Gulalives.co, SEMARANG – Selain menahan lapar dan dahaga, salah satu tantangan yang dihadapi umat Muslim selama berpuasa adalah menahan kantuk. Pada mereka yang tetap aktif bekerja, mengantuk tentu akan mengurangi produktivitas. Sebenarnya secara biologis siang hari memang waktunya kita merasa mengantuk.

Bukan karena lelah dan kurang tidur akibat bangun makan sahur, perubahan pola makan saat puasa juga bisa menjadi pemicu serangan kantuk tersebut.  Perubahan pola makan saat puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dan, serangan kantuk yang muncul saat puasa itu umumnya terjadi akibat penurunan kadar glukosa darah di otak sehingga memengaruhi suplai oksigen.

Sebagaiaman dikutip Gulalives.co dari laman Live Strong, Senin (13/6/2016), otak mengonsumsi 60 persen glukosa tubuh sebagai asupan energi. Karenanya, jika suplai glukosa terhambat jelas akan memengaruhi kinerja dan daya konsentrasi otak.

Mengapa rentan muncul di siang hari? Ini karena di siang hari, tubuh cenderung mulai kehilangan energi cadangan untuk memaksimalkan kerja otak dan sistem tubuh lainnya. Karenanya tak hanya kantuk, tapi juga mudah merasa lemas.

Penurunan asupan zat besi dalam tubuh juga bisa memicu kantuk lebih cepat muncul. Ingat jumlah zat besi yang cukup membantu tubuh menyerap oksigen lebih banyak ke otak sehingga mengurangi rasa kantuk. Berikut cara atasi kantuk saat puasa.

1. Zat besi

Bayam-sumber-zat-besi-agar-tidak-cepat-pikunPenuhi kebutuhan zat besi saat sahur. Sumber zat besi bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, kangkung, katuk.

2. Keseimbangan asupan gizi

Pasokan Gizi dan Nutrisi _hdsa.org
Pasokan Gizi dan Nutrisi _hdsa.org

Menjaga keseimbangan asupan gizi, terutama saat sahur. Pastikan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk memacu efektivitas penyerapan zat besi oleh tubuh. Kiwi, jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas, bisa menjadi pilihan.

3. Air dalam tubuh

minum air putih
via family.fimela.com

Ketersediaan air dalam tubuh juga perlu dipertimbangkan. Minum sedikitnya delapan gelas air putih selama jeda buka puasa hingga sahur. Konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga tubuh tetap segar.

4. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat_de-fairest.blogspot.com
Karbohidrat_de-fairest.blogspot.com

Saat sahur, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga sangat membantu metabolisme energi tubuh. Yang artinya, lebih lama menyimpan energi.

5. Waktu tidur

6 Hal Penting yang Terjadi saat Tidur. Foto: shutterstock
6 Hal Penting yang Terjadi saat Tidur. Foto: shutterstock

Selama berpuasa, bukan hanya pola makan yang berubah, pola tidur pun ikut berubah. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan menurunnya konsentrasi.

Untuk menyiasatinya, di siang hari kita juga bisa memanfaatkan waktu istirahat yang tadinya dipakai untuk makan siang, menjadi tidur siang.

Berbeda dengan tidur malam yang satu siklus tidur yang lengkap memerlukan waktu satu jam, maka saat tidur siang satu siklus hanya 15-20 menit. Karena itulah tidur siang 30 menit sudah cukup untuk membuat kita merasa segar kembali.

6. Jalan-jalan

Meninggalkan rumah untuk jalan-jalan sore juga merupakan waktu maling menjarah.
Meninggalkan rumah untuk jalan-jalan sore juga merupakan waktu maling menjarah.

Ketika puasa, Anda mungkin tak berminat untuk bangun dari kursi dan berjalan-jalan. Namun jalan-jalan ringan saja tak akan membahayakan, dan tak akan membuat Anda semakin lelah, terutama saat berpuasa. Sebaliknya, jalan-jalan sebentar di sekitar tempat kerja akan membuat tubuh kembali segar. Jadi, bangun dari kursi Anda dan berjalan-jalanlah sejenak ke luar ruangan. Hirup udara yang segar, lihatlah taman, pepohonan, atau pemandangan lain yang bisa menyegarkan penglihatan Anda.

Berjalan-jalan juga bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan membuat saluran pernapasan lebih longgar. Ini akan menyingkirkan ngantuk dan rasa malas yang menempel pada tubuh Anda. Cobalah berjalan-jalan di luar ruangan selama beberapa menit, dan rasakan manfaatnya.

7. Cuci muka

cuci mukaKetika mengantuk dan tak bisa mengonsumsi makanan apapun untuk meningkatkan energi, tubuh membutuhkan stimulus lain dari luar agar bisa ‘terbangun’. Salah satunya adalah dengan mencuci muka. Ketika Anda merasa wajah mulai kaku karena lelah dan ngantuk, pergilah ke kamar mandi dan cuci muka.

Selain mencuci muka, Anda juga bisa memperbaiki penampilan seperti menyisir rambut, memakai make up, atau memijat wajah Anda sendiri. Mencuci muka dan memperbaiki penampilan adakan membuat Anda merasa lebih baik dan tidak mengantuk lagi. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY