Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Foto: hello-pet

Gulalives.co, JAKARTA – Tampaknya Angkasa Pura II (AP II) bakal membatalkan penggunaan kata ‘ultimate’ di belakang nama terminal 3 yang baru. Nama Terminal 3 Ultimate sudah didengungkan sejak lama dan digadang bakal saingi Bandara Changi, Singapura.

Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero) Agus Haryadi tidak menjelaskan secara rinci alasan pembatalan nama terminal bandara yang menelan investasi Rp7 triliun itu. “Kami tegaskan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini hanya terdapat Terminal 1, 2, dan 3,” ujar Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/6).

Agus lantas menjelaskan asal mula penamaan Terminal 3 Ultimate. Menurutnya, nama itu dipilih agar masyarakat bisa membedakan terminal 3 yang baru dengan terminal 3.yang sudah ada.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Foto: sycrapercity
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Foto: sycrapercity

Pada 2009, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Terminal 3 existing. Namun beberapa tahun kemudian, AP II mengembangkan terminal tersebut dengan membangun bangunan yang lebih besar dan megah.

“Arti dari kata ‘ultimate’ itu sendiri adalah bahwa pengembangan yang dilakukan di Terminal 3 kali ini sudah paling maksimal, tidak bisa lebih dari yang sudah berdiri saat ini.” kata Agus.

Terminal 3 baru itu memiliki luas bangunan 422.804 meter persegi dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahunnya.

Di dalam, ada 28 gates yang terdiri dari sepuluh gate penerbangan internasional dan 18 gate penerbangan domestik.

Awalnya, terminal baru Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu akan dioperasikan pada 20 Juni 2016 kemarin. Namun lantaran dianggap belum memenuhi syarat, maka pengoperasiannya ditunda setelah Lebaran nanti.

Angkasa Pura II menerima keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang belum mengizinkan Terminal 3 Ultimate beroperasi pada 20 Juni 2016.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Foto: sycrapercity
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Foto: sycrapercity

Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarat lantaran belum bisa mengoperasikan Terminal 3 Ultimate pada masa mudik Lebaran 2016.

“Terimakasih atas dukungan masyarakat , maaf belum bisa melayani arus mudik , insyaallah AP II akan melayani masyarakat dengan baik pasca Lebaran,” ujar Budi dalam keterangan tulisnya.

Menurut Budi, pihaknya akan mengupayakan perbaikan peralatan di Terminal 3 Ultimate sehingga mencapai standar keamanan. “Masalah seperti tower yang tengah di buat SOP (standard operational procedure-red) -nya dan genset yang sedang kami sempurnakan,” kata dia.

Kemenhub memutuskan tidak memberikan izin pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 20 Juni, karena saat melakukan uji coba kelistrikan, Kemenhub menemukan ada masalah pada sistem jaringan listrik di terminal bandara itu.

Temuan tersebut yakni tidak berjalannya sistem kelistrikan saat uji coba menggunakan genset. Aliran listrik tidak sampai ke terminal namun berhenti di panel distribusi. Padahal saat dlakukan uji coba menggunakan aliran listrik PLN, sistem berfungsi dengan baik.(VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY