Tips agar lolos wawancara kerja babak pertama.

Gulalives.co, JAKARTA – Wawancara kerja babak pertama merupakan momen krusial yang akan menentukan ke tahap selanjutnya.

Sayangnya, ada sejumlah kesalahan umum yang biasa orang lakukan di awal proses wawancara. Nah, agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama, kami merangkum sejumlah cara agar kamu melangkah mulus di wawancara kerja tahap pertama. Simak ya:

1. Lakukan perkenalan singkat dan manis

Tips agar lolos wawancara kerja. Foto: masibas.my.id
Tips agar lolos wawancara kerja. Foto: masibas.my.id

Ketika masuk ke ruangan, kamu hanya memiliki 30 detik untuk memberi kesan baik, kata perekrut kerja Adam Seabrook. Tapi, kamu sebetulnya bisa memukau para pewawancara bahkan sebelum melewati pintu ruangan.

“Cobalah untuk bersikap sangat ramah pada semua orang. Saya pernah punya klien yang mengendap-endap ke luar dan bertanya pada resepsionis bagaimana kandidat berperilaku sebelum wawancara dimulai. Jika dia kembali dengan jempol menghadap ke bawah, maka mereka akan menolak kandidat itu,” kata Seabrook seperti dilansir laman BBC.

Menurut Seabrook, jika kamu kasar atau meremehkan resepsionis, kamu bisa juga melakukan itu pada setiap orang yang kamu temui.

Ahli perekrutan Mira Zaslove menyarankan setiap kandidat untuk memperkenalkan diri dengan positif dan sederhana. “Jangan berbelit-belit dalam waktu yang lama,” katanya.

Sesuaikan cara kamu berkenalan sesuai dengan audiens – garis bawahi secara singkat bagaimana karier kamu,  bidang apa yang kamu kuasai, pencapaian, pendidikan, dan hobi yang cocok dengan perusahaan dan pewawancara.

“Fokus pada apa yang relevan dengan lowongan kerja yang kamu lamar, dan orang yang mewawancarai kamu. Ingat bahwa proses wawancara bukan tentang menilai seberapa pintar atau seberapa cemerlang kamu. Ini tentang apakah kamu cocok untuk pekerjaan yang spesifik.”

Dia memperingatkan bahwa sebagian besar pewawancara tidak memiliki kemampuan untuk mendengarkan kandidat terlalu lama, jadi para kandidat harus menggunakan waktu mereka dengan bijaksana. “Jangan mengira bahwa pewawancara sudah membaca CV Anda, jangan juga mengungkapkannya persis kata demi kata.”

2. Miliki selera humor

Tips agar lolos wawancara kerja. Foto: terasbintang
Tips agar lolos wawancara kerja. Foto: terasbintang

Bagaimana kamu memperkenalkan diri? “Seperti layaknya orang normal,” tulis Chris Lynam. “Perusahaan ingin orang bekerja profesional, tetapi bukan seperti robot.”

Dia memberi contoh, ”Ada seorang perempuan datang untuk diwawancara bernama Fatima,” tulisnya. “Saya ingin mengucapkannya dengan benar, jadi saya tanya, ‘bagaimana menyebut nama Anda Fah-tima atau Fateema’? Dia menjawab, ‘dua-duanya boleh, Anda bisa memanggil saya Fatty jika mau’.”

Ini berhasil bagi Lynam. “Saya tertawa dan berpikir, ‘Anda diterima!’… dan ya, kami mempekerjakannya.”

3. Statistik di tangan kandidat

Tak masalah jika kamu tidak memiliki hal spesial yang bisa dikatakan tentang dirimu, tetapi kamu harus memperlihatkan bahwa setidaknya kamu memiliki kualifikasi minimum untuk pekerjaan itu, kata Valerie Cooper.

“Hal bagus untuk memiliki angka-angka yang bisa diberikan terkait peningkatan yang telah dicapai selama bekerja di posisi lama. Apakah kamu tahu berapa persen kenaikan penjualan yang kamu kontribusikan?”

Tips agar lolos wawancara kerja.  Foto: laruno.com
Tips agar lolos wawancara kerja. Foto: laruno.com

Cooper menulis bahwa jika kamu tidak tahu bagaimana kontribusimu sebelumnya, cari dan lacak informasi itu. Pasalnya hal ini penting bagi perkembangan karier.

4. Jangan terlalu dipikirkan

Tetapi itu bukan hal yang sangat menentukan, jika kamu tidak bisa menunjukkan kontribusi mengesankan dari pekerjaanmu sebelumnya. Terutama jika kamu mencari pekerjaan magang, tulis Kaitlyn Hanrahan.

“Tidak ada yang memberikan pekerjaan penting yang menentukan bisnis pada pekerja magang. Mereka berharap pekerja magang bisa menamba nilai lebih,” katanya. “Cobalah hadir sebagai anak muda yang pintar dan antusias.”

“Teorinya, jika kamu berhasil dipanggil wawancara, kamu sudah punya kualifikasi untuk pekerjaan itu. Hanya tinggal kepribadian, kecocokan budaya, dan memilik kandidat terbaik di titik itu.” (VW)

loading...

LEAVE A REPLY