Gambar via: www.togamas.co.id

GULALIVES.co, Depok- Di setiap negara pasti memiliki cerita rakyat yang diceritakan secara turun temurun. Begitu pula Indonesia. Sejak kecil, Anda biasanya didongengkan cerita-cerita rakyat Indonesia. Bahkan duduk di bangku sekolah pun dongeng dijadikan salah satu bab pembelajaran khusus di pelajaran bahasa Indonesia. Kebenaran dongeng memang dipertanyakan. Tak sedikit cerita rakyat dijadikan legenda suatu tempat contohnya seperti Tangkuban Perahu. Namun yang jelas, di setiap cerita terhadap nilai-nilai kebaikan dan moral yang diselipkan untuk mengajarkan anak-anak yang menikmatinya. Ingatkah Anda cerita rakyat saat Anda kecil dulu? Inilah 5 cerita rakyat Indonesia yang paling populer!

  1. Cinderella versi Indonesia, Bawang Putih, Bawang Merah

Gambar via: www.nyoozee.com
Gambar via: www.nyoozee.com

Dapat dikatakan cerita rakyat Bawang Putih, Bawang Merah mirip dengan dongeng Disney Cinderella. Kedua tokoh utamanya menjadi yatim piatu dan tinggal bersama ibu dan kakak tiri yang kejam. Jika Cinderella berakhir hidup bahagia dengan pangeran impiannya, Bawang Putih justru memaafkan kejahatan ibu dan kakak tirinya. Kesamaan lain cerita Bawang Putih, Bawang Merah dengan Cinderella adalah pesan cerita yang disampaikan. Berbuat baiklah kepada semua orang, walaupun orang itu jahat pada kita. Sebab kebaikan akan dibalas dengan kebaikan begitu juga dengan kejahatan yang nantinya dibalas dengan kejahatan.

  1. Kisah anak durhaka, Malin Kundang

Gambar via: www.solopos.com
Gambar via: www.solopos.com

“Biarin nggak nurut sama Mama kamu jadi batu kayak Malin Kundang!”

Banyak ibu yang memanfaatkan pesan cerita Malin Kundang untuk menakuti anak-anaknya jika tidak menuruti perkataannya. Ya, Malin Kundang merupakan cerita rakyat asal Sumatra Barat tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya. Setelah meninggalkan ibunya untuk merantau dan menjadi orang kaya, Malin tak mau mengakui ibunya yang miskin dan tua renta. Melihat ulah durhaka anaknya, sang ibu lantas berdoa kepada Tuhan untuk menghukum Malin. Tuhan mengabulkan permintaan ibunya dan menjadikan Malin batu. Batu Malin Kundang dalam posisi bersujud masih ada hingga hari ini di Pantai Air Manis, Padang. Bersedia mengingatkan kepada siapa saja untuk selalu berbakti pada ibunda tercinta.

Gambar via: www.vacationbaliindonesia.com
Batu Malin Kundang yang masih ada sampai sekarang. Gambar via: www.vacationbaliindonesia.com
  1. Cinta Terlarang, Sangkuriang

Gambar via: www.g-excess.com
Gambar via: www.g-excess.com

Cerita rakyat ini datang dari Jawa Barat. Mengisahkan tentang Sangkuriang seorang pemuda tampan yang jatuh cinta pada Dayang Sumbi. Ternyata Sangkuriang adalah anak laki-laki Dayang Sumbi yang pernah diusirnya usai membunuh ayah kandungnya sendiri. Namun Sangkuriang tetap kekeuh menikahi ibu kandungnya sendiri. Dayang Sumbi lantas mengajukan dua syarat kepada Sangkuriang. Pertama, Sangkuriang harus membendung sungai Citarum dan membuat sampan yang besar untuk menyebrangi sungai tersebut. Semua harus dilakukan sebelum terbit fajar. Dayang Sumbi mencegah keberhasilan Sangkuriang. Sangkuriang yang murka lalu menjebol bendungan yang dibuatnya hingga banjir. Sampan besar yang dibuatnya pun melayang dan jatuh tertelungkup dan menjadi gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu. Gambar via: www.1kata.com
Gunung Tangkuban Perahu. Gambar via: www.1kata.com
  1. Kebohongan Jaka Tarub

Gambar via: www.sekolahbahasainggris.com
Gambar via: www.sekolahbahasainggris.com

Pada suatu hari, tujuh bidadari turun dari langit untuk mandi di sebuah mata air. Mereka mencopot selendang dan menaruhnya di pinggiran mata air. Semua kejadian tersebut disaksikan oleh Jaka Tarub yang merupakan pemuda setempat. Terlena akan kecantikan bidadari-bidadari tersebut Jaka Tarub enggan membuat mereka pergi lantas ia mencuri salah satu selendang milik bidadari. Usai mandi, bidadari hendak mengenakan selendang miliknya untuk kembali ke kahyangan. Kecuali Nawang Mulan, yang merupakan anak paling bungsu. Ia tak bisa kembali ke kahyangan karena selendangnya dicuri Jaka Tarub. Singkat cerita Jaka Tarub dan Nawang Wulan menikah. Pernikahan mereka tambah sempurna dengan kehadian buah hati perempuan. Namun suatu ketika Nawang Wulan menemukan selendangnya yang dicuri Jaka Tarub. Marah karena dibohongi Nawang Wulan pun pergi meninggalkan Jaka Tarub dan anaknya. Meski sesekali ia kembali ke bumi untuk menyusui Nawang Asih, anaknya. Pesan moral yang disampaikan adalah, kebohongan yang disimpan erat-erat nantinya akan ketahuan juga.

  1. Mengelabui Raksasa, Timun Emas

Gambar via: www.educastudio.com
Gambar via: www.educastudio.com

Di situasi desa hidup seorang janda tua yang ingin sekali memiliki anak. Keinginannya lantas terwujud saat raksasa menyanggupi keinginan Mbok Sarni dengan syarat anak tersebut akan datang kepadanya untuk ia santap. Mbok Sarni lalu diberikan bibit tanaman, ia menanamnya di rumah. Satu mentimun tumbuh begitu besar dan ketika dibelah muncul seorang bayi perempuan yang cantik diberi nama Timun Emas. Hidup Mbok Sarni lebih bahagia hingga raksasa mengunjunginya kembali untuk menagih janjinya. Segala cara dilakukan Mbok Sarni untuk menghentikan usaha raksasa. Timun Emas lalu disuruh menemui petapa, dan diberi empat bungkusan kecil yang berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Ternyata keempat benda ini mampu menggagalkan usaha raksasa untuk memakan Timun Emas. Timun Emas pun hidup bahagia bersama Mbok Sarni.

Cerita rakyat dapat dijadikan pembelajaran moral bagi anak usia dini. Dengan diceritakan, anak-anak akan lebih mudah faham menyerap pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat. Semoga cerita rakyat nusantara semakin sering diceritakan kepada anak-anak agar tetap terjaga warisan budaya Indonesia. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY