10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: vemale

Gulalives.co, JAKARTA – Anak memang amanah dari Allah yang harus kita jaga sebaik-baiknya. Sayangnya, menjadi orangtua tidak ada sekolah atau pendidikan khusus. Semuanya dilakukan learning by doing.

Tak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Ada 10 kesalahan umum yang dilakukan orangtua dalam mendidik anak-anaknya, seperti dirangkum dari laman almanhaj.or.id berikut ini:

1. Menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: serbasembilan
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: serbasembilan

Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin, dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut; takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutinya.

Dan yang paling parah, tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut.

2. Mendidiknya  menjadi sombong

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: tribunnews
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: tribunnews

Kesalahan ini merupakan kebalikan poin pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti.

Misalnya, takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka bohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

3. Membiasakan anak hidup boros

Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqamah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakan muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kesekolah
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kesekolah

4. Selalu memanjakan anak dengan memenuhi semua permintaannya

Sebagian orangtua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaannya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

5. Selalu memenuhi permintaan anak ketika ia masih kecil

Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orangtua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

6. Terlalu keras dan kaku menghadapi anak

Misalnya, dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lain. Ini kadang terjadi, ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kabarinews
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kabarinews

7. Orangtua pelit pada anak melebihi batas kewajaran

Ada juga orangtua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya, mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan berbagai cara. Misalnya: dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain.

8. Lupa memberikan kasih sayang sehingga anak mencari  pelampiasan di luar

Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya, ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya.

9. Hanya memperhatikan kebutuhan fisik anak

Banyak orangtua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orangtua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas.

Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orangtua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih-sayang. Bila kasih-sayang tidak didapatkan di rumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

10. Terlalu berprasangka  baik kepada anak-anak

Ada sebagian orangtua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman-teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya.

Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa adalah penyesalan tak berguna.

Semoga kita semua belajar dari ‘kesalahan’ dalam mendidik anak-anak kita ya. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY