Mesut Ozil (standard.co.uk)

Gulalives.co, DEPOK – Piala Eropa sudah bergulir, begitu pula bulan Ramadhan. Banyak pemain besar yang berkompetisi di bulan puasa ini seperti Paul Pogba, Emre Can, Sami Khedira hingga Mesut Ozil. Bertepatannya Piala Eropa dengan Ramadhan mungkin menjadi hal yang menyulitkan bagi para pemain muslim. Apakah harus tetap puasa atau tidak. Belum lagi konflik kepentingan diantara fans, manager dan staf tim.

Terlebih lagi, Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang dirasa cukup sulit karena panjangnya waktu terbit dan terbenam matahari. Beberapa muslim menunda puasa dan menggantinya di lain waktu seperti Mesut Ozil.

Nathan Ellington, mantan pemain Wigan Athletic yang kini menjadi muslim, berbicara bagaimana pesepakbola muslim harus menghadapi tekanan saat bermain dalam kondisi puasa. Berikut wawancara BBC kepada Ellington belum lama ini.

1. Beberapa pemain memilih untuk tidak berpuasa, mengapa?

sumber: bbc
sumber: bbc

Ya setiap muslim dewasa yang sehat seharusnya berpuasa. Tetapi, jika kita dalam kondisi perjalanan atau kurang sehat, kita bisa meggantinya di hari lain. Ketika datang ke Eropa, banyak pemain muslim bepergian dari beberapa tempat. So, kita akan menggantinya di bulan lainnya setelah ramadhan.

2. Apakah ada kritik dari berbagai komunitas muslim jika pemain menunda puasanya?

sumber: bbc
sumber: bbc

Sebenarnya tidak ada masalah berarti. Tapi beberapa pemain merasa tekanan dari ‘kampung halaman’-nya sendiri. Jika sang pemain tidak bepergian ke luar negeri untuk bertanding, biasanya hal ini menjadi isu tersendiri.

3. Apakah kamu pernah mendapat tekanan dari manager atau staf untuk tidak berpuasa selama Ramadhan karena sedang bertanding?

sumber: bbc
sumber: bbc

Ya, saya mengalaminya. Saya mempunyai manager yang memberitahu saya bahwa saya tidak usah berpuasa karena akan mempengaruhi kebugaran dan energi saat bertanding.

Pernah pula saya secara diam-diam berpuasa dan tidak ada seorangpun yang menyadarinya. Semuanya sesuai minset ya. Saya tidak pernah merasakan masalah saat bertanding selama Ramadhan.

3. Apakah fair manager tidak memilihmu bertanding jika kamu berpuasa?

sumber: bbc
sumber: bbc

Saya rasa itu tidak fair dalam kasus saya. Saya seringkali berpuasa tanpa seorang pun tahu. Aku dapat mengerti jika manager berpikir berpuasa akan mempengaruhi puasa. Aku tidak bisa menyalahkannya. Tapi, saya rasa manager harus mengerti bahwa semua orang berbeda. Masing-masing pemain dapat menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.

4. Bagaimana caranya kamu mengatur puasa selama pertandingan?

sumber: bbc
sumber: bbc

Saya harus memastikan makanan saat sahur adalah makanan yang mengeluarkan energi rendah seperti pisang, bubur dan lainnya. Saya juga memperbanyak cairan. Masalahnya akan terasa saat selesai bertanding yang membutuhkan waktu cukup lama. Saya langsung pulang kerumah dan tidur cukup sebelum makan lagi.

5. Mengenai waktu puasa yang panjang di tahun ini?

sumber: bbc
sumber: bbc

Saya rasa memang tahun ini puasa akan sangat sulit karena periode matahari terbit dan terbenam membutuhkan waktu yang lama. Pemain harus mengelola kebiasaan tidurnya karena mereka akan sahur pukul 3:00 dan buka pukul 21.30. Ini akan sangat sulit.

Kebiasaan tidur juga tidak selamanya menolong karena pada malamnya kita harus salat tarawih. Pemain harus memastikan istirahat di waktu yang berbeda. Meski begitu, banyak bukti bahwa puasa baik untuk tubuh, kita hanya menukar waktu makan saja.

6. Apakah kamu merasa menjadi muslim mempengaruhi karirmu?

sumber: bbc
sumber: bbc

Ya, aku merasakan hal itu. Ketika aku berada di puncak karir, saat itu usiaku 23 tahun. Aku beralih ke Islam dan saat itu tragedi 9/11 terjadi. Waktu itu buka waktu yang terbaik untuk muslim.

Aku tidak pernah mendapatkan cedera, aku selalu top skor dan sangat baik saat bermain. Namun ketika aku menjadi muslim, pertandingan berkurang sehingga mempengaruhi performa tubuhku.

Ini memang berat. Bahkan, ada pemain muslim yang menyembunyikan kemusliman mereka karena isu tersebut. Untuk itu, kami mendirikan Association of Muslim Footballers, Kita mendukung untuk menghubungkan banyak orang dan membuat mereka mengerti akan agama kita. Kita ingin menunjukkan bahwa kita masih dapat berlatih dan menjadi pemain bola sukses tanpa melupakan agama kita. [LP]

loading...

LEAVE A REPLY