Gulalives.co, Bogor – Enggak kerasa ya sudah melewati 10 Hari pertama dalam Bulan Ramadan. Semoga lancar terus sampai akhir ya. Banyak orang mengidentikkan ramadan sebagai rutinitas khusus yang dijalani selama 1 bulan saja seperti, puasa, taraweh, tadarus, pahala dobel, berbuka puasa bersama, i’tikaf dan ditutup dengan hari raya Idul Fitri. Selain itu semua, ternyata Ramadan juga dikenal sebagai bulan di mana banyak perang besar terjadi di masa lalu Islam.

Perang-perang ini terjadi pada ribuan tahun lalu dan melibatkan umat Islam. Diantara beberapa perang tersebut bahkan dikomandani oleh baginda Rasul, Nabi Muhammad SAW. Berikut ulasan lengkap tentang perang yang terjadi di bulan Ramadan.

1. Perang Badar Tahun 624

perang badar

Perang Badar adalah perang legendaris yang disebutkan dalam Alquran melalui Surat Ali-Imran ayat 123. Perang ini terjadi hanya 2 jam saja pada tanggal 17 Maret 624 (17 Ramadan), dua tahun setelah hijrah. Ini adalah peperangan pertama yang mana kaum Muslim (Muslimin) mendapat kemenangan terhadap kaum Kafir dan merupakan peperangan yang sangat terkenal karena beberapa kejadian yang ajaib terjadi dalam peperangan tersebut. Rasulullah Shallalaahu ‘alayhi wa sallam telah memberikan semangat kepada Muslimin untuk menghadang khafilah suku Quraish yang akan kembali ke Mekkah dari Syam. Muslimin keluar dengan 300 lebih tentara tidak ada niat untuk menghadapi khafilah dagang yang hanya terdiri dari 40 lelaki, tidak berniat untuk menyerang tetapi hanya untuk menunjuk kekuatan terhadap mereka. Khafilah dagang itu lolos, tetapi Abu Sufyan telah menghantar pesan kepada kaumnya suku Quraish untuk datang dan menyelamatkannya. Kaum Quraish maju dengan pasukan besar yang terdiri dari 1000 lelaki, 600 pakaian perang, 100 ekor kuda, dan 700 ekor unta, dan persediaan makanan mewah yang cukup untuk beberapa hari.

Dari kekuatan, sudah jelas pasukan Nabi Muhammad Saw akan kalah. Namun, kenyataan di lapang berkata lain. Justru, pasukan yang kecil itu mampu memenangkan perang dengan mudah. Pasukan dari Kafir Quraish akhirnya mundur dan menyimpan dendam besar yang akan dibalaskan pada Perang Uhud.

2. Perebutan Mekkah Tahun 629

perang perebutan mekkah

Lima tahun setelah perang badar usai atau tepatnya pada 11 Desember 629 (18 Ramadan), umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad kembali melakukan pertempuran. Kali ini misi pertempuran yang dibekali oleh kekuatan 10.000 pasukan adalah untuk merebut Mekkah dari tangan para Kafir Quraish. Motif Rasulullah menyerang atau menaklukkan Mekkah setelah kaum kafir Quraisy membelot dari perjanjian Hudaibiyah dengan membantu Bani Bakr untuk menuntaskan dendamnya kepada Kabilah Khuza’ah. Meskipun demikian dapat dilihat Rasulullah sebenarnya memanfaatkan momentum ini juga untuk mengambil kemenangan sempurna bagi Islam.

Dengan kekuatan 10.000 pasukan, Kafir Quraish akhirnya menyerah dengan damai. Pertempuran hanya menghasilkan 14 korban jiwa saja dengan 2 orang dari pasukan Nabi Muhammad Saw dan 12 orang dari pasukan pemimpin Kafir Quraish bernama Abu Sofyan. Setelah perang berakhir, Abu Sofyan akhirnya memeluk Islam dan mengakui adanya Allah SWT.

3. Perang Guadalete atau Penaklukan Umayyah di Hispania Tahun 711

perang guadalete

Perang Guadalete adalah salah satu perang penting pasca Nabi Muhammad wafat dan kepimpinannya dilanjutkan oleh pengikutnya. Setelah masa Khulafaur Rasyidin selesai, kepemimpinan Islam akhirnya dilanjutkan oleh Kekhalifahan Umayyah yang dikenal sangat hebat dalam menaklukkan banyak wilayah di Timur Tengah, Afrika bagian Utara dan sebagian wilayah Eropa. Terjadi pada tanggal 19 Juli 711, di sekitar sungai Guadalete yang terletak paling selatan dari wilayah Al-Andalus dimana pasukan muslim pimpinan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan pasukan Visigoth pimpinan Raja Roderic. Kemenangan ini dianggap sangat penting sebagai pembuka jalan bagi pasukan muslim menaklukan seluruh wilayah Andalusia dikemudian hari sehingga menjadi bagian dari wilayah muslim selama hampir 8 abad sampai dengan kejatuhannya pada tahun 1492.

Diceritakan bahwa Pada saat mendengar pegerakan kaum muslim yang kian tak terbendung. Roderic yang saat itu sedang berperang dengan bangsa Basque di utara Andalusia , tepatnya di wilayah Pamplona segera menghentikannya dan menghimpun pasukannya untuk melawan prajurit Moors ( sebutan untuk pasukan Islam ). Roderic memimpin seluruh pasukannya dan pergi ke kota Cordova. setelah Roderic mampu menghimpun pasukannya dalam jumlah yang sangat besar, sejarah menyebutkan antara 40-100 ribu orang. Pasukan Visigoth (Spanyol) pada masa itu sebagian besar merupakan kaum budak yang dilatih dan dipersenjatai. Sedangkan umat Islam hanya berjumlah berkisar 12 ribu orang dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad.

Akhirnya bertemulah kedua pasukan disebuah lembah yang bernama Rio Barbate. Ditengahnya mengalir sungai Guadalete. Jantung Roderic berdegup kencang ketika melihat di kejauhan kepulan debu disusul dengan gelombang manusia dengan kuda yang seolah tiada habisnya. Meskipun hanya berjumlah 12 ribu orang. Umat Islam telah mematahkan semangat bangsa Visigoth sebelum pertempuran berlangsung. Kedua pasukan semakin mendekat dan terus mendekat. Roderic mengamati orang-orang asing tersebut. Orang-orang berkuda begitu berbeda. Kulit mereka kecoklatan dan ada yang hitam, berbeda dengan orang eropa. Postur mereka pun berbeda. Tangan orang-orang itu memegang tombak, pakaian mereka berbeda-beda dan pedang melengkung tergantung di punggung.

Adapun Thariq bin Ziyad, ketika melihat orang-orang Visigoth dan sosok Roderic di tengah-tengah nya. Ia berseru dengan lantang. “Itu dia, raja orang-orang Visigoth!” Takbir pun menggema di berbagai penjuru. Kedua pasukan segera saling menerjang.

Pertempuran dimulai. Kedua belah pihak bertatung dengan segenap tenaga. Darah segar langsung membanjiri tanah Eropa yang kehijauan. Kekacauan terjadi ditengah-tengah pihak Visigoth. Banyak mereka yang mati terbunuh, sebagian melarikan diri. Salah satu sayap pasukan mereka melakukan pembelotan. Akhirnya pasukan Visigoth semakin kalut dan merekapun kocar-kacir dan melarikan diri dari medan laga.

4. Perang Hattin – Tahun 1187

perang hattin

Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Arnad/Reynald/Reynaud du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan semboyan “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah. Meskipun serangan ini gagal namun sudah membuat dunia islam gempar dan mencoreng reputasi Sultan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pelindung 2 kota suci Mekah n Madinah.

Sultan Shalahuddin langsung menyerang balik di tahun 1183 M dan ditanggapi oleh Pasukan Salib/Latin dengan mengerahkan pasukan terbesar yang pernah dihimpun, namun tidak terjadi peperangan karena pasukan Salib bersifat pasif/defensif.

Kemudian 4 tahun kemudian pada bulan Mei tahun 1187 M, dimulailah pergerakan militer yang ofensif/jihad thulab oleh Sultan Shalahuddin. Beliau memobilisasi pasukan dari Mesir yang dipimpin anaknya Al Afdhal dan Husamuddin Lu’lu. Dan terjadi pertempuran di Mata Air Cresson dimana pasukan Salib kalah telak. Hal ini membuat perselisihan Guy of Lusignan dengan Comte Raymond III Tripoli mereda karena adanya musuh bersama yaitu pasukan Muslimin. Dan Raymond III Tripoli menyatakan tunduk pada Kerajaan Yerusalem dan memutus perjanjian damai dengan Shalahuddin. Perang ini mempertemukan 20.000 pasukan salib dan 30.000 pasukan Muslim yang terdiri dari 12.000 kavaleri dan 18.000 infanteri. Perang yang membuat Yerusalem menjadi milik umat Islam ini hanya mengakibatkan sedikit korban jiwa meski peperangan berlangsung dengan sangat sengit.

Inilah empat perang besar dalam sejarah Islam yang terjadi di Bulan Ramadan. Semoga di bulan Ramadan ini, perang-perang besar seperti di atas tidak akan pernah terjadi. Bulan Ramadan harusnya dijalani dengan suka cita bukan dengan perang yang bisa membunuh manusia dengan sangat mudah. Semoga Bermanfaat ya.

loading...

LEAVE A REPLY