Pulau yang dihuni hewan (foto: semuadibaliklayar.blogspot.com)

Gulalives.co, JAKARTASob, siapa bilang bahwa sebuah pulau itu “harus” dihuni oleh manusia? Wah, pikiran kamu salah sob. Ternyata ada beberapa pulau di dunia yang dihuni oleh hewan yang sejenis. Walaupun beberapa di antaranya masih ditinggali oleh manusia, akan tetapi sebagai ‘kaum mayoraitasnya’ justru adalah binatang-binatang tersebut.

Dan berikut ini adalah pulau-pulau yang lebih didominasi oleh hewan daripada manusia.

  1. Pulau babi
Pulau babi (foto: rift-in-the-warp.tumblr.com)
Pulau babi (foto: rift-in-the-warp.tumblr.com)

Bernama asli Big Major Cay Island, pulau satu ini merupakan rumah bagi ratusan ekor babi yang suka sekali berenang di pesisir pantainya yang sangat jernih. Menurut cerita, babi-babi yang mendiami tempat tersebut dulunya merupakan hewan peliharaan seseorang yang kapalnya tenggelam. Kemudian para babi yang masih hidup berenang dan mencapai pulau satu ini kemudian berkembang biak.

Untuk mendapatkan makanan selain dari alam, babi-babi di daerah tersebut berenang mendekati kapal atau perahu pengunjung untuk meminta apa saja yang dapat mereka makan.

  1. Pulau kucing
Pulau kucing (foto: gambarwisata.com)
Pulau kucing (foto: gambarwisata.com)

Pulau yang cukup terkenal di dunia ini memiliki nama asli Aoshima Island, Jepang. Dinamakan pulau kucing karena ada ratusan bahkan mungkin ribuan kucing dari berbagai jenis yang mendiami pulau ini. Tentunya akan sangat menyenangkan bagi para pecinta kucing untuk datang ke tempat satu ini. Karena populasinya yang sangat banyak, tidak heran di depan-depan rumah atau depan pintu selalu digunakan oleh para kucing tersebut sebagai tempat tidur.

Selain di Aoshima, Tashirojima yang masuk dalam wilayah Ishinomaku, Miyagi, Jepang, juga dapat dikatakan sebagai surge para kucing. Di tempat ini berisikan kucing-kucing jinak berbagai jenis yang diperkirakan sudah mendiami daerah tersebut sejak 65 tahun yang lalu. Tempat lain yang disebut sebagai pulau kucing adalah Pulau Tonawanda, New York.

  1. Pulau kelinci
Pulau kelinci (foto: tempo.co)
Pulau kelinci (foto: tempo.co)

Masih di Jepang, ada sebuah pulau lagi yang bernama Islet Okunoshima atau Usagi Jima yang merupakan habitat dari ratusan bahkan ribuan kelinci. Menurut cerita, dulunya di waktu Perang Dunia II, pulau ini digunakan sebagai tempat pembuatan dan penguji coba senjata gas beracun dan kelinci adalah salah satu hewan percobaannya.

Setelah Perang Dunia II selesai dan Jepang kalah perang, banya kelinci yang meloloskan diri karena pulau ini beberapa saat memang sempat tidak dihuni manusia. Uniknya, tidak seperti kelinci pada umumnya, hewan-hewan tersebut justru akan bergerombol mendekat, jika ada manusia.

  1. Pulau kepiting
Pulau kepiting (foto: jpnn.com)
Pulau kepiting (foto: jpnn.com)

Bukan, ini bukan pulaunya Mr Crap yang ada di serial kartun Sponge-Bob, hanya saja memang di pulau yang memiliki nama asli Pulau Christmas ini terkenal dengan banyaknya kepiting yang ada di sana. Setiap bulan Desember, jika Anda pergi ke Pulau Christmas, maka akan menjumpai jutaan kepiting membanjiri daratan dan sekitaran pasir pantainya.

  1. Pulau kuda
Pulau kuda (foto: m.log.viva.co.id)
Pulau kuda (foto: m.log.viva.co.id)

Bernama asli Pulau Assategue, tempat satu ini merupakan rumah bagi kuda-kuda liar yang diperkirakan sudah ada dan beranak-pinak dengan pesat sejak sekitar 400 tahun yang lalu. Di zaman dahulu, banyak orang yang pergi dan datang ke pulau ini untuk menangkapi kuda-kuda untuk digunakan sebagai tunggangan.

Menurut cerita, pulau yang terletak di teluk Demarva Peninsula dan masih masuk dalam kawasan milik Amerika Serikat ini dulunya digunakan oleh para pengungsi dari Spanyol sebagai tempat tinggal. Mereka datang dengan membawa semua yang mereka miliki, termasuk kuda.

  1. Pulau anjing laut
Pulau anjing laut (foto: maxresdefault)
Pulau anjing laut (foto: maxresdefault)

Di sebuah pulau kecil yang terletak di Afrika Selatan ini merupakan rumah bagi lebih dari 50 ribu anjing laut. Dikarenakan jumlah populasinya sangatlah banyak, maka tidak heran bahwa pulau ini dinamakan pulau anjing laut.

Seperti halnya sebuah rantai makanan, di mana ada makanan, pastinya ada pemakan di sekitarnya. Hal ini juga ditunjukkan di sekitaran pulau tersebut, yaitu terdapatnya banyak hiu pembunuh yang hidup dan tinggal serta menjadi musuh utama para anjing laut tersebut

  1. Pulau burung
Pulau burung (foto: warbiyasak.com)
Pulau burung (foto: warbiyasak.com)

Dinamakan pulau burung karena tempat yang terletak sekitar 60 mil dari Mahe ini karena menjadi rumah bagi sekitar 700 ribu koloni burung. Rata-rata burung-burung ini akan datang ke tempat yang berada di Seychelles ini pada bulan Maret dan mereka bertelur pada Bulan Mei, kemudian pada bulan Oktober, para burung ini akan pergi meninggalkan pulau.

Selain burung ada pula kura-kura hijau dan dugong yang terkadang nampak di sekitaran pulau satu ini. Di pulau yang dikenal dengan nama Ile aux Vaches ini selain sebagai destinasi wisata dan sudah banyak bungalow yang didirikan, tempat tersebut juga digunakan sebagai ladang bercocok tanam.

Tidak hanya di tempat itu saja, ada satu lagi tempat yang dihuni lebih dari 100 ribu burung yang berada di teluk Qinghai. Ada berbagai macam jenis burung yang datang di musim kawin.

  1. Pulau ayam
Pulau ayam (foto: merdeka.com)
Pulau ayam (foto: merdeka.com)

Terletak di kawasan Kepulauan Hawaii, pulau yang memiliki nama asli Kauai ini dikenal dengan nama lain pulau ayam. Disebut begitu karena sejak tahun 1992 setelah badai Iniki menghantam dan memporak-porandakan daerah tersebut, Kauai hanya dihuni oleh ayam-ayam yang selamat dari bencana.

Banyak jenis ayam yang mendiami pulau satu ini dan berkembang biang secara pesat. Setelah sempat tidak berpenghuni, lambat laun, orang-orang asli daerah tersebut kembali dan menjadikan ayam-ayam itu sebagai bahan makanan atau hewan ternak.

  1. Pulau tikus
Pulau tikus (foto: nationalgeographic.com)
Pulau tikus (foto: nationalgeographic.com)

Akan menjadi satu hal yang menyeramkan bagi mereka yang takut akan tikus dan berkunjung ke pulau yang bernama Gough Island ini. Diperkirakan sejak tahun 1800-an, banyak tikus dari yang kecil sampai dengan yang besar dapat dengan mudah dijumpai.

Dikarenakan populasinya yang sangat banyak dan membuat makanan asli mereka semakin menipis, tidak sedikit dari tikus-tikus ini yang berubah menjadi karnivora. Mereka akan memakan burung laut yang mereka jumpai dan tangkap.

  1. Pulau kambing atau domba
Pulau kambing (foto: galengray.files.wordpress.com)
Pulau kambing (foto: galengray.files.wordpress.com)

Bukan suatu hal yang aneh apabila New Zealand atau Selandia Baru dinamakan sebagai rumah bagi berbagai jenis domba atau kambing karena di negara ini memang menggunakan hewan satu itu sebagai salah satu mata pencaharian, seperti diambil dagingnya, susunya atau bulunya.

Di tahun 1982, perkembangbiakan domba dan kambing di New Zealand mencapai angka tertinggi. Bayangkan saja, di tahun tersebut ada sekitar 70,3 juta domba dan kambing berbanding dengan hanya 3,2 manusia yang mendiami tempat yang sama. Dengan jumlah tersebut, seakan domba dan kambing menjadi penghuni asli dari New Zealand, sedangkan manusia hanya numpang hidup saja.

  1. Pulau puffins
Pulau puffins (foto: fenamagazine.wordpress.com)
Pulau puffins (foto: fenamagazine.wordpress.com)

Mungkin tidak banyak orang tahu akan burung Puffins. Burung satu ini mirip seperti bebek, dara dan penguin dalam satu tubuh. Di sebuah pulau di Norwegia bernama Runde Island merupakan rumah dari sekitar 700 ribu burung Puffins.

Burung-burung tersebut, jika siang hari, dapat dengan mudah dijumpai di karang atau daerah-daerah berbatu. Larangan dari pemerintah setempat adalah tidak diperbolehkan siapapun mengusik atau menembak burung Puffins yang ada di Runde Island.

  1. Pulau monyet
Pulau monyet (foto: media.npr.org)
Pulau monyet (foto: media.npr.org)

Pulau yang bernama Cayo Santiago di Puerto Rico ini merupakan rumah bagi sekitar 400 monyet yang awalnya dibawa dari India untuk tujuan penelitian pada tahun 1938. Tanpa disangka, setelah puluhan tahun berada di tempat tersebut, populasi monyet di Cayo Santiago meningkat menjadi ribuan.

Di tempat ini tidak dihuni oleh manusia dan hanya dipergunakan sebagai daerah penelitian oleh banyak universitas atau badan pemerintah. Tidak sedikit yang menggunakan monyet-monyet di sana sebagai bahan penelitian.

Selain di tempat tersebut, Beaufort County, Amerika Serikat dan sebuah pulau kecil di Liberia juga dinamakan pulau monyet karena keberadaan mamalia satu ini dalam jumlah besar.

  1. Pulau keledai
Pulau keledai (foto: bonairebest.com)
Pulau keledai (foto: bonairebest.com)

Bonaire di Karibia merupakan rumah bagi ratusan keledai sejak ratusan tahun lalu. Menurut cerita, keledai-keledai di Bonaire awalnya dibawa oleh para pelaut dan pedangang Spanyol sebagai sarana mengangkut barang dan juga sebagai bahan pertukaran atau barter. Namun, lama kelamaan, populasi dari keledai di Bonaire semakin melonjak.

Dikarenakan hal itu, tidak jarang ada keledai liar yang tertabrak mobil dan bangkainya dibiarkan di pinggir jalan sampai dengan keledai yang kurus kering karena sulitnya mendapatkan makanan dan air. Banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut memberikan makanan kepada keledai-keledai yang mendekat.

  1. Pulau ular
Pulau ular (foto: forum.liputan6.com)
Pulau ular (foto: forum.liputan6.com)

Pulau yang memiliki nama Ilha da Queimada Grande di Brazil ini sering disebut sebagai pulau paling mematikan di dunia, pulau ini memiliki jumlah populasi ular mematikan paling banyak di dunia. Diduga, di pulau seluas 100 hektar ini terdapat ular-ular paling beracun seperti ular golden lanceheads, ular pit viper yang dapat melelehkan daging manusia. Tak ada manusia yang berani tinggal di pulau ini. Hanya ada satu mercusuar yang hidup secara otomatis.

  1. Pulau komodo
Pulau komodo (foto: pemburuombak.com)
Pulau komodo (foto: pemburuombak.com)

Kalau yang satu ini, pasti kamu tahu dong. Yaps, pulau yang berada di dalam negeri, juga merupakan salah satu pulau cantik yang dihuni hewan. Apalagi kalau bukan reptil purba komodo kebanggan Indonesia. Dengan ditemani ranger dari Taman Nasional, kamu bisa melihat komodo.

Tapi tentunya kamu tidak bisa sembarangan melihat komodo begitu saja. Selain perlu ditemani ranger, kamu juga harus menjaga jarak aman. Walau tidak aktif di siang hari, namun komodo sejatinya merupakan reptil yang berbisa dan berbahaya.

loading...

LEAVE A REPLY