Gulalives.co, Bogor – Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan. Hukum memiliki tugas untuk menjamin bahwa adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Tanpa peraturan dan hukum, hampir bisa dipastikan akan banyak kekacauan yang terjadi. Meski demikian, masih banyak orang yang tidak suka dengan peraturan yang sudah berjalan dan terus-terusan melanggarnya.

Hidup dengan kebebasan layaknya kita berada di dalam sebuah games open world dan tanpa hukum memang terlihat menyenangkan bagi sebagian orang. Jika kamu tertarik untuk hidup dengan kebebasan tanpa ada hukum di masa sekarang ini, berikut adalah beberapa daerah di dunia yang bisa kamu kunjungi karena disana tidak ada hukum. Tapi, resikonya kamu yang tanggung. Inilah 5 kawasan tanpa hukum di dunia.

1. Slab City, Amerika

slab city

Di Amerika terdapat sebuah daerah yang terlepas dari mata hukum. Slab City adalah sebuah kota di daerah kering gurun Sonoran, California. Secara yuridiksi, daerah ini masih masuk negara bagian California, tapi wilayahnya cukup kecil dan terpencil sehingga hampir tidak tersentuh pemerintah.

Kota ini sekarang hanya terdiri dari sisa-sisa barak militer tua yang dirobohkan. Kebanyakan penduduknya tinggal di mobil RV, kemah, dan tenda. Meski membeli kebutuhannya dari kota terdekat, penduduk suka menganggap diri mereka berbeda karena menjauhi hidup mewah ala dunia modern demi mendapatkan hidup yang bebas. Orang-orang yang datang ke sini umumnya para hipster yang tertarik pada isolasi yang ditawarkannya.

2. Perbatasan Afghanistan dan Pakistan

afgan dan pakis

Di daerah perbatasan Afghanistan dan Pakistan, ada satu wilayah tanpa hukum juga tidak memiliki pemerintah. Wilayah ini lebih dikenal sebagai Area Suku yang Diakui Federal. Meski secara yuridiksi masuk dalam wilayah pemerintah federal Pakistan, tapi wilayah ini termasuk semi otonomi. Artinya, penduduk di kota ini lebih terikat oleh kesukuan mereka daripada hukum resmi negara Pakistan.

Pada dasarnya, hukum yang berlaku di sana ya yang dibuat oleh kepala suku atau para komandan perang. Mahkamah Agung Pakistan juga menolak berurusan dengan wilayah tersebut yang artinya kota itu memang daerah yang terlalu berbahaya. Bahkan saat ini wilayah ini sedang bergejolak oleh kegiatan militan yang tidak dihentikan oleh pemerintah Pakistan.

3. Sahara Barat, Gurun Sahara

western sahara

Jika kamu lebih menyukai area terbuka, daerah Sahara Barat mungkin akan cocok untukmu. Wilayah ini terkenal sebagai daerah dengan populasi terjarang di dunia dengan kepadatan hanya 2 orang per kilometer persegi. Dahulunya wilayah ini masuk sebagai koloni Spanyol sampai akhir abad ke-20.

Terjadi perang antara Maroko dan Mauritania dengan suku asli Sahara untuk mendapatkan hak atas wilayah tersebut. Mauritania kemudian menyerah dan Maroko mengklaim daerah tersebut sebagai wilayahnya sementara suku Sahara hanya mendapatkan gurun yang tandus. Meski Maroko mengakui daerah tersebut sebagai wilayahnya, PBB tidak mengakui klaim mereka.
Saat ini, sepertinya tidak ada yang mengetahui hukum apa yang diterapkan di sini atau bagaimana membuat hukum yang dipatuhi. Jadi, kalau ada kejahatan yang terjadi, penduduk lokal juga tidak tahu harus melapor ke mana dan tidak ada hukuman yang jelas.

4. Somalia

somalia

Somalia adalah salah satu negara yang tidak pernah bisa terlepas dari kekacauan. Perang saudara, kekeringan, kelaparan dan pemberontakan tidak pernah bisa berhenti di negara ini. Ketika sebuah negara tidak bisa menciptakan keamanan dan ketertiban bagi rakyatnya, maka hukum menjadi tidak berlaku lagi. Seperti itulah kondisi yang terjadi di sana.
Selama dua dekade terakhir pemerintahan transisi yang disponsori oleh PBB nampaknya belum berhasil menciptakan kondisi aman di negara itu. Ratusan ribu orang telah menjadi korban konflik berkepanjangan di negara yang dulu pernah dikenal sebagai “Mutiara Benua Afrika” ini, meninggalkan para bandit dan bajak laut berkuasa di sana. Hingga kini perairan Somalia dikenal sebagai wilayah laut paling berbahaya bagi kapal-kapal dagang internasional.

5. Pulau Pitcairn di Samudera Pasifik

pitcairn

Terakhir adalah pulau Pitcairn di Selatan Samudera Pasifik. Dengan populasi yang hanya 48 orang pada Juli 2014 lalu, pulau ini adalah wilayah yuridiksi dengan populasi terkecil di dunia. Wilayahnya juga hanya seluas 47 kilometer persegi.

Pulau Pitcairn dan daerah terisolasi lain di sekitarnya diklaim sebagai wilayah Kerajaan Inggris. Meski penduduknya patuh pada ratu di Inggris, mereka tetap diizinkan membuat parlemen lokal untuk mengurus pemerintahan di sana.

loading...

LEAVE A REPLY