tidak selesai memasak. Akhirnya Umar melihat apa yang sedang di masak ibu tersebut.

Umar pun kaget, yang di masak adalah batu. Akhirnya pada saat itu Umar kembali ke rumah dan mengambil satu karung gandum untuk diserahkan kepada ibu tersebut agar anaknya tidak kelaparan.

Khalifah Umar bin Khattab juga dikenal sebagai pemimpin yang adil, dalam menegakkan keadilan Umar tidak pernah memandang siapapun. Meski yang berbuat salah adalah saudaranya sendiri maupun orang yang disegani. Keadilan yah keadilan.

#3. Umar bin Khattab Pemimpin yang Pemberani

Umar Sosok yang Berani
Umar Sosok yang Berani

Keberanian Umar memang sudah dikenal sejak ia belum masuk Islam. Maka ketika ia memeluk agama Islam keberaniannya digunakan untuk membela Rasulullah yang selalu mendapat intimidasi dari orang-orang Quraisy.

Keberanian Umar ditunjukan ketika ia dan kaum muslimin ingin hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu semua umat muslim hijrah dengan sembunyi-sembunyi. Tetapi Umar tidak melakukannya dengan sembunyi-sembunyi.

Ia pun ketika itu menemui para pemuka Quraisy sambil berkata : “Siapa yang ingin ibunya mati nelangsa, anaknya jadi yatim, dan istrinya menjadi janda, maka silahkan menghadapi aku di balik lembah ini, dengan syarat tidak ada seorangpun yang menyertainya. “

Setelah Umar berkata seperti itu, tidak ada satupun kaum Quraisy yang berani menghadangnya untuk hijrah ke Madinah.

#4. Umar bin Khattab Sosok Pemimpin yang Sederhana

Umar Pemimpin yang Sederhana (suaranetizen.com)
Umar Pemimpin yang Sederhana (suaranetizen.com)

Kesederhanaan Umar sebagai seorang Khalifah sudah terlihat ketika ia enggan untuk tinggal di tempat yang mewah. Ia lebih memilih untuk tinggal di rumah sederhana, bahkan kasur rumahnya pun hanya terbuat dari pelepah kurma.

Kesederhanaan Umar terlihat kembali ketika ia menolak untuk dinaikkan gajinya sebagai Khalifah. Umar menjadi Khalifah hanya mengambil bagian kecil yang hanya digunakan untuk keperluan rumah tangganya dan untuk makannya.

loading...

LEAVE A REPLY