Sumber: youtube

Gulalives.co, DEPOK -Anak-anak kita adalah karunia dan titipan dari Allah. Juga merupakan rahmat dan rezeki yang dinanti setiap pasangan suami istri. Apalagi, kita bisa mendidik anak menjadi permata hati dengan kesalehannya. Tentu anak bisa membahagiakan kedua orang tua di dunia dan di akhirat.

Mendidik anak menjadi anak yang saleh memang bukan perkara mudah. Diperlukan adanya pengorbanan dan perjuangan besar dari para orang tua dalam mendidik anaknya tanpa kenal waktu. Seperti HR Muslim yang berisi, “Rosul bersabda: Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah amal kecuali 3 perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya,”

Pantas saja jika anak-anak kita adalah milik paling berharga, tak ternilai dengan apapun. Untuk menjadikan anak menjadi saleh, tentu orang tua harus memberikan pendidikan yang benar. Pendidikan mencintai Alquran adalah nikmat Allah yang teragung.

Mengapa harus dididik mencintai Alquran? Dalam seminar Ustazah Aan Rohanah, disebutkan bahwa anak harus disiapkan menjadi pemimpin yang beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berwawasan pengetahuan, sehat, mandiri, dan menjadi pejuang dalam melaksanakan nilai-nilai Islam Islam.

Mendidik anak cinta Alquran selain membuat anak selalu dekat dengan Allah, juga melatih kecerdasan dan kekuatan hafalannya, menyiapkan anak bahagia di dunia dan di akhirat, menjaga anak dari penyakit hati dan penyimpangan moral, juga bernilai sedekah jariyah bagi orang tuanya.

Lalu bagaimana caranya agar anak mencintai Alquran?

1. Keteladanan dari orang tua

Afghan children gather around their teacher to read verses of the Quran, as they attend their madrassa, during the Muslim holy fasting Month of Ramadan in Jalalabad east of Kabul, Afghanistan, Tuesday 14, 2012.  Ramadan is the ninth month of the Muslim year, which strict fasting is observed from sunrise to sunset. (AP Photo/Rahmat Gul)
Afghan children gather around their teacher to read verses of the Quran. AP Photo/Rahmat Gul)

Orang tua memegang peran penting dalam mendidik anak untuk mencintai Alquran. Bagaimana orang tua memberikan teladan untuk anak-anaknya. Orang tua menuntut anak untuk mencintai alquran, namun tidak berkaca diri, apakah ia juga mencintai Alquran. Anak-anak butuh keteladanan dari orang tua. Dan inilah yang harus menjadi visi dan misi dalam mendidik anak mencintai Alquran. Berilah keteladanan kepada mereka. Buatlah anak merebut Alquran orang tua, bukan merebut hp dari orang tuanya.

2. Banyak berdoa kepada Allah

hafidz quran
sumber : kuatangantangan.wordpress.com

Doa adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Seseorang yang berdoa berarti minta tolong pada Allah. Dengan berdoa kita menyerahkan urusannya kepada Allah. Berdoalah agar kita sanggup mendidik anak menjadi anak yang saleh dan mencintai Alquran. Karena semakin kita memperbanyak doa, Allah akan memperbanyak mengabulkan doa-doa kita. Aamiin..

3. Memberikan motivasi kepada anak

sumber: www.quranhost.com
sumber: www.quranhost.com

Agar anak mencintai Alquran memang tidak mudah. Orang tua harus terus memberi motivasi di saat anak merasa bosan atau lelah. Berilah motivasi positif untuk mereka.

4. Disiplin dalam mengajarkan Alquran

sumber: www.keyword-suggestions.com
sumber: www.keyword-suggestions.com

Salah satu kunci sukses anak mencintai alquran adalah bagaimana orang tua dapat mendisiplinkan anak. Kapan waktu belajar, kapan waktu bermain dan kapan waktu istirahat. Kedisiplinan ini pernah ditunjukkan oleh orang tua  Musa La Ode Hanafi, hafidz cilik Indonesia. Menurut penuturan ayahnya Musa, pada awalnya Musa pun sulit menghafal Alquran, sama saja dengan anak lain seusianya. Namun karena ketekunan sang ayahlah, maka Musa pun bisa menghafal ayat demi ayat Alquran. Masya Allah..

5. Banyak memperdengarkan tilawah quran dari qari terbaik

Membaca Al Quran, sumber :santrenquran.com
Membaca Al Quran, sumber :santrenquran.com

Memperdengarkan tilawah Alquran akan memudahkan anak dalam menghafal Alquran. Perdengarkan tilawah Quran dari qari terbaik agar ia merasa terbiasa.

6. Melekatkan anak kepada guru Alquran

sumber: www.leedsgrandmosque.com
sumber: www.leedsgrandmosque.com

Apabila kita memiliki kekurangan dalam kefashihan membaca Alquran atau belum benar tahsinnya, lekatkanlah anak kepada guru Alquran. Guru yang fashih alquran, hafidz dan berakhlak alquran.

7. Menciptakan lingkungan yang kondusif

sumber: miscellany101.wordpress.com
sumber: miscellany101.wordpress.com

Beranikan diri untuk menciptakan lingkungan yang kondusif di rumah dalam mempelajari Alquran. Kurangi penanyangan tv dan gadget yang akan membuyarkan hafalannya. Atau, kompak bersama pasangan untuk memasukkan anak ke sekolah Alquran atau pesantren. Di sini memang butuh kekompakan dari orang tua dan anak saat memasukkan anak ke pesantren.

8. Memberikan apresiasi dan tidak memberikan sanksi

sumber: www.dawn.com
sumber: www.dawn.com

Berikan apresiasi berupa pujian kepada anak atau apresiasi lain yang bentuknya bukan materi, misalnya bertamasya ke taman bermain atau hal lainnya. Jangan pernah memberikan mereka sanksi yang pada akhirnya membuat mereka trauma untuk mempelajari Alquran.

9. Bertahap menyesuaikan kemampuannya

sumber: www.brainscape.com
sumber: www.brainscape.com

Sebagian orang tua terkadang banyak menuntut anak agar bisa melakukan semuanya. Ajarkan anak Alquran sesuai dengan kemampuannya. Lakukan secara bertahap sesuai kemampuannya.

10. Menyediakan fasilitas

Sumber: play.google.com
Sumber: play.google.com

Berikan mereka fasilitas yang cukup untuk mempelajari Alquran, menghapal dan mengamalkannya. Fasilitas berupa ruang belajarnya, buku-bukunya dan banyak hal lainnya.

Mendidik anak cinta Alquran bisa menyibukkannya dengan kegiatan bermanfaat. Ia juga berpeluang menjadi tokoh besar nantinya. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan dalam upaya kita mewujudkan anak cinta alquran, amin. [LP]

loading...

LEAVE A REPLY