Tips menghadapi suami puber kedua. Foto: waspada.co.id

Gulalives.co, JAKARTA – Pernah dengar istilah puber kedua untuk para pria? Istilah itu mengemuka saat pria memasuki usia 40. Ciri-cirinya pria ini genit, suka bersolek, dan terkadang main mata, kepada yang bukan istrinya.

Sejatinya puber kedua itu hanya istilah. Karena puber hanya dialami sekali, yaitu saat remaja siap memasuki masa dewasa. Saat usia puber, remaja biasanya mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Nah, gejala ini mirip dengan yang terjadi pada sejumlah pria paruh baya.

Setiap manusia pasti akan mengalami perkembangan psikologi. Mulai dari fase anak-anak, remaja, dewasa muda, dan dewasa senior. Masing-masing pada fase perkembangan itu biasanya terjadi perubahan-perubahan besar, secara fisik, psikologis, maupun sosial.

Tips menghadapi suami puber kedua.  Foto: bacadata
Tips menghadapi suami puber kedua. Foto: bacadata

Seseorang yang memasuki periode puber kedua biasanya berusia sekitar 40 tahun ke atas. Pada periode tersebut seorang pria biasanya telah memasuki masa dewasa dengan tingkat kematangan dan kemapanan hidup yang mumpuni.

Rata-rata pria diasumsikan telah hidup dengan kondisi keuangan yang sudah stabil, serta jenjang karir, dan kehidupan keluarga yang mapan pada rentang usia tersebut.

Ketika semua aspek kehidupan sudah cukup stabil, biasanya akan menimbulkan kejenuhan pada orang tersebut. Ketika kejenuhan sudah dirasakan, banyak yang mulai berulah, seolah ingin membuktikan diri bahwa dirinya masih sama hebatnya ketika remaja.

Kebanyakan pria ingin menolak kenyataan bahwa dirinya sudah mulai tua, dengan berusaha membuktikan performa dan penampilannya masih sama baiknya dengan saat dia masih remaja. Fase pembuktian diri itulah yang kerap disebut sebagai puber kedua.

Tips menghadapi suami puber kedua.  Foto: infoyunik
Tips menghadapi suami puber kedua. Foto: infoyunik

Permasalahannya, untuk membuktikan diri tidak jarang seseorang melampiaskan pada hal-hal negatif seperti mencari sensasi seksual, atau tantangan lain sebagaimana pernah dirasakan semasa muda.

Jika istri tak tanggap saat suami mulai bergenit-genit kepada perempuan lain, akibatnya bisa bablas. Makanya kita kerap dengar, di usia 40-an pria gampang terlibat perselingkuhan dengan perempuan yang biasanya jauh lebih muda.

Tak jarang, untuk membuktikan ‘keperkasaannya’ para pria ini mengonsumsi sejumlah obat kuat. Tujuannya tentu agar selalu perkasa. Para pria yang menenggak obat kuat ini rupanya berusaha menyelamatkan ‘sisa-sisa’ harga dirinya sebagai pria.

Meskipun terlibat selingkuh, namun para pria ini umumnya mengaku masih mencintai istrinya dan tak mau kehilangan keluarga. Bergenit-genit dengan wanita lain hanya hiburan semata.

Lantas, mengapa para pria ini perlu membuktikan diri kepada pria lain? Tak lain karena sang istri sudah tahu semua rahasia si suami, dari A sampai Z.

Tips menghadapi suami puber kedua. Foto: skanaa
Tips menghadapi suami puber kedua. Foto: skanaa

Nah, biar suami nggak bablas dengan segala kegenitannya, radasr sang istri harus menyala. Harus tanggap. Jangan sampai suami mencari petualangan di luar rumah hanya karena dia merasa sang istri tak memberikan perhatian saat kondisi ‘genting’.

Dalam posisi ini, para istri diharapkan memahami kondisi psikologis suami mereka yang tengah menghadapi periode andropause, termasuk memahami segala macam gejolak dan kerewelan mereka.

Cara yang bisa dilakukan oleh istri menghadapi perubahan sikap suami di usia paruh baya antara lain:

1. Perbaiki kembali komunikasi suami istri yang selama ini terabaikan akibat kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

2. Temani dan dampingi suami, dengarkan keluhan-keluhannya, dan ajaklah bicara dari hati ke hati.

3. Perbanyak pula waktu kebersamaan, misalnya dengan menjalankan hobi berdua. Karena, sesungguhnya, yang paling dibutuhkan para suami adalah perhatian dan empati dari istrinya, sehingga ia merasa lebih nyaman dan aman menghadapi masa-masa itu.

4. Jika dibutuhkan, konsultasikan ke psikolog khususnya jika pasutri tak mampu berkomunikasi dengan baik membahas soal fenomena puber kedua ini. Dengan datang berdua, akan tercipta keterbukaan dan saling pengertian di antara suami.

Bahkan, saya juga bisa sekalian menjelaskan kepada sang suami tentang kondisi menopause yang mungkin tengah dialami istrinya, sehingga keduanya bisa saling mendampingi dan menguatkan. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY