Ikan fugu yang sangat beracun jadi hidangan khusus di Jepang

Gulalives.co, JAKARTA – Jepang nggak cuma bunga sakura atau Harajuku style. Negara kecil kaya budaya ini juga memiliki keragaman kuliner yang menakjubkan, juga ekstrem.

Sebagian kita mungkin akan terkaget-kaget dan bengong mendapati kuliner aneh Jepang. Jangan bayangkan ramen yang enak itu ya, karena yang akan kita ulas berikut ini bisa bikin sakit perut, bahkan mungkin juga mual saking jijiknya.

Yang sudah pernah diulas adalah ikan fugu alias ikan buntal. Masyarakat Jepang telah menikmati ikan fugu selama berabad-abad, yang berarti mereka telah menemukan bagaimana cara untuk menaklukan dan memakan ikan beracun ini.

Ikan fugu yang sangat beracun jadi hidangan khusus di Jepang
Ikan fugu yang sangat beracun jadi hidangan khusus di Jepang.

Fugu dihidangkan dengan sangat hati-hati karena jika salah olah, makanan ini bisa mematikan bagi mereka yang memakannya. Racun yang terkandung dalam hati, ovarium dan kulitnya adalah sumber utama yang membuat ikan ini menjadi beracun.

Hanya chef-chef bersertifikat khusus yang boleh menyajikannya. Hal ini wajar saja, karena jika fugu yang dimakan masih mengandung racun, penikmatnya akan seketika tewas karena saraf ototnya keracunan.

Gulalives merangkum sejumlah hidangan di Jepang yang tidak lazim, namun nyatanya ada sejumlah resto yang menyediakan hidangan unik, bahkan masuk kategori ekstrem berikut ini:

1.Odori don

Hidangan ekstrem khas Jepang: Odori don. Foto: youtube
Hidangan ekstrem khas Jepang: Odori don. Foto: youtube

Odori don terbuat dari cumi-cumi segar tanpa kepala yang tentakel-tentakelnya kadang masih bergerak dan terkesan menari-nari di atas mangkuk.

Bagaimana cumi tanpa kepala masih bisa hidup dan berlenggak di piring atau mangkuk sajinya? Ini disebabkan karena kandungan garam yang sangat tinggi dalam saus kecapnya yang bereaksi pada ion sel di tiap tentakelnya. Hal ini menyebabkan perbedaan tegangan dan membuatnya terlihat seperti hidup dan bergerak-gerak.

2. Shirako

Hidangan ekstrem khas Jepang: Shirako. foto: pinterest
Hidangan ekstrem khas Jepang: Shirako. foto: pinterest

Warna merah muda pucat dan bentuk panjangnya, sepintas terlihat mirip dengan usus sapi. Makanan merah muda berbentuk panjang dan bertekstur kenyal ini adalah Shirako, yang ternyata adalah alat kelamin ikan jantan disajikan bersama kantung spermanya. Shirako menjadi hidangan yang paling terkenal di pub-pub dan sushi bar di Jepang.

3. Sanshou (kadal panggang)

Sanshou adalah makanan yang dibuat dari salamander atau sejeni kadal dengan ekor panjang dan tubuh yang lebih ramping dari jenis kadal kebanyakan. Pada abad ke 17 dulu, menyajikan salamander berukuran besar adalah hal yang wajar, namun jika dilakukan pada masa sekarang, kamu bakalan dipenjara karena salamander telah ditetapkan sebagai spesies langka.

Namun yang dimasak dan disajikan saat ini adalah salamander dari jenis yang tidak langka, jadi tidak perlu khawatir. Disajikan dengan dipanggang dan diberi saus manis, menurut mereka yang pernah mencoba, rasanya seperti burung, ayam bakar atau penyu.

4. Hachinoko

Hidangan ekstrem khas Jepang: Hachinoko. Foto: likesharetweet
Hidangan ekstrem khas Jepang: Hachinoko. Foto: likesharetweet

Sepintas terlihat seperti belatung, hachinoko adalah larva lebah yang cukup terkenal di Cina dan Jepang. Penyajiannya sederhana, dengan bumbu khas teriyaki yang sangat manis, digoreng dengan garam dan merica, atau ditumis dengan mentega dan saus, lalu disantap dengan semangkuk nasi hangat. Hap! Rasanya sangat lezat, perpaduan gurih dan manis.

Meski kelihatan sangat menyeramkan dan tidak menarik, namun jangan salah, makanan ini kaya akan gizi. Rasanya akan lebih lezat jika disajikan bersama sake Nagano. Nah, tertarik mencoba?

5. Zazamushi

Hidangan ekstrem khas Jepang: Zazamushi. Foto: zazamushi.net
Hidangan ekstrem khas Jepang: Zazamushi. Foto: zazamushi.net

Sepertinya masyarakat Jepang memang suka sekali terhadap larva, selain larva lebah (Hachinoko), ada juga Zazamushi yakni sejenis larva serangga yang hidup di dasar sungai. Makanan ini tersedia luas dan dapat diperoleh dengan mudah di Jepang, baik dalam kemasan kalengan atau di restoran.

6. Inago

Hidangan ekstrem khas Jepang: Inago. Foto: samuraiguide
Hidangan ekstrem khas Jepang: Inago. Foto: samuraiguide

Pada zaman dahulu, belalang dipercaya memiliki nutrisi yang sangat penting bagi mereka yang sedang diet. Kini, inago menjadi salah satu makanan tidak umum yang disukai di Jepang. Penyajiannya sangatlah sederhana, yakni  belalang rebus (inago), kecap manis (tsukudani) dan bumbu-bumbu khusus ala Jepang.

7. Ikizukuri

Hidangan ekstrem khas Jepang: ikizukuri. Foto: sanbiki-restaurant.blogspot
Hidangan ekstrem khas Jepang: ikizukuri. Foto: sanbiki-restaurant.blogspot

Ada beberapa jenis ikizukuri yang disajikan dan dimakan hidup-hidup, antara lain odori ebo yang terbuat dari udang, dari gurita dan beberapa jenis lainnya yang terbuat dari ikan. Hidangan yang satu ini memiliki ciri yang sangat khusus yakni dengan menonjolkan rasa otentik yang segar dan alami. Disajikan di dengan sepiring nasi yang dilumuri dengan saus ringan dan sayur-sayuran seperti jahe dan rumput laut.

Beberapa orang menganggap makanan ini sangat sadis dan kejam, karena ikan atau jenis hidangan khas ikizukuri lain disajikan dengan kondisi tubuh yang sudah teriris tipis-tipis namun ikan masih dalam kondisi hidup di atas piring saji tersebut.

8. Habushu

Hidangan ekstrem khas Jepang: Habushu. Foto: okinawa.stripes.
Hidangan ekstrem khas Jepang: Habushu. Foto: okinawa.stripes.

Habushu memiliki arti “bisa ular” dan memang terlihat persis seperti kemasannya. Ular asli yang dimasukkan ke dalam botol atau gelas kaca ini mengingatkan kita tentang pelajaran biologi dimana gelas-gelas kaca berisi hewan yang dikeraskan dan diawetkan untuk keperluan ilmu pengetahuan. Tapi ini bukan untuk pelajaran, melainkan untuk dimakan.

Habushu terdiri dari minuman keras dan tubuh ular yang sudah mati. Ular yang digunakan pun adalah jenis ular yang berbisa. Meski begitu, hidangan ini tidak berbahaya – rasanya seperti daging ular bercampur alkohol. Tidak perlu khawatir saat memakannya, karena racun ular tersebut hanya berbahaya jika masuk ke dalam jaringan darah saat ular menggigit, tidak berbahaya jika dimakan dan ditelan.

Bolehlah sekadar tahu hidangan ekstrem ala Jepang, namun untuk mengonsumsinya tampaknya perlu mikir seribu kali. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY