Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: bustle

Gulalives.co, JAKARTA – Selingkuh. Satu kata ini ibarat bom yang dijatuhkan dalam sebuah hubungan. Segalanya porak poranda jika salah satu pihak melakukan perselingkuhan, baik sengaja maupun kebetulan.

Tak ada orang yang rela diselingkuhi oleh pasangan karena rasanya seperti dikhianati. Namun, ada sebuah benteng yang menjauhkan pria dari jerat perselingkuhan jika ia cukup memiliki cadangan hormon cinta.

Hormon cinta itu disebut oksitosin yang dikenal memperkuat ikatan antar pasangan. Hormon ini ternyata juga mendorong perluasan wilayah pribadi atau personal space sehingga menghalau wanita yang dianggap menarik. Mekanisme ini hanya terjadi pada orang yang tengah menjalin hubungan asmara.

Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: huffingtonpost.ca
Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: huffingtonpost.ca

Dikatakan Rene Hurlemann dari Universitas Bonn di Jerman, penelitian sebelumnya terhadap tikus prairi menemukan oksitosin sebagai kunci utama untuk kesetiaan monogami pada hewan. “Di sini kami menyediakan bukti untuk pertama kalinya bahwa oksitosin juga memiliki fungsi yang sama pada manusia,” kata Rene Hurlemann seperti dikutip laman Live Science.

Tikus prairi dikenal hanya punya satu pasangan seumur hidupnya. Hormon oksitosin lah yang membantu menjaga tikus ini untuk setia kepada pasangan. Hurlemann menemukan bahwa efek serupa ternyata juga ditemukan pada manusia.

Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: playbuzz
Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: playbuzz

Oksitosin dikenal memicu munculnya ikatan antar pasangan serta antara ibu dan anak. Namun di sisi lain, hormon ini juga memiliki sisi gelap, yaitu membuat seseorang jadi kurang percaya ketika menghadapi orang asing, bahkan dapat meningkatkan kecenderungan agresi dalam beberapa situasi.

Dalam penelitian ini, sebanyak 86 pria heteroseksual direkrut dan dipilah secara acak untuk diberi semprotan oksitosin atau semprotan plasebo. Para peserta kemudian diminta mengukur tingkat kenyamanannya dengan wanita asing yang secara umum dianggap cantik dan menarik.

Pada eksperimen pertama, para peserta diminta mendekati atau didekati oleh wanita cantik. Para peserta diberitahu untuk menahan posisi berdirinya atau menghentikan pendekatannya pada jarak di mana ia merasa nyaman untuk bercakap-cakap.

Pada percobaan kedua, para pria diminta menggunakan joystick. Ketika melihat gambar yang dirasa menyenangkan, para peserta diminta menarik joystick ke arahnya. Ketika gambar dirasa tidak menyenangkan, maka joystick harus didorong menjauh.

Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: katabijakcinta
Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: katabijakcinta

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa status hubungan amat mempengaruhi pendekatan dan penilaian para pria. Pria berpacar atau beristri yang mendapat oksitosin lebih banyak menjaga jarak dengan wanita cantik dibandingkan pria yang mendapat plasebo (sebagai kontrol).

Pria jomblo yang diberi plasebo umumnya menjaga jarak sekitar 50-60 cm dari wanita yang dianggap menarik. Namun pada pria yang telah memiliki pacar atau istri, jaraknya bisa mencapai 70-75 cm jauhnya. Efek ini tidak muncul apabila yang dihadapi adalah sesama pria.

Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: female.kompas
Adanya hormon cinta alias oksitosin bisa menjauhkan pria dari keinginan selingkuh. Foto: female.kompas

Dari hasil eksperimen kedua, pria yang tengah menjalin hubungan dan mendapat oksitosin juga lebih lambat menanggapi foto-foto wanita cantik dibandingkan pria yang masih jomblo alias lajang.

Hal ini menunjukkan bahwa oksitosin pada pria yang telah menjalin hubungan dapat meningkatkan kesetiaannya kepada pasangan. Jadi jika menemukan pria yang ternyata doyan selingkuh, mungkin dia kurang banyak menghasilkan hormon oksitosin. Penelitian ini sudah dipublikasikan di Journal of Neuroscience.

Nah, berikan perhatian kepada pasangan agar produksi hormon oksitosinnya melimpah dan membuatnya makin mencintaimu. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY