Gulalives.co, Depok – Binatang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berbeda dengan manusia. Perbedaaanya terletak pada akal dan pikiran. Tapi apakah kamu terbayang sebelumnya dijaman yang canggih ini para binatang juga memiliki pekerjaan yang luar biasa. Mereka dididik untuk membantu pekerjaan manusia. Berikut ini adalah binatang pekerja keras.

1. Anjing Tim SAR ( Rescue Dogs)

search and rescue dogs

Pernah melihat film kartun Saint Bernard yang berhasil menyelamatkan wisatawan hilang dengan menenggak sedikit brendi dari tong mini yang diikat di leher anjing tersebut ? Kejadian tersebut adalah nyata. Tong mini adalah sebuah mitos, tetapi biarawan di Great St. Bernard Pass di Pegunungan Alpen Barat mempekerjakan anjing St Bernard sebagai pengawas pada tahun 1600-an. Para biarawan telah menemukan bahwa anjing mampu bertahan di cuaca dingin dan memiliki kemampuan penciuman hidung yang bisa menuntun para biarawan ke tempat wisatawan terdampar. Mereka segera mulai mengerahkan anjing dalam misi-misi penyelamatan. Barry, seekor anjing St. Bernard yang hidup antara 1800 dan 1814, dikatakan telah menyelamatkan 40 nyawa manusia, meskipun tidak ada catatan yang otentik. Namun sekarang Barry menjadi pahlawan nasional dimana tubuhnya dipamerkan di Natural History Museum di Berne, Swiss.

2. Lumba-Lumba Penyapu Ranjau (Mine-sweeping Dolphins)

dolphins

Sejak lama sekali, angkatan Laut Amerika Serikat telah lama menggunakan lumba-lumba (serta singa laut) untuk memulihkan peralatan di air dalam, patroli pelabuhan untuk mencari penyusup bawah air dan menemukan benda mencurigakan. Mungkin atribut lumba-lumba ‘yang terbesar adalah kemampuan mereka untuk echolocate (gelombang suara memantul dari suatu obyek untuk “melihat”).Kelebihan lumba-luma ini sangat berguna untuk mencari ranjau dalam gelapnya sebuah perairan yang kaya sedimen. Beberapa armada lumba-lumba dilatih untuk mencari ranjau dan menandainya sehing manusia dapat mudah untuk menghilangkan atau meledakkannya.

3. Burung Pemancing Cormorant (Fishing Cormorant)

cormorants

Cormorants adalah “nelayan alam”, menyelam dan meraup ikan dengan paruhnya panjang. Khusus di nelayan Jepang dan China, burung air besar dan hitam ini berlaku sebagai penjaring ikan hidup.
Perjalanan tradisional burung ini dimulai dengan obor untuk menerangi air dan menarik ikan. Nelayan mengikat tali senar di sekitar pangkal leher burung ini sehingga burung ini tidak akan mampu menelan ikan besar. Tetapi pada saat burung menangkap ikan yang besar maka nelayan segera menarik burung itu kembali ke rakit dimana burung tersebut memuntahkan ikan keluar.

4. Singa laut Peneliti (Sea Lion Scientists)

sea lion

Dengan keterbatasannya Manusia dalam menjelajahi laut terbuka. Dikarenakan Manusia tidak bisa menyelam dan bernapas di bawah laut lebih lama. Sementara itu kapal selam berawak robot sangat mahal dan kompleks.
Jadi untuk memetakan laut biru, para peneliti kini meminta bantuan ke hewan yang hidup di sana. Singa laut, kura-kura laut, hiu dan tuna termasuk makhluk hidup yang dimanfaatkan oleh program Tagging of Pacific Predators, sebuah proyek multi-lembaga yang telah melacak lebih dari 2.000 hewan. Tag kecil mengirim data mengenai suhu laut, salinitas, kedalaman dan lain-lain ke ilmuwan melalui satelit. Beberapa informasi memberitahukan peneliti tentang hewan dan data lain yang berguna untuk pemetaan ekosistem laut yang berbeda. Dengan kata lain, Tagging of Pacific Predators berfungsi sebagai asisten peneliti, rutinitas sehari-hari hewan-hewan ini dapat menambah pengetahuan ilmiah manusia tentang dunia.

5. Kuda Terapis (Therapy Horses)

Therapys Horse

Yang terakhir, beberapa sumber penelitian telah menunjukkan adanya efek menenangkan binatang terhadap manusia. Program rehabilitasi telah mempekerjakan banyak terapis non-manusia. Anjing, kucing, burung dan ular telah digunakan untuk memberikan kenyamanan bagi pasien yang mengalami cedera fisik maupun penyakit mental.

Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi kuda dapat membantu orang yang menderita cedera tulang belakang atau penyakit motorik (cerebral palsy) dalam mempelajari keseimbangan. Anak-anak dengan autisme atau gangguan emosi menemukan ketenangan jiwa dengan melihat gaya kuda berjalan dan belajar untuk menyikat serta memberi pakan kuda. Sebuah studi diJournal of Autism and Developmental Disorders tahun 2009 yang diikuti oleh 19 orang anak yang berpartisipasi dalam program terapi kuda selama 12 minggu . Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti terapi kuda dapat mengasah kemampuan inderanya dan menjadi lebih sosial serta tidak usil dibandingkan dengan anak-anak yang tidak ikut terapi tersebut.
loading...

LEAVE A REPLY