Gulalives.co, JAKARTA – Bulan Ramadan pekan kedua, yakni tepatnya pada Senin (13/6), salah satu personil Kahitna, Hedi Yunus merilis lagu Shalat yang diambil dari album musik solo bertajuk sama, di kawasan SCBD, Jakarta.

“Shalat itu single religi yang saya buat dulu. Lagu itu saya aransemen ulang dengan musik yang kekinian. Ya, sekalian saya pakai buat judul album,” kata penyanyi papan atas tanah air ini, dilansir Gulalives.co dari laman CNN.

Selain Shalat, Hedi juga memasukkan empat lagu lain favorit di album barunya, yaituIstighfar (AA Gym), Shalawat Badar, Doa (Embie C. Noer) dan Raihlah Kemenangan (Elfa Secioria dan Wieke Gur).

hedi yunus
Konferensi pers peluncuran lagu Shalat Hedi Yunus. (Foto: Facebok Hedi Yunus)

“Lagu religi memang dari dulu banyak yang recycle, tapi saya mau menyanyikan lagu yang saya suka. Saya pingin banget menyanyikan lagu Raihlah Kemenangan sejak kenal dengan Elfa Secioria. Selain itu saya mau buat album religi sesuai yang saya jalani,” kata Hedi.

Sebelum menggarap album kali ini, terlebih dulu Hedi meminta izin kepada pencipta lagunya. Setelah mendapatkan izin, baru lah Hedi meracik musik dan meramunya di studio rekaman.

hedi yun
(Foto: Facebok Hedi Yunus)

Tentu saja tidak sendirian, melainkan melibatkan para sahabat, Bambang Purwono (music arranger), Indra Prasetyo (gitar), Reno Revano (bass), Yunika & Belia Ulfa (backing vokal), Putri Juri (selo) dan Widodo (biola).

“Bambang itu nonmuslim,” kata Hedi tentang sang personel Kahitna. “Tapi dia bisa mengarahkan ketika saya menyanyikan lagu Islam supaya menjiwai. Makanya saya bersyukur banget dia bisa seperti itu.”

Hedi mengaku membuat album ini tak semata-mata menyambut Ramadan. Ia menjelaskan, album ini merupakan rasa personal yang tak bisa ia keluarkan di Kahitna. Mini album ini juga penyeimbang kiprahnya dalam bermusik.

hediy
(Foto: Facebok Hedi Yunus)

Bersama Kahitna, Hedi selalu menyanyikan lagu-lagu bernuansa cinta. Nah, di album baru ini ia menyanyikan lagu religi yang sangat dekat dengannya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.

Hedi menjelaskan rilisan religi yang ia buat selalu dilakukan lewat jalur indie. Ia menggunakan modal sendiri, antara lain untuk mencetak sebanyak seribu keping. Ia akan mencetak kembali apabila album ini laku di pasaran.

“Setiap Ramadan saya ingin rilis, alhamdulillah rejeki saya di bulan Ramadan meningkat dari off air, album ini juga tuntutan profesi untuk selalu ada yang baru dan ada kepuasan tersendiri kalau sudah bisa merilis,” pungkas Hedi. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY