Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: tipspopuler

Gulalives.co, JAKARTA – Promosi tak kunjung datang meski sudah bertahun-tahun bekerja? Mungkin ada yang salah dengan cara berpakaianmu. Kadang, promosi tak cukup didapat dengan kinerja yang bagus, namun bodor banget dengan gaya busana.

Boro-boro promosi. Wawancara kerja – ajang potensial buat kamu unjuk diri, bisa gagal total hanya gegara kamu salah pilih busana, bahkan meski CV kamu mengungkapkan hal-hal hebat.

“Kesan pertama adalah segalanya tetapi hal itu tidak menjamin interview berhasil,” kata Reed Ellis, yang bekerja di perusahaan perekrutan Professional Staffing GroupEllis. “Apa yang kita pakai juga penting.”

Wawancara pekerjaan yang ditakutkan membuat orang menggigil bahkan bagi orang yang punya percaya diri tinggi sekali pun.

Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: ibunda.id
Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: ibunda.id

Tetapi yang lebih buruk, dilema yang terkait masalah itu: baju seperti apa yang dipakai, dan yang lebih penting apa yang tidak seharusnya dipakai.

Memilih pakaian sempurna untuk wawancara sebelumnya tergolong mudah: stelan jas konservatif berwarna gelap hampir memadai. Namun dalam landskap korporasi di dunia sekarang, peraturan sudah berubah.

Celana jeans dan kaus sering menjadi pakaian normal bagi karyawan dan bagi sebagian CEO. CEO Facebook, Mark Zuckerberg selalu mengenakan kaus berwarna abu-abu (ia membeli dalam jumlah besar) untuk pergi kerja setiap hari.

Bahkan di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 atau Fortune 500, pelamar yang datang dengan mengenakan jas dan sepatu boots dapat menimbulkan kesan salah tentang pelamar yang ideal.

Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: liputan6
Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: liputan6

Jadi apa yang seharusnya dilakukan oleh pencari kerja yang kebingungan? Berikut saran dari lima ahli wawancara tentang busana kerja yang relevan:

1. Lakukan riset. Jika kita menggunakan jasa perusahaan perekrutan, seseorang di sana mestinya membantu kita tentang pendekatan terbaik di perusahaan yang dituju, demikian saran Steve Brown, direktur perusahaan perekrutan IT global yang berkantor di London, Empiric.

Jika tidak, bertanyalah kepada orang-orang lain. Apakah Anda kenal orang yang bekerja di sana yang dapat memberikan informasi? Atau, Brown memberikan saran, menelepon dan bertanya kepada orang akan melakukan wawancara atau manajer perekrutan jauh sebelum interview itu sendiri.

“Kita tidak akan dirugikan karena bersikap peka dan siap,” katanya.

Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja.  Foto: tipskarir
Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: tipskarir

2. Citra yang ingin ditampilkan. Penting untuk calon karyawan mengetahui citra seperti apa yang ingin kita tampilkan. Tidaklah cukup untuk bertanya kepada diri sendiri, ‘Apakah saya berpenampilan bagus?’ Kita ingin berusaha menampilkan diri seolah-olah kita sudah bekerja di sana tetapi kita masih memperhatikan penampilan kita.

“Ini berarti kita memakai baju yang sedikit lebih keren dibandingkan pakaian-pakaian yang dikenakan di tempat kerja,” kata John Lees, Exeter, penulis How to Get a Job You Love, berkantor di London.

Dan untuk menghindari rasa tak nyaman, pastikan baju dan sepatu kita siapkan jauh hari.

“Ketika kita tiba, tinggalkan jaket dan tas di bagian penerima tamu. Kita cukup membawa map tipis berisi dokumen-dokumen yang diperlukan, dan kita akan tampil layaknya seorang karyawan bukan pengunjung.”

Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: tipskarir
Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: tipskarir

3. Kenakan baju kasual. Ini berlaku untuk wawancara di perusahaan teknologi di mana setiap orang berpakaian kasual: mulai dari legging dan sweter hingga jeans dan kaus.

“Tidak ada etika berpakaian, yang bisa menyulitkan bagi orang yang menemui mereka untuk pertama kalinya,” papar Gwendolen Andre, manajer grup, Professional Staffing Group di Boston.

Ia menyarankan jaket atau sweter baik untuk laki-laki maupun perempuan. Jika tidak untuk membidik jabatan eksekutif, jas tersebut tidak harus berupa stelan penuh. Tentu, selalu ada “kesempatan untuk bermain dengan asesori, seperti kalung cetar atau dasi kupu-kupu,” tambahnya.

4. Jangan berpikir memakai denim. Ada kantor yang membiarkan karyawan berpakaian sederhana alias tidak terlalu necis. Jika seseorang berpakaian necis, orang-orang mulai bertanya apakah kita akan mengikuti wawancara untuk mencari pekerjaan.

Namun demikian, menurut Gabrielle Rossi, koordinator desain, Whole Foods Market, berkantor di Northern California, dia masih mengharapkan para pelamar tidak memakai sepatu olahraga, jeans, dan tentu saja tidak memakai celana pendek.

Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja.  Foto: cikerja.blogspot
Tips memakai busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Foto: cikerja.blogspot

Setelah mewawancarai setidaknya 20 orang tahun lalu, ia telah menyaksikan semuanya. Salah langkah terbesar yang disaksikannya: jeans, permen karet, dada terlalu terbuka, perhiasaan berlebihan, tanpa singlet di bawah kemeja putih, dan baju-baju yang terlalu ketat.

Pendekatan paling mudah adalah mengenakan pakaian untuk makan malam. Ini paling aman.

5. Berusahalah dengan keras. Sejumlah departemen di perusahaan Medeiros sangat santai ketika berurusan dengan pakaian kerja, dan orang datang ke sesi wawancara mengenakan jeans dan masih diterima.

“Saya melihat orang-orang datang dengan mengenakan jas dan dasi ke interview, dan jujur saja cara berpakaian ini meninggalkan kesan kuat dengan tim bahwa orang seperti itu siap melakukan usaha ekstra,” kata Jennifer Medeiros, manajer perekrutan talenta di perusahaan Rodan + Fields di San Francisco seperti dilansir laman BBC. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY