Bangun sedikit lebih awal dan berolahraga di pagi hari (Foto: Hfmagazineonline)

Gulalives.co, JAKARTA – Ladies, perubahan pola makan ketika berpuasa, turut berpengaruh pada perubahan sistem kerja tubuh. Tubuh yang biasanya mendapat asupan setiap tiga jam sekali baik dengan makanan berat ataupun camilan, berubah dengan jarak waktu yang cukup panjang. Hal ini menjadikan tubuh mudah lemas, lesu, dan tidak berenergi.

pakguruolahraga.blogspot.com
pakguruolahraga.blogspot.com

Tetapi, hal tersebut bukanlah alasan untuk mengurangi kegiatan dan aktivitas sehari-hari, terutama berolahraga. Saat puasa, sesungguhnya olahraga bukan suatu hal yang harus dihindari dengan alasan membuat tubuh terasa semakin lemas.

kebanyakan olahraga akan berdampak untuk imunPadahal, dengan berolahraga, metabolisme tubuh akan lebih terjaga, bugar dan menunjang mobilitas sehari-hari yang aktif. Bagian yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa tetap berjalan dan kegiatan berolahraga untuk kesehatan tidak berhenti ialah mengetahui waktu yang tepat.

National Fitness Training Manager Fitness First Indonesia Alia Basalamah mengatakan bahwa ketika berpuasa penting untuk mengatur waktu agar tetap beraktivitas fisik. Alasannya, jika memilih berhenti, nantinya akan lebih sulit untuk memulai kembali.

Berolahraga di pagi hari (foto: hariansehat.com)
Berolahraga di pagi hari (foto: hariansehat.com)

“Berolahraga di bulan puasa ialah untuk memaintain fitness level, karena ketika stop efeknya akan jauh berbeda,” ungkap dr. Alia yang ditemui belum lama ini, dilansir CNN Indonesia.

Tak hanya itu, menurutnya mengapa olahraga ini penting untuk tetap dilakukan di bulan Ramadan ialah karena bermanfaat untuk menjaga kecepatan dan laju metabolisme tubuh agar tubuh stabil, menjaga massa otot, menjaga perfoma tubuh, serta menjaga berat badan ideal.

olahraga_www.pesonasecurity.co.id
olahraga_www.pesonasecurity.co.id

Dia mengatakan bahwa cara yang dapat digunakan ialah berolahraga dengan frekuensi dua sampai kali setiap minggu dengan waktu 20-30 menit per sesi. Serta intensitas berolahraga ini dapat dilakukan melalui aktivitas dimulai dari tingkatan rendah ke sedang, kardio ringan, daya tahan kekuatan, serta fleksibilitas.

Mengingat waktu yang terasa lebih sempit di tengah padatnya aktivitas sehari-hari yang tetap dijalani, lantas kapankah waktu yang tepat untuk berolahraga saat bulan Ramadan? Alia pun memberikan opsi sejumlah waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berolahraga di bulan Ramadan, yang pertama adalah di sore hari di saat menjelang buka. “Sambil menunggu berbuka juga. Waktu ini dapat dipilih agar setelahnya tubuh cepat kembali mendapat asupan nutrisi dari cairan saat berbuka puasa,” ujarnya.

Olahraga (2)Selanjutnya, kata dr Alia, dapat pula dilakukan di antara waktu setelah berbuka puasa dan sebelum makan malam, atau yang terakhir setelah makan malam.”Ini bergantung pada kondisi dan waktu yang sesuai oleh setiap orang,” ujarnya.

Tak hanya memberikan beberapa opsi waktu untuk berolahraga saat bulan Ramadan, ia pun memberi cara bagaimana dalam mengatur pola makan yang baik. Pertama ialah dengan mengutamakan tetap menjaga level hidrasi tubuh, karena menurutnya tubuh lebih membutuhkan cairan saat berpuasa.”Saat sahur, dapat meminum cukup air, makanan dengan kadar protein yang baik, karbohidrat kompleks dan lemak baik,” kata Alia.

Sumber: www.solusisehatku.com
Sumber: www.solusisehatku.com

Selain itu, saat berbuka lebih baik menghindari makanan dengan kadar sodium yang tinggi seperti sup, saus, makanan berbumbu, serta daging kalengan. “Sebaiknya mengonsumsi kurma yang mengandung kadar potassium sangat tinggi, lalu kadar mineral untuk rehidrasi dan sebagai karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber energi,” katanya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY