Photo by : news.lewatmana.com

Gulalives.com, JAKARTA – Sudah kenyang, basi, tak suka. Begitu banyak alasan untuk membuang makanan, hal yang kita anggap sepele setiap hari. Tanpa pernah kita sadari, dampaknya buat lingkungan tak sesederhana yang kita kira. Berikut merupakan fakta mengenai makanan sisa. Yuk kita simak.

Fakta-fakta berikut akan membuat anda berpikir berkali-kali sebelum membuang makanan lagi.

  1. Sepertiga makanan di dunia berakhir di pembuangan setiap tahunnya.
Photo by : billyshare99.blogspot.com
Photo by : billyshare99.blogspot.com

Dalam angka jumlahnya bisa mencapai 1,3 miliar ton, setara dengan berat 8,6 juta paus biru dewasa. Ya sebanyak itulah sampah makanan yang kita hasilkan setiap tahun.

 

  1. 800 juta manusia di 16 negara menderita kelaparan serius.
Photo by : www.brilio.net
Photo by : www.brilio.net

Berdasarkan indeks kelaparan yang dirilis organisasi bantuan pangan Jerman, Welthungerlife, selama 2014 sedikitnya 800 juta manusia di 16 negara menderita kelaparan serius. Seandainya miliaran ton makanan sisa itu tak disia-siakan dan digunakan untuk memberi makan mereka, pastilah mereka bisa lebih sekedar kenyang.

 

  1. Jenis makanan yang paling banyak dibuang adalah buah dan sayur.
Photo by : www.isigood.com
Photo by : www.isigood.com

Entah karena busuk, terlihat atau tercium tidak enak, hingga terbuang pada saat proses memasak. Hampir setengah dari jumlah buah dan sayur yang di produksi di seluruh dunia, terbuang sebelum sempat di konsumsi. Kedua jenis makanan ini sangat dibutuhkan manusia sebagai sumber nutrisi, sementara kini 2 miliar orang di seluruh dunia justru masih kekurangan gizi.

 

  1. Penduduk negara maju punya kebiasaan membuang-buang makanan 10 kali lebih besar daripada penduduk negara berkembang.
Photo by : www.perutgendut.com
Photo by : www.perutgendut.com

Dengan jumlah yang meningkat setiap tahunnya. Limbah makanan dari negara-negara kaya, seperti Eropa dan Amerika Utara, mencapai 222 juta ton per tahun, setara dengan jumlah seluruh makanan yang di produksi di wilayah Afrika Sub-Sahara, yakni 230 juta ton. Artinya, orang kaya cenderung membeli lebih banyak daripada yang bisa mereka habiskan.

 

  1. Sampah makanan termasuk sampah organik.
Photo by : food.detik.com
Photo by : food.detik.com

Yang dapat menghasilkan gas mentana (CH4), gas berbau dan beracun yang memiliki efek yang 23 kali lebih buruk dibandingkan karbondioksida (CO2). Tragedi TPU Leuwigajah tahun 2005 mengingatkan kita ketika gas metana dari timbunan sampah bereaksi dan menimbulkan ledakan dahsyat yang menewaskan 157 orang.

 

  1. Sampah makanan menghasilkan 3,3 miliar ton jejak karbon.
Photo by : www.perutgendut.com
Photo by : www.perutgendut.com

Hanya beda tipis dengan jumlah jejak karbon yang di hasilkan negara sebesar Cina dan Amerika Serikat. Artinya, sampah makanan yang di hasilkan manusia di seluruh dunia sangat berdampak terhadap pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

loading...

LEAVE A REPLY