Gulalives.co, Depok – Sambil menyelam minum air, pepatah ini rasanya paling pas untuk kita yang menunggu waktu berbuka kita dengan sesuatu yang bermanfaat. Bertempat di Masjid Ikhwanul Muslimin (17/06) Kemarin, terselenggara sebuah acara #SeminarRamadan dengan judul “Memahami Waris dalam Perspektif Islam dan Hukum” yang dibuka untuk umum bersama Bimo Prasetio, S.H, Fairus Harris, S.H, M.Kn, dan Ustadz Yusuf Sidiq.

Pembahasannya pun menarik banget, salah satunya tentang Memahami pengaturan tentang waris dalam Al Quran dan Hukum di Indonesia. Pembahasan tersebut bukan tanpa sebab, dikarenakan banyaknya masyarakat yang masih kurang memahami bagaimana pengaturan tentang waris, dan siapa saja yang berhak menerima waris.

Tak hanya sekedar warisan dalam bentuk harta saja yang perlu kita pahami. Tetapi bisnis dan usaha yang dimiliki juga wajib kita perlu ketahui bagaimana hukum warisnya. “Pengusaha hanya mementingkan bagaimana untuk branding, mencapai omzet perusahaan, dan lain-lain. Tapi mereka tidak pernah tahu akan umur. Padahal ada satu hal yang harus diperhatikan, yakni bagaimana bisnis tersebut agar di wariskan kepada hak warisnya secara betul,” kata Bimo Prasetio, dalam seminar bertajuk ‘Memahami Waris Dalam Perspektif Islam Dan Hukum’ di Masjid Ikhwanul Muslimin, Jakarta Selatan, Jumat, (17/06). Tak dipungkiri, banyak sekali ditemukan kasus akibat tidak semua ahli waris memiliki passion bisnis yang sama dengan pewaris maka bisnis yang diwariskan tidak berjalan. Maksudnya tidak semua ahli waris memiliki keinginan yang sama untuk membangun sebuah bisnis yang sudah dijalankan oleh pewaris. Ada juga ahli waris yang ingin memiliki porsi yang lebih besar di perusahaan.

 

Guna menghindari konflik antar ahli waris, pewaris harus menemukan generasi yang dapat meneruskan bisnis yang sudah ia jalankan dengan bisnis yang sudah dijalankan sebelumnya atau dengan bisnis yang sesuai. Dan segerakanlah untuk membagikan waris untuk menghindari terjadinya konflik antar ahli waris.

Yang terpenting adalah, sang pewaris harus mengetahui dan mengenai hukum pembagian waris. Khususnya bagaimana manajemen yang sudah dijalankan oleh keluarga selama ini. Pewaris juga harus mempersiapkan manajemen bisnis sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tertanamkan dalam bisnis, dan agar pembagian waris dapat berjalan dengan baik dikemudian hari, sebaiknya hal ini di konsultasikan oleh ahlinya yang sudah berpengalaman.

Ustad Yusuf Siddiq memberikan simulasinya
Ustad Yusuf Siddiq memberikan simulasinya

DSCF6264

Ditambah dengan adanya simulasi tata cara pembagian waris yang dilakukan oleh Ustadz Yusuf Siddiq. Sesi tanya jawab pun menjadi hal yang paling ditunggu selama acara berlangsung. Acara puncak dari SeminarRamadan ini adalah acara berbuka puasa bersama yang diikuti oleh 100 orang peserta seminar. Acara ini sukses membuat orang mengerti bagaimana tata cara waris di Indonesia.

loading...

LEAVE A REPLY