Gulalives.co, SEMARANG – Perseroan Terbuka Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance meningkatkan pemahaman jaminan fidusia bagi nasabah lembaga keuangan karena selama ini masih banyak yang tidak paham mekanisme yang berlaku.

“Kami berharap melalui kegiatan ini kami dapat memberikan pengetahuan yang lebih dalam mengenai penerapan strategi pelaksanaan fidusia dan dapat menjalin kerja sama yang lebih baik lagi dengan pihak hukum,” ujar  Direktur Marketing WOM Finance Simon Tan, saat berbincang dengan wartawan di sela seminar teknik pengamanan eksekusi jaminan fidusia berdasarkan peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011 di Hotel Ashton, Semarang, Selasa (21/6/2016) kemarin.

wom1Dikatakan Simon, seminar diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi seluruh pihak, dimana dalam pelaksanaan di lapangan masih ada kekurangan dalam menjalankan aturan tersebut. “Sehingga dengan memahami peraturan fidusia ini harapannya saat kami melakukan tindakan eksekusi sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tandasnya.

Saat ini, kata Simon, dirinya mengakui permasalahan yang berhubungan dengan fidusia masih sering terjadi. Fakta di lapangan, masih banyak konsumen yang melakukan pindah tangan barang yang dikreditnya kepada pihak lain.

“Mereka tanpa merasa bersalah melakukan itu, padahal over alih seperti itu menyalahi aturan. Jadi kami juga ingin masyarakat paham terhadap kondisi tersebut karena kami sendiri juga tidak ingin salah langkah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah WOM Finance Jateng-DIY Donny Ardianto Pribadi berharap dengan adanya seminar tersebut ada persamaan pemahaman mengenai fidusia.”Pada dasarnya kami ingin mengikuti peraturan yang berlaku, kami ingin taat hukum,” katanya.

Seminar FidusiaMenurut Donny, permasalahan terkait jaminan fidusia di Jateng sendiri cukup bagus, karena para nasabah yang masih gagal membayar WOM finance cenderung masih sedikit. “Sejauh ini penerapan peraturan tentang fidusia yang kami lakukan cukup bagus karena tingkat gagal bayar untuk WOM Finance Jateng-DIY masih di bawah 3 persen,” ujar Donny.

Sementara, Analis Kebijakan Madya Divhumas Polri Kombes Polisi Rikwanto yang menjadi pembicara dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa dengan adanya seminar Fidusia tersebut, bisa menjadi gambaran, terutama bagi pihak kepolisian, dalam kaitannya dengan pelaksanaan eksekusi. “Dengan adanya seminar ini, diharapkan pihak kepolisian bisa lebih memahami hal-hal terkait pelaksanaan eksekusi (fidusia),”kata mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya ini.

Sebagai infomasi, Jaminan Fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh debitur kepada kreditur untuk menjamin pelunasan hutangnya.

Jaminan Fidusia diatur dalam Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Jaminan fidusia ini memberikan kedudukan yang diutamakan privilege kepada penerima fidusia terhadap kreditor lainnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY