Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: shareberita

Gulalives.co, JAKARTA – Sedih dan marah rasanya menyaksikan para bapak dengan santainya merokok di dekat anak-anak, bahkan saat ia menggendog anaknya yang maish bayi! rasanya pengen nimpuk deh. Kelakuan para bapak ini bukan saja tak bertanggung jawab, namun juga bisa membunuh anaknya pelan-pelan.

Sekalipun tak merokok, paparan asap rokok dari orang lain – dalam hal ini ayah ke anaknya, bisa menimbulkan konsekuensi kesehatan serius.

Sayangnya, paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin maupun bayinya yang sudah lahir.

Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: humas.ui.ac.id
Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: humas.ui.ac.id

Ayah maupun orang di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok itu. Mengapa hal ini penting? Karena, jika seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif. Bayangkan, seorang ayah merokok di dekat anaknya. Si ayah hanya mengisap 15 asap rokok, sementara di anak kebagian 85 persen. Gila bukan?

WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih banyak di dalam rumah mereka sendiri.

Mengapa asap rokok bahaya bagi anak?

Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: bintangnayo90.wordpress
Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: bintangnayo90.wordpress

Nikotin yang ada dalam rokok terserap dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin terserap dari ASI ibu yang terpapar asap rokok, juga diserap langsung melalui pernapasan (udara) si kecil.

Nah, nikotin pun (bersama dengan ribuan bahan beracun asap rokok lainnya) masuk ke saluran pernapasan bayi. Nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke tubuh melalui ASI ibunya akan berakumulasi di tubuh bayi dan membahayakan kesehatan bayi.

Nikotin ternyata juga dapat mengubah rasa ASI, dan membahayakan kesehatan bayi. Biasanya, bayi akan rewel dan menolak menyusu jika ibunya baru merokok atau menghirup asap rokok. Akibat gangguan asap rokok pada bayi antara lain: muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.

Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.

Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: satuharapan
Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: satuharapan

Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun, 43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.

Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).

Ketika anak-anak terpapar asap rokok, akan banyak masalah kesehatan yang terjadi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Itulah mengapa, setelah merokok harus mengganti pakaian jika ingin menggendong bayi. Sebab, kandungan berbahaya dari rokok melekat pada pakaian. Bahkan juga menempel di sofa jika merokok dalam rumah.

Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: thinkstock
Merokok dekat anak memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Foto: thinkstock

Selain menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, ayah yang kerap merokok di dekat anak, lambat laun akan mendorong anaknya jadi perokok juga. Masalah kesehatan akan lebih buruk terjadi jika usia perokok semakin muda. Para perokok muda ini juga rentan menjemput kematian dini.

Untuk menghindari risiko ini, langkah terbaik bukan tidak merokok di depan atau dekat anak, tetapi berhentilah merokok mulai dari sekarang. Bisa kan? (VW)

loading...

LEAVE A REPLY