Mewarisi Bisnis (kiosusaha.com)

Gulalives.co, Depok– Harta warisan selalu identik dengan uang, dan properti. Padahal jika kita membicarakan mengenai warisan, itu cukup luas. Salah satu warisan yakni bisnis. Tak mungkin Anda akan mengurusi bisnis Anda, meskipun Anda telah meninggal.

Bisnis juga harus Anda warisi. Tetapi warisan yang berbentuk bisnis memang sangat sulit untuk dibagikan. Tidak seperti warisan berupa uang dan properti, sudah tentu semua orang akan berebut untuk mendapatkannya.

Jika Anda seorang pengusaha dan saat ini Anda sudah memiliki bisnis yang cukup besar, sudah sepatutnya Anda memikirkan kepada siapa bisnis Anda akan diberikan jika Anda sudah tidak ada. Jangan sampai bisnis Anda akan mati setelah Anda tiada.

Untuk itu sudah sepatutnya warisan berupa bisnis harus dipikirkan oleh para pengusaha. “Pengusaha hanya lebih fokus untuk branding, mencapai omzet perusahaan, dan lain-lain. Tapi mereka tidak pernah tahu akan umur. Padahal ada satu hal yang harus diperhatikan, yakni bagaimana bisnis tersebut agar di wariskan kepada hak warisnya,” kata Bimo Prasetio, dalam seminar bertajuk ‘Memahami Waris Dalam Perspektif Islam Dan Hukum’ di Masjid Ikhwanul Muslimin, Jakarta Selatan, Jumat, (17/06).

Bimo melanjutkan, dalam membagi warisan berupa bisnis harus memiliki strategi khusus. Karena tidak semua ahli waris memiliki passion bisnis yang sama dengan pewaris. Maksudnya tidak semua ahli waris memiliki keinginan yang sama untuk membangun sebuah bisnis yang sudah dijalankan oleh pewaris. Ada juga ahli waris yang ingin memiliki porsi yang lebih besar di perusahaan.

Maka dari itu pewaris harus memperhatikan hal ini, dan juga agar meminimalisir konflik para hak waris. “Dan para pengusaha harus bisa membedakan hibah, waris, wasiat, dan jual beli. Seperti halnya hibah, hibah diberikan ketika pehibah masih hidup. Kalau pehibah sudah meninggal, maka dia tidak terjadi hibah,” lanjut Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DKI Jakarta.

Agar tidak terjadi konflik antar ahli waris, pewaris harus menemukan generasi yang dapat meneruskan bisnis yang sudah ia jalankan dengan bisnis yang sudah dijalankan sebelumnya atau dengan bisnis yang sesuai. Dan segerakanlah untuk membagikan waris untuk menghindari terjadinya konflik antar ahli waris.

Selain itu, pewaris juga harus mengetahui mengenai hukum pembagian waris dan bagaimana manajemen yang sudah dijalankan oleh keluarga selama ini. Pewaris juga harus mempersiapkan manajemen bisnis sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam bisnis, dan agar pembagian waris dapat berjalan dengan baik, sebaiknya hal ini di konsultasikan oleh ahlinya.

loading...

LEAVE A REPLY