(blogspot)

Gulalives.co, Jakarta – Di Indonesia khususnya, kita teramat dekat dengan kata “Tsunami”. Memang, bencana alam yang satu ini pernah menggoreskan luka dalam untuk bangsa kita. Beberapa tahun yang lalu, ribuan nyawa melayang tersapu Tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka, dunia berduka. Tsunami sesungguhnya bukan milik Indonesia saja. Semua Negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami. Salah satunya adalah negeri yang digdaya dengan teknologi, Jepang. Sayangnya, meski tsunami sudah demikian akrab, tetapi tidak sedikit diantara kita yang tidak tahu pengertian tsunami yang sesungguhnya.

Apa Itu Tsunami?

tsunami (blogpot)
tsunami (blogpot)

Kata “Tsunami” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti Ombak Besar (Tsu : pelabuhan dan Nami : gelombang). Adapan definisi yang disepakati banyak orang adalah tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh naiknya gelombang laut ke daratan dengan kecepatan yang tinggi akibat adanya gempa yang berpusat di bawah lautan. Gempa tersebut bisa saja diakibatkan oleh tanah yang longsor, lempeng yang bergeser, gunung berapi yang mengalami erupsi serta meteor yang jatuh di lautan. Tsunami ini biasanya terjadi apabila besarnya gempa melebihi 7 skala richter. Tsunami ini cukup berbahaya, utamanya bagi mereka yang bermukim di sekitaran pantai. Dengan kekuatan besar, ia akan menyapu apa saja yang dilewatinya.

Proses Terjadinya Tsunami

(blogspot)
(blogspot)

Jika berbicara mengenai proses terjadinya tsunami, maka kita tentu harus memulai dari penyebabnya, yaitu gempa di wilayah lautan. Tsunami selalu dimulai suatu pergerakan dahsyat yang lazim kita sebut gempa. Meski di ketahui bahwa gempa ini ada bermacam jenis, akan tetapi 90% tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng didalam perut bumi yang letaknya kebetulan ada didalam wilayah lautan. Akan tetapi perlu juga dijelaskan, sejarah pernah merekam tsunami yang dahsyat akibat meletusnya Gunung Krakatau.

Gempa yang terjadi didalam perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertical sehingga dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat. Hal semacam ini kemudian akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada air lautan yang kemudian terdorong menjadi gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.

Dengan tenaga yang besar ada pada gelombang air tersebut, lumrah saja jika bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudahnya. Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tidak terbayangkan. Ia bisa mencapai 500 sampai 1000 kilometer per jam di lautan. Dan sementara mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 kilometer per jam. Meski berkurang pesat, tetapi kecepatan tersebut sudah dapat mengakibatkan kerusakan yang parah untuk manusia.

Sebab-sebab Terjadinya Tsunami

(dw)
(dw)

Tsunami dapat dipicu oleh bermacam-macam gangguan (disturbance) berskala besar terhadap air laut, misalnya gempa bumi, pergeseran lempeng, meletusnya gunung berapi di bawah laut, atau tumbukan benda langit. Tsunami dapat terjadi apabila dasar laut bergerak secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan vertikal.

Jika kita mencermati proses terjadinya tsunami, tentu kita paham bahwa tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kita tidak mempunyai kendali untuk mencegah penyebab tersebut . Tetapi, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita dapat meminimalisir dampak bencana tsunami ini sendiri. Contoh yang baik telah diperlihatkan Jepang. Meski rawan tsunami, tetapi kesadaran rakyatnya dapat menekan jumlah korban akibat bencana tersebut .

Tsunami adalah salah satu bencana alam yang memang menakutkan. Dampak yang ditimbulkan dari tsunami juga sangat bersifat merusak dan menghancurkan. Maka dari itu, kita patut lebih mempelajari tentang bencana alam disekitar kita. Dengan mempelajari, kita bisa mengetahui bagaimana tanda-tanda bencana seperti tsunami itu akan terjadi dan akan lebih siap saat menghadapi terjadinya hal yang tidak di inginkan. Namun kami lebih menghimbau, agar kita semua lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Karena Dia-lah penguasa seluruh jagat raya ini. Atas kehendak-Nya juga seluruh bencana di alam semesta ini dapat terjadi, termasuk bencana tsunami.

loading...

LEAVE A REPLY