www.youtube.com

Gulalives.co, Depok – Pernah mendengar tentang mitos? Iya, pasti banyak ya di Indonesia ini mitos-mitos yang beredar, bahkan hal tersebut memang sudah dipercaya dari generasi kakek nenek kita dulu loh. Seperti halnya mitos-mitos mengenai kesehatan. Berikut ini adalah beberapa mitos di dunia kesehatan yang harus Anda ketahui kebenarannya.

1. Mengkonsumsi Vitamin C setelah makan seafood, akan menyebabkan kematian

pescafreshblog.com
pescafreshblog.com

Mitos satu ini mungkin sangat populer di kalangan penggemar makanan laut. Bahkan ada yang menyebarkan berita ini lewat pesan berantai lho. Padahal faktanya tidak begitu. Jadi, hewan laut memang mengandung senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain. Namun, arsenobetain ini tidak akan tercerna oleh tubuh, malah akan dikeluarkan secara utuh melalui urine.

Keracunan baru akan terjadi jika makanan laut tersebut tercemar arsen anorganik yang bisa disebabkan karena habitat hewan laut tersebut tercemar. Nah, jika zat arsen anorganik ini tercampur dengan Vitamin C, maka akan membuat derajat keasaman lambung menjadi meningkat.

Jangan khawatir, selama Anda mengkonsumsi seafood dan Vitamin C secara normal atau tidak berlebihan, maka tubuh akan baik-baik saja.

2. Cacar air hanya sekali seumur hidup

www.popsugar.com
www.popsugar.com

Nah mitos satu inilah yang dipercaya beberapa anak, jika mereka sudah pernah terkena cacar air, maka mereka tidak akan terkena penyakit tersebut lagi. Padahal sebenarnya bisa saja seseorang terkena cacar air lebih dari sekali dalam hidupnya.

Saat seseorang terkena cacar air, maka tubuh secara otomatis akan membentuk system kekebalan dari virus tersebut. Jadi ketika virus cacar air ini datang lagi, maka tubuh sudah siap untuk mengantisipasinya. Tapi tetap saja, tidak tertutup kemungkinan bahwa seseorang akan terkena cacar lebih dari sekali.

3. Menelan permen karet akan membuatnya tertinggal di perut

www.surfandsmiles.com
www.surfandsmiles.com

Mitos ini memang selalu dijadikan alat untuk menakuti anak-anak yang senang memakan permen karet. Kepercayaan ini didasari pada struktur permen karet yang memang tidak bisa di telan seperti permen yang lain. Hal ini lah yang dipercaya bahwa jika seseorang menelan permen karet, maka permen karet tersebut akan tertinggal di perutnya.

Padahal sebenarnya permen karet akan tetap keluar dari perut ketika seseorang buang air besar. Karena cairan di tubuh akan mendorong permen karet menuju usus, dan kemudian di buang saat buang air besar. Permen karet memang tidak akan terurai dalam system percernaan, tapi hal ini tidak akan menyebabkan sakit perut.

4. Tidak boleh berenang setelah makan

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Banyak orangtua yang mengatakan pada anaknya bahwa mereka tidak boleh berenang sesaat setelah makan. Karena menurutnya, hal ini akan menyebabkan keram saat nanti berenang.

Sebenarnya, berenang setelah makan boleh-boleh saja, karena pada saat itu otot sudah mendapatkan nutrisi yang cukup. Dan sebaliknya, jika seseorang berenang dalam keadaan perut kosong, hal ini malah akan menyebabkan keram, karena otot tidak mempunyai pasoka nutrisi untuk kinerjanya saat berenang.

5. Cacingan hanya diderita anak-anak

www.youtube.com
www.youtube.com

Anak-anak yang biasa bermain suatu hal yang tidak bersih memang bisa saja terkena cacingan. Namun hal ini juga bisa berlaku pada orang dewasa. Seorang yang sudah dewasa juga bisa terkena cacingan, hal ini bisa disebabkan oleh konsumis sayur atau buah yang tidak bersih, sehingga telur cacing tidak sengaja tertelan.

Kemudian telur cacing akan berkembang di dalam usus dan menyebabkan cacingan. Gejala yang terjadi saat cacingan biasanya adalah tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, nyeri di perut, diare dan mual.

Mungkin mitos-mitos diatas hanyalah beberapa dari banyaknya mitos yang beredar di masyarakat kita. Sebaiknya kita ketahui dahulu kebenarannya baru setelah itu kita bisa mempercayainya. Jangan hanya sekedar percya namun sebenarnya hal tersebut tidak benar. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY