Gulalives.co, SEMARANG – Kota Semarang apabila ditelusuri lebih dalam memang  memiliki khasanah sejarah panjang masa lalu. Letaknya yang berada di pesisir pantai menjadi pintu gerbang perdagangan bangsa-bangsa di dunia.

Baik dari Arab, Tiongkok ataupun Eropa. Dalam perkembangan dakwah Islam pun Kota Semarang menjadi salah satu pintu masuk utama masuknya agama Islam di pulau Jawa pada khususnya dan tanah air pada umumnya.

Bagi anda pecinta travelling, mengunjungi kota Semarang di saat bulan Ramadhan ini bisa menjadi daftar wisata religi anda. Karena di Kota Semarang banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh terutama masjid tua yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di ibukota Jawa Tengah ini.

Anda akan menemukan nuansa Jawa yang sangat kental pada arsitek bangunan masjid-masjid tua dengan sedikit campuran nuansa Timur Tengah.  Masjid tersebut pada masa lampau bahkan  hingga kini masih digunakan sebagai pusat ibadah dan dakwah.

Berikut gulalives.co bagikan masjid tertua di Kota Semarang yang wajib anda kunjungi saat di Semarang.

1. Masjid Agung Kauman

masjid kauman semarang (foto: kemenag)
masjid kauman semarang (foto: kemenag)

Masjid  ini terletak di Jalan Alun Alun Barat no 11 Semarang berdampingan dengan Jalan Kauman Semarang. Masjid ini konon dibangun pada tahun 1170 Hijriah atau 1749 Masehi. Secara keseluruhan bangunan masjid ini mencirikan arsitektur tradisional Jawa. Dengan atap limas besusun tiga mempunyai arti filosofi iman, Islam, dan ikhsan. Bentuknya pun seperti bangunan Majapahit yang ditopang oleh 36 pilar penyangga.

Terletak di belakang kompleks pasar Yaik Semarang, Masjid Agung Kauman ini ramai dikunjungi oleh jamaah dari berbagai penjuru di Semarang terutama pada bulan Ramadhan. Tiap sore, di masjid ini digelar kajian keIslaman hingga waktu berbuka tiba. Biasanya banyak pedagang takjil serta makanan khas semarangan yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan di sekitar masjid.

Pada sepekan sebelum bulan Ramadhan ditiap tahunnya masjid ini selalu digunakan oleh warga dan pemerintah setempat sebagai pusat peresmian agenda dugderan yang merupakan tradisi menyambut datangnya bulan suci.

2. Masjid Jami Pekojan

masjid pekojan semarang (foto: elsaonline)
masjid pekojan semarang (foto: elsaonline)

Masjid yang didirikan pada sekitar tahun 1309 Hijriah atau 1878 masehi ini berada di Kampung Pekojan tepatnya di Jalan Petolongan Semarang. Masjid Pekojan sendiri pada mulanya merupakan tempat ibadah warga pendatang dari India dan Pakistan. Ide awal masjid ini diperkenalkan oleh seorang ulama besar asli Koja (sebuah kota perbatasan India dan Pakistan) bernama Syeh Latief yang juga seorang pedagang terkemuka pada masanya.

Awalnya, bangunan tersebut merupakan mushola kecil. Namun, oleh sejumlah keturunan Pakistan dan India kemudian merombaknya menjadi sebuah masjid yang cukup besar. Sampai kini warga tanah hindustan tersebut tetap aktif memakmurkan masjid dengan beragam aktifitas. Apalagi di bulan Ramadhan, masjid ini sering ramai dikunjungi warga dari luar Pekojan. Pasalnya, selain menggelar pengajian menjelang berbuka takmir masjid juga menyediakan bubur India yang khas sebagai menu berbuka yang diminati banyak warga diluar Pekojan. Keunikan lain dari masjid ini, disalah satu bagian masjid terdapat pohon bidara yang sudah berusia ratusan tahun. Konon ceritanya, daun bidara ini dapat membantu mengusir roh halus yang merasuki tubuh manusia.

3. Masjid Menara Layur

masjid menara layurDalam perjalanan sejarahnya, Masjid Menara ini berdiri oleh inisiatif para saudagar yang berasal dari Yaman pada tahun 1802. Para saudagar ini datang ke Semarang dalam rangka untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Mereka sebagian besar menetap dan beranak pinak hingga kini.

Masjid yang terletak di Jalan Layur Nomor 33, Kampung Melayu Kelurahan Dadapsari Semarang utara ini memiliki kekhasan yakni atap masjid yang berbentuk tajuk bersusun tiga dan tertutup genting. Hal ini berbeda dengan masjid pada zaman dahulu yang menggunakan sirap.  Selain itu, dinding masjid tersebut sangat unik. Berbagai sudutnya dihiasi ornamen bermotif geometrik, berwarna-warni. Disekitar kanan dan kiri masjid terdapat bangunan-bangunan tua dengan ukuran besar dan memiliki tembok tinggi. (YK/DP)

loading...

LEAVE A REPLY