Gambar via: 1080.plus

Gulalives.co, SEMARANG – Kuliner kota Semarang dikenal dengan lumpia. Namun ternyata, selain lumpia, banyak sekali kuliner khas Semarang yang perlu Anda ketahui. Ini 11 kuliner khas Semarang yang bisa Anda coba saat berkunjung ke Semarang.

1. Ikan Kepala Manyung Bu Fat

Kepala Manyung Gulalives1Kuliner ikan manyung khas Semarang ini bikin lidah anda makin teriris karena kelezatan dan rasanya yang mantap habis. Dan bagi anda pecinta rasa pedas, bisa jadi ikan kepala manyung ini adalah salah satu kuliner tersebut. Biasanya kuliner kepala manyung ini dipadukan dengan kuah santan pedas dengan bumbu – bumbu yang sudah diracik sedemikian rupa untuk memanjakan telinga penikmat kuliner pedas.

Untuk harga tiap porsi kepala manyung kuah santan di salah satu warung Manyung, yakni i Rumah Makan Bu Fat di Jalan Ariloka Raya, Krobokan, Semarang bervariasi. Untuk kepala manyung ukuran kecil, pembeli cukup merogoh kantong Rp 17.000. Untuk ukuran sedang, harga per porsinya Rp 20.000 sampai Rp 22.000. Sedangkan kepala manyung ukuran besar dibanderol Rp 30.000.

Nikmatnya sajian kepala manyung pedas ini tak lengkap rasanya jika tak dipadukan dengan sambal terasi dan nasi putih yang panas. Dijamin, rasa khasnya bikin lidah anda bergoyang kencang dan air mata mbrebes mili, menahan rasa pedas nan dahsyat dari ikan kepala manyung Semarang.

2. Bandeng Presto Juwana

Mana yang Paling Bergizi, Bandeng atau Salmon 1Bandeng Presto merupakan hidangan lezat yang dipopulerkan oleh para perajin rumahan dari daerah Juwana. Daging ikan bandeng terkenal karena rasanya yang sangat gurih, namun relatif merepotkan karena banyaknya duri-duri halus dalam dagingnya. Bandeng Presto sendiri memiliki keunggulan karena cara masaknya yang menghancurkan duri-duri halus dalam daging bandeng, sehingga ikan bandengnya bisa dikonsumsi utuh tanpa perlu khawatir tersedak oleh duri-durinya.

Dari sekian banyak tempat dimana kita bisa menemukan Bandeng Presto, salahsatu lokasi yang strategis adalah di Bandeng Juwana Pusat Oleh-oleh, di Jalan Pandanaran. Di tempat ini selain dari untuk oleh-oleh, kita bisa temukan juga Bandeng Presto matang yang diolah dengan beragam cara, mulai dari cara olah klasik yaitu digoreng dengan telur, dibuat buntil, pepes, bahkan dimasak ala rendang. Bandeng Presto Juwana terletak di Jalan Pandanaran no. 57.

3. Lumpia Gang Lombok

LumpiaLumpia merupakan salah satu kuliner khas yang kerap diidentikkan dengan kota Semarang. Bagi Anda yang menggemari hidangan ini, maka harus mampir ke Gang Lombok, kawasan Pecinan dimana terdapat salahsatu kelenteng tertua di Semarang, Klenteng Tay Kak Sie. Menurut sejarah, Lumpia Semarang pertama kali dipopulerkan oleh pasangan suami istri Tionghoa-Jawa, yaitu Tjoa Thay Yoe dan Wasih. Dalam ejaan lama nya, lumpia kadang dilafalkan sebagai lunpia, atau loenpia.

Secara gaya, ada dua jenis lumpia Semarang yang populer, yaitu versi basah dan versi goreng. Yang membuat Lumpia Semarang unik adalah paduan saus celupnya yang coklat kental lengket gurih manis, dengan padanan bawang daun segar.Lumpia Gang Lombok terletak di Gang Lombok no. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah

4. Soto Bangkong

Soto Semarang via Tribunnews
Soto Semarang via Tribunnews

Jangan keburu terkecoh dengan namanya, Soto Bangkong bukanlah soto berbahan baku kodok (bangkong), tapi dinamakan demikian sesuai dengan tempat dagang asalnya yaitu Jl. Bangkong (Sekarang Brigjen Katamso). Soto legendaris yang sudah dijajakan sejak tahun 1950an ini awalnya merupakan soto yang dijajakan berkeliling dengan cara dipikul, hingga akhirnya memiliki lokasi yang tetap.

Komposisi bahan soto Bangkong adalah paduan antara bihun, ayam suwir, irisan tomat, tauge, dengan kuah bening kecoklatan dari penambahan kecap manis, plus irisan bawang putih dan merah goreng. Sebagai teman makannya, disediakan aneka sate-satean, seperti sate telur puyuh, ayam, kerang, juga penganan lainnya seperti tahu, tempe, dan perkedel. Soto Bangkong terletak di Jl. Brigjen Katamso no. 1 Semarang.

5. Babat Gongso Pak Karmin

babat gongsoBabat Gongso sesuai namanya adalah hidangan berbahan baku babat. Bersama babat disertakan juga aneka jeroan sapi, seperti hati dan limpa, yang kemudian diracik dengan bumbu rempah, petis, dan kecap manis sehingga menciptakan hidangan bercitarasa pedas, gurih, sekaligus manis.

Ada beberapa tempat yang menjual Babat Gongso yang enak, namun yang paling direkomendasikan adalah Babat Gongso Pak Karmin di Jembatan Mberok. Pak Karmin ini dipercaya sebagai pelopor hidangan ini dan telah berjualan masakan sama sejak tahun 1950an. Selain dari Babat Gongso, bisa dicicipi juga hidangan Nasi Goreng Babat nya yang legendaris. Babat Gongso Pak Karmin terletak di Jalan Pemuda (samping Jembatan Mberok).

6. Tahu Gimbal Pak H Edy

tahuTahu Gimbal Semarang adalah hidangan yang terdiri dari paduan lontong, tauge, telur goreng, tahu goreng, rajangan kubis mentah dan gimbal. Gimbal yang dimaksud di sini adalah makanan sejenis udang goreng tepung, dengan udang yang berukuran relatif besar dibanding pada kripik udang.

Karena alasan kepraktisan, namun kemudian menjadi ciri khas, komponen bahan Tahu Gimbal dipotong menggunakan gunting besi, bukan pisau. Sebagai pemersatu hidangannya, dituangkanlah saus kacang encer dengan campuran petis dan kecap manis, sehingga memiliki rasa manis gurih pedas. Sajian ini lebih nikmat lagi disantap bersama kerupuk udang.

Dari sekian banyaknya penjual Tahu Gimbal di kota Semarang, Warung Pak H Edy merupakan yang paling direkomendasikan. Sayangnya selain pak Edy yang asli, banyak penjual Tahu Gimbal lainnya di daerah ini menggunakan nama yang sama. Untuk mengetahui yang asli, lokasinya di sekitar shelter Taman Menteri Supeno, perhatikan warung yang paling ramai, dan biasa buka mulai sore hingga dini hari. Tahu Gimbal Pak H Edy terletak di Jalan Pahlawan atau kompleks PKL Taman KB.

7. Nasi Gandul

nasi-gandul2Nasi Gandul adalah sajian nasi yang disajikan dengan potongan daging, telur pindang, jeroan sapi, kemudian disiram kuah encer coklat kehitaman hingga menggenang. Sekilas tampilannya mirip Nasi Pindang, dengan perbedaan pada bumbu yang dipakai: pindang menggunakan keluwak, sedangkan Nasi Gandul memadukan bumbu-bumbu yang disangrai, santan dan kecap manis.

Hidangan ini dinamakan Nasi Gandul karena secara sejarahnya dijajakan dengan dipikul berkeliling kampung, dengan bahan nasi dan kuah menggantung (gandul) pada ujung pikulan. Sebenarnya Nasi gandul bukan makanan khas daerah Semarang, tapi dari daerah Pati. Namun demikian hidangan ini tumbuh besar di kota Semarang dan menjadi salahsatu kuliner khas nya Semarang.

Dari sekian banyak penjual Nasi Gandul di Semarang, yang paling direkomendasikan adalah Nasi Gandul Pak Subur di depan Rumah Sakit Umum Telogorejo, dan Nasi Gandul Pak Memet di Jalan Dr Cipto.

8. Nasi Kucing Pak Gik

kucingNasi Kucing mendapat nama seperti ini karena ukurannya yang mungil, sehingga porsi nya mirip seperti porsi orang memberi makan kucing. Adapun penjual Nasi Kucing yang legendaris berlokasi di sebelah Kali Malang, namanya Nasi Kucing Pak Gik Gajahmada. Menurut informasi yang beredar, warung Pak Gik ini telah ada lebih dari 50 tahun. Salahsatu hal yang unik dari Nasi Kucing Pak Gik adalah jam bukanya yang mendekati tengah malam.

Selain Nasi Kucing, Pak Gik juga menyajikan pilihan menu antara lain Nasi Kering, Nasi Babat Telor, juga aneka gorengan dan makanan kecil seperti tahu petis, pia, dan mendoan. Walaupun berjualan hingga pagi hari, seringkali pilihan hidangan di Pak Gik di waktu itu sudah tinggal sedikit. Nasi Kucing Pak Gik paling enak dinikmati bersama teh Nasgitel, alias panas, legi dan kentel. Nasi Kucing Pak Gik terletak di Jalan Wotgandul Semarang.

9. Nasi Belut Bu Nasimah

nasi belutBagi yang belum kenal, mangut adalah hidangan mirip kari encer dengan bumbu rempah tradisional. Rasanya sendiri paduan antara gurih, asin, pedas, dan juga smoky tergantung bahan yang digunakan.

Selain dari Welut (belut), ikan pari dan ikan manyung (sejenis bahan ikan asin) yang diasap adalah bahan yang sering dimasak ala manyung. Sebagai alternatif bisa juga dipakai ikan lele, namun dari sisi rasa masih kalah jauh dibanding pari atau manyung asap.

Untuk mendapatkan kedua hidangan ini sekaligus, anda bisa mampir ke Warung Bu Nasima. Jangan lupa siap-siap sapu tangan atau tissue karena tingkat pedas dari hidangan mangut biasanya ada di level luar biasa pedas. Warung Bu Nasima terletak di Jalan Menoreh Raya no.10 Semarang.

10. Mie Kopyok Pak Dhuwur

mi kopyok pak dhuwurDi Indonesia kita selalu menemukan hidangan mie yang dianggap khas dari suatu daerah, walaupun mie bukan makanan asli Indonesia. Sama halnya di Semarang, ada yang namanya Mie Kopyok yang mendapatkan namanya dari cara mengaduk bahan-bahannya dalam air panas (dikopyok).

Sebagai isinya, Mie Kopyok biasanya berisi potongan daging tetelan, tauge, tahu, dan kerupuk gendar, serta bagi yang suka, ditambahkan juga lontong. Rasanya cenderung ringan, gurih, dengan aroma daging yang cukup kuat.

11. Gudeg Abimanyu

gudegWalaupun dikenal sebagai hidangan khas Yogya, Semarang pun sebenarnya memiliki versi gudeg nya sendiri, misalnya Gudeng Abimanyu yang secara gagrak termasuk gudeg basah. Adapun perbedaannya dari Gudeg Yogya adalah rasanya yang tidak terlalu manis, ditambahkannya sayur daun singkong dan kol rebus, juga adanya serundeng basah. Racikan gudeg ini ditambahkan pula krecek, telur pindang, lalu disiram areh santan gurih kental.

Yang juga unik, sebagai teman makan gudeg nya disedikan pilihan lauk seperti koyor (otot sapi), bakwan jagung, gimbal udang, dan sambal yang khas dibuat dari kombinasi rawit dan ebi yang berwarna hitam pekat. Gudeg Abimanyu terletak di Jalan Abimanyu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY