Harta Warisan (ummi-online.com)

Gulalives.co, Depok– Harta warisan selalu menjadi polemik keluarga. Mereka berebut agar harta yang ditinggalkan oleh orang tua yang meninggal jatuh ke tangannya dengan lebih banyak. Tetapi Islam telah mengatur bahwa ahli waris yang mendapatkan lebih banyak adalah anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, telah memberikan  semua aturan-aturan yang sering terjadi di dunia. Aturan tersebut sudah tersusun rapih dalam kitab suci Al Quran. Bahkan untuk pembagiannya pun sudah diatur secara jelas oleh Allah.

Sering kita mendengar adanya konflik keluarga hanya karena warisan. Seperti kakak dan adik yang saling membunuh karena berebutan harta warisan orang tua. Pasalnya, bagi sebagian orang warisan merupakan sesuatu yang menggiurkan.

Banyak orang, terutama di Indonesia dengan mendapatkan warisan mereka seolah-olah menjadi orang kaya mendadak. Sebelumnya mereka tidak memiliki apa-apa, dan ketika warisan tersebut turun kepadanya mereka bisa membeli segala sesuatu yang diinginkan.

Dalam perspektif Islam mengenai pembagian warisan, pembagian antara anak laki-laki dan perempuan adalah 2 berbanding 1. Namun anak perempuan bisa mendapatkan setengah dari harta warisan, jika ia sendirian. Tidak memiliki saudara laki-laki kandung.

Sering menjadi pertanyaan dalam benak kita, mengapa anak laki-laki mendapatkan jatah warisan lebih banyak dibanding anak perempuan? Pertanyaan seperti ini selalu muncul. Padahal Allah telah menjelaskan mengenai hukum waris dengan sangat mendalam dalam Al Quran.

Alasan mengapa laki-laki berhak mendapatkan lebih besar, “Sebab seorang laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Maka Allah pun memberikan anak laki-laki warisan yang lebih besar,” terang ahli hukum waris, Yusuf Sidik, dalam Seminar bertema ’Memahami Waris Dalam Perspektif Islam dan Hukum, di Masjid Ikhwanul Muslimin, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, (17/06).

Salah satu tanggung jawab yang laki-laki emban, seperti kewajibannya untuk menafkahi keluarga. Hal inilah yang menjadikan laki-laki mendapatkan hak waris yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan. “Perempuan jika mendapatkan warisan, warisan tersebut hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan laki-laki yang menafkahi keluarganya,” lanjut Yusuf.

Islam menjelaskan terdapat enam orang ahli waris utama. Ayah, ibu, suami atau isteri, anak laki-laki dan anak perempuan. Ayah dan ibu berhak mendapatkan 1/6 harta jika almarhum memiliki anak, namun jika tidak mereka mendapatkan 1/3 dari harta tersebut. Ayah berhak mendapatkan sisa harta, jika almarhum tidak memiliki anak laki-laki, namun jika memiliki anak laki-laki, maka anak laki-laki lah yang berhak mendapatkan sisa harta tersebut.

Jika suami istri, proses pemabagiannya. Jika almarhumah istri tidak memiliki anak maka suami berhak ½ dari harta istrinya. Namun jika almarhumah memiliki anak maka suami hanya mendapatkan ¼. Seorang istri berhak mendapatkan ¼ harta almarhum suaminya jika tidak memiliki anak, dan mendapatkan 1/8 jika almarhum suami memiliki anak.

Jika si pewaris belum meninggal maka warisan tidak boleh dibagikan, meskipun si pewaris dalam keadaan koma. Ahli waris tidak akan mendapatkan jatah warisan jika ia membunuh secara sengaja pewaris. Atau jika si ahli waris sudah meninggal.

loading...

LEAVE A REPLY