Pasangan pengantin Malaysia yang dihebohkan menikah di bawah umur.

Gulalives.co, JAKARTA – Dunia jejaring sosial beberapa hari terakhir dihebohkan dengan foto beredarnya pasangan pengantin yang diduga ‘masih di bawah umur’ dan melakukan pernikahan dini.

Namun belakangan terkuak, foto pernikahan dua mempelai asal Malaysia, Mahamad Fitra Mahamad Tahid, dan Nurul Syazwani Mustafa, bukanlah seperti yang disangka selama ini.

Dalam foto pernikahan yang beredar luas di jagat maya itu, mempelai pria memang tampak seperti bocah yang baru menjelang akil baliq. Padahal, gambar bisa saja menipu lho.

Pasangan suami istri Mahamad Fitra Mahamad Tahid, dan Nurul Syazwani Mustafa. Foto: suryamalang
Pasangan suami istri Mahamad Fitra Mahamad Tahid, dan Nurul Syazwani Mustafa. Foto: suryamalang

Meski wajahnya mirip anak-anak, Fitra sejatinya sudah berusia 20 tahun, sementara istrinya, Nurul, sudah berusia 19 tahun. Usia keduanya layak memasuki gerbang pernikahan, dan bukan sebagai pernikahan dini seperti yang banyak disangka netizen selama ini.

Mengapa Fitra memiliki wajah selayaknya bocah? Konon itu karena penyakit thalasemia mayor yang dideritanya sejak usia 10 bulan. Penyakit ini membuat pertumbuhan fisik Fitra terganggu, sehingga membuat penampilannya mirip anak-anak meski usianya sudah menginjak usia 20 tahun.

“Wajah saya yang seperti anak-anak ini akibat penyakit saya. Kakak saya juga punya penyakit yang sama, tapi dia kelihatan normal saja seperti orang dewasa lain,” kata Fitra seperti dikutip banyak media massa.

Fitra sendiri tak menyesali keadaannya. “Saya anggap ini keistimewaan dari Tuhan buat saya,” ujarnya.

Fitra mengakui, banyak orang yang bertanya berapa usianya yang sebenarnya, setelah foto pernikahannya diunggah oleh kakaknya di Facebook.

Pasangan suami istri Mahamad Fitra Mahamad Tahid, dan Nurul Syazwani Mustafa. Foto: tribunnews.
Pasangan suami istri Mahamad Fitra Mahamad Tahid, dan Nurul Syazwani Mustafa. Foto: tribunnews.

Fitra sendiri mengaku kaget karena foto pernikahannya menjadi viral di media sosial, dan membuatnya jadi terkenal.

Terlepas dari kenyataan Fitra menikahi kekasihnya dalam usia yang sudah cukup umur, Sobat Gulalives perlu tahu, menikah muda memang disarankan, namun bukan menikah dini lho ya. Kami merangkum sejumlah efek negatif menikah dini, atau pernikahan belum cukup umur, yang perlu kamu ketahui berikut ini:

Rentan bercerai

Dampak negatif menikah dini, di antaranya rentan terhadap perceraian, karena tanggung jawab yang kurang, dan bagi perempuan berisiko tinggi terhadap kematian saat melahirkan.

Hal ini disebabkan emosi yang masih labil, gejolak darah muda, dan cara pola pikir yang belum matang. Di samping ego yang tinggi dan kurangnya tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga sebagai suami-istri.

Perempuan rentan meninggal

Perempuan yang menikah dini, pada usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar meninggal saat melahirkan ketimbang yang berusia 20-25 tahun, sedangkan usia di bawah 15 tahun kemungkinan meninggal bisa lima kali.

Pernikahan dini alias di bawah umur memiliki risiko serius bagi pasutri. Foto: trentekno
Pernikahan dini alias di bawah umur memiliki risiko serius bagi pasutri. Foto: trentekno

Perempuan muda yang sedang hamil, berdasarkan penelitian akan mengalami beberapa hal, seperti akan mengalami perdarahan, keguguran, dan persalinan yang lama atau sulit. Kondisi inilah yang menyebabkan ibu yang akan melahirkan bisa meninggal.

Bayi lahir prematur dan cacat bawaan

Sedangkan dampak bagi bayi, menurut dia, kemungkinannya adalah lahir prematur, berat badan kurang dari 2.500 gram, dan kemungkinan cacat bawaan akibat asupan gizi yang kurang karena ibu muda belum mengetahui kecukupan gizi bagi janin, di samping ibu muda juga cenderung stres.

Belum siap mental menjadi orangtua

Selain itu, dampak psikologis mereka yang menikah pada usia muda atau di bawah 20 tahun, secara mental belum siap menghadapi perubahan pada saat kehamilan.

Persoalan lainnya adanya perubahan peran, yakni belum siap menjalankan peran sebagai ibu dan menghadapi masalah rumah tangga yang seringkali melanda kalangan keluarga yang baru menikah.

Berdampak negatif terhadap alat reproduksi

Pernikahan dini di lingkungan remaja cenderung berdampak negatif terhadap alat reproduksi, mental, dan perubahan fisik. Di sisi kesehatan, pernikahan dini akan merugikan alat reproduksi perempuan karena makin muda menikah, semakin panjang rentang waktu bereproduksi.

Berdasarkan survei riset kesehatan dasar yang dilakukan pada 2013, permasalahan kesehatan reproduksi dimulai dengan adanya perkawinan dini. Survei dilakukan pada perempuan usia 10-54 tahun. Hasilnya adalah sebanyak 2,6 persen menikah pertama pada usia kurang dari 15 tahun, kemudian 23,9 persen menikah pada umur 15-19 tahun. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY