Masalah pribadi dan pekerjaan biasanya sulit dipisahkan dan pengaruhi kinerja

Gulalives.co, JAKARTA – Memisahkan hubungan/urusan pribadi dengan pekerjaan bukanlah hal gampang. Keduanya terlibat kait mengkait dan kadang berjalinan mirip benang ruwet.

Tak jarang performa kinerja seseorang terkait erat dengan  keluarga atau urusan pribadi yang tengah dihadapinya. Keduanya biasanya berjalan bolak balik. Kondisi pekerjaan yang kurang oke juga akan berdampak ke urusan pribadi.

Nah, jika posisi kamu sebagai atasan alias bos, dan mendapati bawahan di kantor sedang mengalami masalah pribadi dan mempengaruhi kinerjanya, apa yang bisa dilakukan untuk membantunya menghadapi masalah ini sembari mengurangi dampaknya di ruang kerja?

Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: kompaskarier
Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: kompaskarier

Tak jarang nih, budaya di kantor telah membuat orang enggan untuk menjadi dekat dengan satu sama lain dan membangun kepercayaan. Itu adalah masalah, karena kamu sebagai bos kemungkinan menciptakan jurang pemisah antara kehidupan pribadi dan profesional.

Namun itu tak sepenuhnya keliru kok. Apa yang seharusnya kamu lakukan adalah memberi batas jelas antara relasi pribadi dan intim, kata John Paul Rollert, profesor ilmu perilaku di Sekolah Bisnis Booth, Universitas Chicago seperti dilansir laman BBC.

Detail personal yang mendalam (intim) tentang kehidupan seseorang harus dijauhkan dari ruang kerja, tetapi kehidupan personal – yang beragam mulai dari pertandingan sepak bola anak laki-laki rekan kerja hingga hal-hal lain yang bersifat personal, kadang mempengaruhi pekerjaan.

Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: tribunnews
Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: tribunnews

“Jika kamu memiliki batas tegas antara profesional dan personal, pasti akan canggung untuk membicarakan hal itu,” kata Rollert yang mengajar etika bisnis.

Lantas, bagaimana cara mengatasi benang kusut ini? Lakukan sejumlah cara berikut ini:

1. Buatlah percakapan tertutup dengan bagian sumber daya manusia (SDM) untuk mengetahui apakah perusahaan memiliki panduan kebijakan. Jangan sampai, ketika kamu mencoba untuk membantu, bawahan malah menganggap langkah ini sebagai hal yang mengganggu, diskriminatif atau tidak pantas.

2. Sisihkan waktu untuk berbicara empat mata. Bawa bawahan ke tempat lain dan katakan kamu ingin membantu. Dengarkan apapun yang dia ingin katakan tentang masalahnya. Lalu, bangunlah percakapan yang halus dan jujur tentang bagaimana masalahnya mempengaruhi perusahaan dan tim.

Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: vemale
Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: vemale

Sejumlah langkah ini disebut Rollert sebagai 3C: Care (kepedulian), Candor (keterusterangan), dan Confidentiality (kerahasiaan).

3.  Kamu tidak bisa memaksa dia untuk mengungkap detil yang dia tak ingin ceritakan, tetapi kamu harus jelaskan bahwa masalah pribadinya juga mempengaruhi pekerjaan dan tim. Dia mungkin tidak sadar bahwa itu terjadi, atau bahkan tidak mengetahui bahwa orang-orang di kantor bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. Ini umum terjadi pada orang dalam situasi traumatis, kata Rollert. “Mereka seakan buta atas efek yang dia sebabkan ke orang lain,” kata Rollert.

4. Gunakan contoh spesifik dan data untuk menggambarkan bagaimana kerja tim terseok-seok. Lalu, ajukan solusi, berkonsentrasilah pada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk melonggarkan tekanan pada karyawan. Kamu juga bisa menawarkan layanan konseling yang ada di perusahaan, misalnya hotline kesehatan mental atau konsultan panggilan ke rumah, jika ada.

Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: hipwee
Sulit Pisahkan Antara Urusan Pribadi dan Pekerjaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tak Berujung pada Pemecatan. Foto: hipwee

5. Idealnya, kamu bisa membuat percakapan ini sebelum situasi berada di luar kendali. Jika kamu sampai harus membantu karyawan untuk mendapat perawatan medis atau pergi ke rumah sakit, Rollert meyebutnya sebagai “itu adalah kegagalan manajemen yang radikal.”  Jangan membuat situasi berkembang ke titik itu. Mulailah sekarang.

Nah, silakan coba ya. Semoga sebagai atasan kamu bisa berlaku bijak ke anak buah dan menyelamatkannya lolos dari lubang jarum PHK akibat kinerjanya yang kedodoran. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY