info7tujuh.blogspot.com

Gulalives.co, Depok – Cerita rakyat di Indonesia memang sangat banyak. Karena berbagai daerah tentu punya cerita rakyatnya tersendiri, sama halnya dengan daerah Jawa Tengah. Terdapat beberapa cerita rakyat yang kadang dijadikan dongeng oengantar tidur anak, yaitu seperti asal usul Kawah Sikidang dan juga Timun Emas. Berikut ini kisah lengkapnya.

1. Asal Usul Kawah Sikidang

play.google.com
play.google.com

Kawah Sikidang adalah kawah yang berada di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Cerita singkatnya adalah sebagai berikut.

Dahulu kala, ada seorang putri cantik bernama Shinto Dewi, yang tinggal di istana megah di Dataran Tinggi Dieng. Kecantikan yang dimilikinya membuat banyak laki-laki mencoba melamarnya, namun tak ada satupun yang berhasil, karena Shinto Dewi selalu mensyaratkan mas kawin yang jumlahnya banyak.

Mendengar hal tersebut, pangeran Kidang Garungan tertarik melamar Shinto Dewi, dan ia yakin kekayaan yang dimilikinya dapat memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Shinto Dewi. Kemudian utusan pangeran Kidang Garungan datang menemui putri Shinto Dewi, untuk maksud pangeran untuk meminang Shinto Dewi.

Putri Shinto Dewi kemudian berpikir, pangeran kaya yang akan meminangnya ini pasti seorang yang tampan dan berwibawa. Akhirnya pinangan itu diterima Shinto Dewi. Pesta pernikahan pun dipersiapkan.

tourwisatadiengwonosobo.blogspot.com
tourwisatadiengwonosobo.blogspot.com

Saat hari pernikahan tiba, pangeran Kidang Garungan datang, dan Shinto Dewi terkejut, karena ternyata pangeran Kidang Garungan adalah manusia berkepala kidang (kijang) atau rusa. Untuk membatalkan pernikahan tersebut, Shinto Dewi memberikan persyaratan yang sulit kepada pangeran, yaitu Shinto Dewi menginginkan Kidang Garungan untuk membuat sebuah sumur dalam waktu semalam.

Akhirnya pangeran Kidang Garungan membuat sumur di lokasi yang ditunjuk oleh putri Shinto Dewi. Dengan kesaktian yang dimilikinya, ia menggali sumur hanya dengan menggunakan tangan dan tanduknya. Ketika pagi mulai datang, sumur sudah hampir selesai, membuat putri Shinto Dewi panik.

Karena tidak ingin menikah dengan pangeran, putri Shinto Dewi menyuruh pengawalnya untuk menimbun tanah yang sedang digali pangeran Kidang Garungan. Pangeran Kidang Garungan yang berusaha keluar dari timbunan tanah tersebut mengerahkan kesaktiannya sehingga muncul ledakan, saat itu pangeran sempat mengucapkan sumpah, bahwa kelak seluruh keturunan putri Shinto Dewi akan mempunyai rambut gembel atau gimbal, kemudian ia akhirnya tewas.

Sumur yang meledak tersebut berubah menjadi sebuah kawah yang kemudian dinamakan SIkidang. Dan sampai sekarang di Dataran Tinggi Dieng banyak orang yang mempunyai rambut gimbal seperti kutukan Pangeran Kidang Garungan.

2. Timun Emas

info7tujuh.blogspot.com
info7tujuh.blogspot.com

Cerita dongeng ini mungkin sudah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai dongeng pengantar tidur anak. Bagaimana kisahnya? Berikut ini adalah kisah timun emas.

Dahulu, hidup seorang perempuan tua bernama Mbok Sirni, ia ingin sekali memiliki anak, namun hingga suaminya meninggal ia belum juga dikaruniai seorang anak. Pada suatu hari, datang seorang raksasa yang memberikan biji-biji tanaman mentimun, dan mengatakan bahwa Mbok Sirni akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun raksasa menginginkan Mbok Sirni untuk berbagi hasil dari biji mentimun pemberiannya tersebut, Mbok Sirni pun setuju.

Setelah bibit tersebut ditanam, selang beberapa hari, bibit tersebut tumbuh dan berbuah. Buah-buahnya sangat besar, diantaranya terdapat satu yang sangat besar, warnanya kekuningan yang berkilauan seperti emas saat terkena cahaya matahari. Karena penasaran, Mbok Sirni mengambilnya dan membelah buah tersebut, tapi kemudian ia terkejut, didalam buah itu terdapat seorang bayi perempuan cantik. Bayi itu kemudian diberi nama Timun Emas.

Ketika Timun Emas beranjak besar, Mbok Sirni bertemu kembali dengan raksasa, si raksasa ingin meminta janji Mbok Sirni yang akan membagi hasil dari biji mentimun tersebut. Namun Mbok Sirni tidak rela jika anak kesayangannya diambil oleh raksasa. Si raksasa pun memberikan kelonggaran bagi Mbok Sirni untuk menjaga Timun Emas sampai berumur 17 tahun, dan setelah itu si raksasa akan memangsanya.

Seiring berjalannya waktu, Mbok Sirni semakin cemas memikirkan cara bagaiman Timun Emas bisa lolos dari si raksasa. Sampai suatu malam Mbok Sirni bermimpi, bahwa ia harus menemui seorang pertapa sakti yang berada di Gunung Gundul. Kemudian ia segera menemui pertapa, setelah itu pertapa memberinya satu bibit tanaman mentimun, jarum, sebutir garam dan sepotong terasi kepada Mbok Sirni. Pertapa ingin agar Mbok Sirni memberikan semua itu pada Timun Emas agar ia bisa terbebas dari raksasa. Setelah pulang, Mbok Sirni memberikan barang-barang tersebut pada Timun Emas.

www.youtube.com
www.youtube.com

Selang beberapa hari setelah itu, raksasa datang ke rumah Mbok Sirni, untuk memangsa Timun Emas. Kemudian Mbok Sirni mengatakan bahwa anaknya telah berlari menuju hutan. Kemudian raksasa mengejar Timun Emas dengan langkahnya yang besar. Melihat si raksasa semakin dekat, Timun Emas segera melemparkan satu bibit mentimun. Seketika bibit mentimun itu berubah menjadi tanaman mentimun yang sangat lebat dan banyak buahnya. Raksasa yang sedang kelaparan, menyantap semua buah mentimun tersebut, namun rasa laparnya belum juga berkurang, ia masih mencoba mengejar Timun Emas.

Melihat posisinya yang semakin dekat, Timun Emas kemudian melemparkan jarum yan dibawanya. Jarum yang dilempar tersebut berubah menjadi pepohonan bambu yang sangat lebat dengan batang pohon yang tinggi dan tajam. Batang tersebut mengahalangi jalan si raksasa, namun ia mencoba mencabuti pohon-pohon tersebut, sampai kedua kaki si raksasa tertusuk oleh batang bamboo, namun ia tetap berusaha mengejar Timun Emas.

Kemudian Timun Emas melempar segenggam garam yang dibawanya, garam tersebut berubah menjadi lautan luas yang menjadi penghalang antara Timun Emas dan raksasa. Namun si raksasa yang lapar tetap ingin menyantap Timun Emas, akhirnya ia berenang melintasi lautan tersebut. Dengan kelelahan akhirnya raksasa bisa menyebrangi lautan dan kembali mengejar Timun Emas.

Timun Emas kemudian melemparkan senjata terakhirnya, sepotong terasi. Terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap yang luas. Raksasa yang mengejar Timun Emas terhisap ke dalam lumpur tersebut, dan kemudian ia mati dalam lumpur tersebut. Timun Emas akhirnya selamat, dan kembali pulang. Setelah itu Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY