Gulalives.co, Bogor – Nama atau istilah sebuah penyakit biasanya berdasarkan dari penyebab penyakitnya, seperti virus atau bakteri tertentu. Tetapi, ternyata sebuah penamaan pada penyakit diambil dari sang penemunya atau sang ilmuwan yang berhasil menembukan jenis penyakit itu. Berikut ini terdapat 4 penemu atau seorang ilmuwan yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah penyakit.

1. Parkinson

parkinson

Penyakit yang diderita oleh almarhum petinju Dunia Muhammad Ali ini merupakan sebuah gejala kelumpuhan yang dapat dilihat tandanya seperti tangan atau kaki yang bergetar atau tremor secara terus menerus diambil dari nama James Parkinson (1755-1824). Ia adalah seorang apoteker sekaligus ahli bedah, ahli geologi, dan aktivis politik. Penyakit ini mulanya merupakan diagnosa yang menjelaskan suatu kelumpuhan agitans dan kemudian berganti nama menjadi penyakit Parkinson.

Pengaturan gerakan dari tubuh sangat dipengaruhi oleh dopamine. Saat jumlah dopamine menurun akan menyebabkan aktivitas otak akan terganggu. Inilah yang menyebabkan munculnya tanda-tanda dan gejala penyakit Parkinson.

Kekurangan dopamin di otak itu menyebabkan pasien parkinson mengalami gangguan gerak seperti tremor atau gemetar. Selain gemetar, gejala parkinson juga bisa berupa kekakuan sendi hingga gangguan postur tubuh.

Hingga saat ini belum ada obat-obatan maupun metode operasi yang menyembuhkan parkinson. Seiring bertambahnya usia, gejala parkinson bisa bertambah parah hingga menyebabkan kelumpuhan.

2. Alzheimer

alzheimer

Seorang psikiater Jerman Aloysius ‘Alois’ Alzheimer (1864 – 1915) menerbitkan kasus pertamanya yaitu demensia presenile. Nah, penyakit inilah yang sekarang disebut sebagai penyakit alzheimer.
Diutip dari wikipedia, Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.
Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa penyakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer.

3. Listeriosis

Listeriosis

Adalah sebuah penyakit yang diambil dari nama penemu itu sendiri, mendiang Sir Joseph Lister. Sir Joseph Lister (1827-1912) dikenang sebagai pendukung operasi antiseptik dan untuk infeksi bakteri yang dinamai dengan namanya, listeriosis. Listerine adalah satu produk yang dinamai berdasarkan namanya loh.

Listeriosis merupakan penyakit yang mampu menyerang setiap organ tubuh. Dan mereka yang rentan terhadap penyakit ini adalah bayi yang baru lahir, lansia, dan mereka yang memiliki gangguan imunitas.

Gejala-gejala listeriosis pada orang dewasa  adalah meningitis yaitu infeksi pada selaput bagian pembungkus otak dan medulla spinalis  (meningens). Meningitis menyebabkan  demam dan kaku kuduk, jika tidak diobati  bisa menyebabkan penurunan kesadaran,  koma, dan kematian seperti yang terjadi pada Almarhum komedian Olga Syahputra. Listeria monocytogenes dapat menginfeksi mata menjadi merah dan nyeri.
Apabila infeksi ini menyerang sampai ke katup  jantung maka dapat terjadi gagal jantung. Pada wanita hamil, listeriosis dapat menginfeksi membran janin dan resiko besarnya adalah keguguran.  Listeriosis biasanya terjadi karena manusia mengkonsumsi hasil olahan susu atau sayuran mentah yang terkontaminasi. Kontaminasi Listeria monocytogenes dapat berasal dari  proses pengolahan makanan yang kurang bersih.

4. Bell’s Palsy

Bell Palsy
Bell’s palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf pada bagian wajah sehingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Lain hal dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, kesulitan untuk menutup mata, mulut tidak bisa meniup, dan sejenisnya. Rano Karnopun pernah terkena Bell Palsy, syukurnya saat ini Rano Karno sudah pulih.
Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat-obatan jenis steroid dapat mengurangi pembengkakan. Bell’s Palsy sendiri diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.
loading...

LEAVE A REPLY