Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: vemale

Gulalives.co, SEMARANG – Jika Anda sering merasa bosan dan tak puas dengan pekerjaan saat ini yang rasanya tak menantang, maka ada baiknya untuk mencari kerja lain. Alasannya karena hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan secara mental dan fisik.

Dari segi kesehatan mental studi sebelumnya telah membuktikan bahwa pekerjaan berkualitas rendah dapat membuat seseorang lebih rentan terkena stres, kecemasan, dan emosi negatif lainnya. Sementara itu dari segi kesehatan fisik ada studi terbaru yang menunjukkan bahwa otak juga bisa terpengaruh.

Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: tribunnews
Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: tribunnews

Para peneliti di Florida State University menemukan bahwa memiliki pekerjaan yang membosankan dan lingkungan kerja yang tak sehat, keduanya memiliki efek kognitif jangka panjang pada pekerja. Kurangnya rangsangan otak di tempat kerja, dapat menyebabkan penurunan fungsi otak di kemudian hari, yang mempengaruhi kemampuan orang untuk menyelesaikan tugas-tugas, mengatur waktu dan menyimak.

Jangan Sampai Sikap Bossman Menganggu Pekerjaan (merahputih.com)
Jangan Sampai Sikap Bossman Menganggu Pekerjaan (merahputih.com)

Di masa lalu, para peneliti telah dibagi pada bagaimana bekerja di tempat yang tak sehat atau kotor, dan bekerja di lingkungan yang tidak menstimulasi bagian besar otak sebagai orang yang sudah berumur. Peneliti utama Dr Joseph Grzywacz mengatakan studi baru itu penting karena keduanya memainkan peran penting dalam kesejahteraan kognitif jangka panjang.

Gambar via: www.gobankingrates.com
Gambar via: www.gobankingrates.com

Grzywacz dan timnya menggunakan data fungsi kognitif dari hampir 5000 orang dewasa yang bekerja, untuk berpartisipasi dalam penelitian ‘Midlife in the United States’. Para ilmuwan meneliti tempat kerja tiap individu dan kemampuan mereka untuk mempertahankan, serta kemudian menggunakan informasi yang telah mereka pelajari.

Setelah dianalisis peneliti mendapati kompleksitas bekerja yang lebih besar–seperti belajar keterampilan baru atau mengambil tantangan pekerjaan baru–menghasilkan performa kognitif yang baik pada saat tua. Hal ini terutama terlihat signifikan pada pekerja wanita, seperti ditulis laman Daily Mail, Rabu (22/6/2016).

Gambar via: www.sott.net
Gambar via: www.sott.net

“Hal yang perlu ditekankan di sini adalah ketika ada penurunan penggunaan kemampuan kognitif, hal tersebut terkait dengan penuaan yang lebih cepat. Jika tidak menggunakan kemampuan otak, Anda makin lama akan kehilangan kemampuan terbaik,” tutur pimpinan studi, Joseph Grzywacz.

Peneliti juga melihat kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas, mengatur waktu, dan menyimak. Dari hasil penelitian mereka ini ditemukan kompleksitas kerja yang lebih besar, seperti belajar keterampilan dan mengambil tantangan baru, mengakibatkan kinerja kognitif akan lebih kuat pada orang saat mereka sudah berumur. Hal ini berlaku terutama pada wanita.

Gambar via: www.huffingtonpost.com
Gambar via: www.huffingtonpost.com

Peserta penelitian ini pun turut diminta perihal masalah memori yang telah mereka alami.”Masalah praktis di sini adalah penurunan kognitif yang terkait dengan penuaan dan pikiran, jika Anda tidak menggunakannya, Anda akan kehilangan itu,” kata Dr Grzywacz.

Dilansir dari Daily Mail, Studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine ini pun menemukan bahwa lingkungan kerja yang kotor pun terkait dengan penurunan kognitif di kemudian hari.
“Para psikolog mengatakan bahwa otak adalah otot, jadi jika Anda tidak menggunakannya, Anda kehilangan itu, sementara poin pada industri higienis menunjukkan bahan kimia di lingkungan kerja dapat juga menyebabkan penurunan fungsi otak,” katanya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY