Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda.

Gulalives.co, JAKARTA – Setiap anak memiliki kepintaran yang berbeda. Namun sayangnya orangtua kerap membanding-bandingkan antara anak satu dengan lainnya.

Thomas Armstrong, seorang ahli di bidang multiple intelligences (kecerdasan multipel), mendorong orangtua untuk mengenali delapan jenis kepintaran pada anak dan cara-cara terbaik untuk menstimulasi anak sesuai dengan kepintaran yang mereka miliki.

Armstrong mendefinisikan delapan jenis kepintaran sebagai ‘word smart’, ‘number smart’, ‘picture smart’, ‘body smart’, ‘music smart’, ‘people smart’, ‘self smart’ dan ‘nature smart’. Kita bisa mengenali kepintaran anak dan menentukan cara terbaik untuk menstimulasi kepintaran tersebut dengan mengamati tingkah laku mereka.

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: ibbpointer.blogspot
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: ibbpointer.blogspot

Anak-anak yang suka bermain sendiri misalnya, cenderung memiliki jenis kepintaran ‘self smart’. Kepintaran mereka akan semakin bersinar bila sering diajak berbicara mengenai perasaan dan pendapat mereka mengenai berbagai hal atau diajak untuk melakukan aktivitas yang bersifat reflektif seperti yoga, kata Armstrong.

Sedangkan anak-anak yang suka membuat sesuatu dengan tangan mereka, menyentuh dan mengamati benda-benda di sekitar mereka mungkin memiliki jenis kepintaran ‘body smart’, dan orangtua dapat membantu menstimulasi mereka dengan permainan menyusun balok atau kegiatan fisik seperti olahraga dan menari.

Armstrong menekankan, orangtua bisa mengenali kepintaran anak dan merangsangnya dengan memperhatikan minat dan tingkah laku mereka.

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: medanbisnisdaily
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: medanbisnisdaily

Secara garis besar kepintaran dipetakan menjadi 8 kategori, dan begini cara merangsangnya:

1. Kepintaran Linguistik. Menyangkut kemampuan berbahasa anak, bisa dirangsang dengan membacakan buku, menyediakan perlengkapan mereka suara untuk anak kita.

2. Kepintaran logika Matematika. Ini berhubungan dengan hitung-hitungan, dan kemampuan anak untuk berpikir secara logika, bisa dirangsang dengan bermain teka-teki logika atau main balok berpola.

3. Kepintaran visual spasial. Kepintaran ini melibatkan kepekaan dalam gambar, bisa distimulasi dengan bermain gambar menggambar atau menyelesaikan teka-teki gambar.

4. Kepintaran kinestetik. Kepintaran yang berhubungan dengan olah raga atau olah tubuh, stimulasi dengan mengajak anak berolah raga bersama.

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: okezone
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: okezone

5. Kepintaran musik. Anak memiliki kepekaan yang tinggi di bidang musik, stimulasi dengan mendengarkan musik ke anak dan bernyanyi bersama.

6. Kepintaran interpersonal. Kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan memahami perbedaan temperamen dan suasana hati lawan bicaranya. Cara ini bisa distimulasi dengan bermain monopoli bersama.

7. Kepintaran intrapersonal. Kemampuan anak untuk memahami dirinya sendiri. Anak dengan kepintaran ini mengetahui apa yang baik buat dirinya dan akan jadi apa dia nantinya, kepintaran ini bisa dirangsang dengan melakukan kegiatan yoga bersama.

8. Kepintaran naturalis. Kemampuan anak untuk mengobseravsi alam sekitar, bisa distimulasi dengan mengajak anak bermain di alam bebas.

Lebih lanjut Armstrong menjelaskan, ada empat cara khusus yang bisa diterapkan orangtua untuk bisa lebih mengenali kepintaran anaknya. Cara yang bisa dilakukan: Perbanyak material atau alat bantu anak untuk lebih mengenal kepintarannya. Tak perlu mainan mahal, karena bahkan balok kayu yang paling sederhana pun bisa menjadi alat bermain yang seru yang bisa merangsang kepintaran mereka.

Jangan lupa lakukan hal-hal menyenngkan bersama anak dalam satu keluarga. Kebersamaan ini sangat penting untuk mengembangkan kepintaran dan kepribadian anak, manfaatkan waktu yang sedikit bersama mereka dengan baik. Ciptakan selalu momen yang tepat untuk bisa mengembangkan kepintaran mereka.

“Mungkin kita tak punya banyak waktu untuk anak-anak kita, tapi yang sedikit itulah yang bisa kita manfaatkan dengan baik,” ujar Armstrong.

Armstrong berpesan, jangan pernah memaksakan anak dalam hal apapun. “Biarkan mereka melakukan hal-hal yang mereka sukai dan biarkan mereka mengembangkan bakat dan minatnya,” ujarnya. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY