Gambar via: lifehealthandbeauty.com

Gulalives.co, DEPOK – Penerapan pola hidup sehat salah satunya dengan mengkonsumsi buah-buahan. Terutama di bulan puasa ini, kita memerlukan banyak asupan cairan dan vitamin. Meski demikian, buah impor masih menjadi salah satu pilihan, sebab fisiknya yang lebih menarik dan harganya cenderung lebih murah. Belakangan ini, isu adanya bahan-bahan berbahaya dalam buah-buahan impor menimbulkan rasa was-was dalam masyarakat Indonesia.

Indikasi bahan berbahaya ini dikuatkan dengan banyaknya peristiwa yang terjadi. Di tahun 2012, ditemukan adanya formalin yang digunakan sebagai pengawet dalam buah-buahan impor. Hasil uji dari Badan Ketahanan Pangan Daerah Regional Sulawesi Selatan menunjukkan, berdasarkan sampel yang diambil dari beberapa supermarket di Makassar, formalin digunakan sebagai pengawet buah kelengkeng.

Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan (BKPP) pada 2013 juga menemukan bahan yang sama digunakan pada apel dan anggur impor. Uji laboratorium dilakukan pada 10 sampel yang diambil dari para pedagang Pasar Wates dan kios buah di depan Stasiun Wates.

Penggunaan formalin dalam proses pengawetan buah-buahan sebenarnya tidak lazim dilakukan. Formalin itu sendiri merupakan senyawa folatil yang secara alami ada dalam buah-buahan.

Senyawa Formaldehyde seperti yang ditemukan di Wates bisa berasal dari pohon induk maupun dari senyawa sintetis. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama, yaitu HCOH. Menurut aturan WHO, Formaldehyde aman dikonsumsi dengan kisaran 6-60 mg/kg dan sifatnya tidak akumulatif. Berikut ini tips aman mengkonsumsi buah-buahan impor.

 

1. Perhatikan waktu pembelian

Buah dan syuran
Makanlah Buah dan Sayuran Yang Berserat Sumber: vip-group.biz

Bunda harus memerhatikan waktu pembelian. Buah-buahan impor biasanya diproduksi antara bulan September, Oktober, hingga Januari. Artinya, jika buah-buahan yang masuk sebelum bulan tersebut adalah buah produksi tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan buah yang lebih segar, lebih disarankan untuk mengonsumsi buah lokal pada bulan-bulan di luar masa produksi.

 

2. Perhatikan kode buah

Makan buah dan sayur bisa tingkatkan optimisme. SUmber: plus.google.com
Makan buah dan sayur bisa tingkatkan optimisme. SUmber: plus.google.com

Pada buah biasanya ditempelkan stiker atau label yang isinya angka-angka. Sebenarnya, ada arti dibalik angka tersebut. Label yang biasanya ditempel pada dasarnya terdiri atas 4 atau 5 angka. Untuk itu, kamu perlu mengingat tiga hal sederhana. Empat angka biasanya buah konvensional yang ditanam dengan pupuk pestisida dan tidak organik. Lima angka yang dimulai dengan angka 8 artinya  konvensional, tidak organik, dan modifikasi genetis (tidak alami lagi). Sementara label dimulai dengan angka sembilan adalah buah organik.

 

3. Perhatikan penampilan buah secara fisik

Gambar via: www.theculinaryamateur.com
Gambar via: www.theculinaryamateur.com

Kedua, perhatikan penampilan buah secara fisik. Bekas pestisida biasanya terlihat dalam bentuk bubukan-bubukan putih yang tidak lazim.

 

4. Perhatikan buah pada saat pertama kali dibuka

buah-buahan
via nuripurwanti.blog.upi.edu

Saat membeli buah, perhatikan buah pada saat pertama kali dibuka. Jika di dalamnya ada bekas coklat-coklat atau penampilan yang tidak lazim,disarankan agar tidak mengonsumsi buah tersebut.

 

5. Perhatikan rasa buah

Buah-buahan dapat menghindarkan tubuh dari snemia sumber foto: www.ahlinyaobatherbal.com
Buah-buahan dapat menghindarkan tubuh dari snemia sumber foto: www.ahlinyaobatherbal.com

Jangan lupa untuk memerhatikan rasa buah. Pada buah-buahan yang telah lama disimpan, kadar gula dan asam sudah banyak berkurang. Jeruk misalnya, secara alami memiliki rasa asam. Apabila rasa jeruk yang dibeli hambar atau manis (tanpa asam), kemungkinan buah tersebut telah lama disimpan.

 

6. Cuci bersih buah

Buah-buahan cocok dijadikan makanan kecil saat perjalanan dengan kapal laut. Gambar via: joze11.blogspot.com
Buah-buahan cocok dijadikan makanan kecil saat perjalanan dengan kapal laut. Gambar via: joze11.blogspot.com

Untuk buah-buahan yang dikupas kulitnya, cuci bersih buah tersebut sebelum dikupas. Ini penting untuk menjaga buah dari bakteri dan zat-zat tambahan seperti paraffin.

Memerhatikan buah impor sebelum dikonsumsi menjadi semacam keharusan ya Bunda, karena kita tidak tahu proses pengemasan buah tersebut. Ada baiknya pula kita mengkonsumsi buah lokal yang bersih dan sehat. Selain itu, membeli buah lokal menjadi andil kita dalam memberdayakan petani lokal. [LP]

loading...

LEAVE A REPLY