Ada saja kelakuan penumpang KRL Commuter Line yang bikin geli sekaligus jengkel. Para roker (rombongan kereta) atau angker (anak kereta) paling tahu rasanya bersinggungan dengan penumpang semacam ini (Foto: @i_nurrohim/Instagram)

Gulalives.co, JAKARTA – Ada saja kelakuan penumpang KRL Commuter Line yang bikin geli sekaligus jengkel. Para roker (rombongan kereta) atau angker (anak kereta) paling tahu rasanya bersinggungan dengan penumpang semacam ini.

KRL Commuter Line Jabodetabek telah menjadi belahan jiwa tersendiri bagi hidup para penumpangnya. Setiap hari mereka rela berjejalan dan berdiri di dalamnya demi mencapai tempatnya bekerja, bahkan sebagian telah melakoninya hingga belasan dan puluhan tahun. Tidak ada pilihan, KRL Commuter Line mampu memangkas waktu dan biaya perjalanan secara signifikan. Lumayan banget buat menambah tabungan nikah buat si jomblo ataupun anggaran susu anak bagi para ibu.

Belakangan, pelayanan dan fasilitas yang diberikan KRL Commuter Line semakin jauh lebih baik. Contohnya, enggak ada lagi KRL Ekonomi dan Ekspres yang cukup merenggangkan status sosial penumpangnya, gerbong khusus wanita, penggunaan kartu tap yang meniadakan penggunaan tiket kertas, stasiun yang ditata semakin nyaman, dan sebagainya. Meski memonopoli moda transportasi di jalur rel, KRL Commuter Line juga belum bisa dibilang sempurna. Masih banyak keluhan dari para penumpangnya, seperti jadwal yang ngaret, sinyal terganggu gara-gara hujan deras, dan belum terbebas dari tangan jahil para pencopet.

Keluhan terus disampaikan, tapi penumpang KRL Commuter Line sepertinya selalu bertambah. Buktinya, beberapa rangkaian sudah memiliki 10 gerbong dan jadwal keberangkatan semakin padat, KRL Commuter Line enggak pernah sepi. Nah, yang paling seru adalah kelakuan penumpang KRL Commuter Line yang bikin geli sekaligus jengkel, simak yuk:

1. Menutup muka pakai sapu tangan

(Foto: Darfee/Instagram)
(Foto: @darfee/Instagram)

Kelakuan ini biasanya dilakukan oleh penumpang yang tidur. Kayaknya mereka benar-benar niat mau tidur di KRL Commuter Line, sampai pas dapat tempat duduk, dipasang lah sapu tangan buat menutupi mukanya. Buat yang tujuan perjalanannya jauh, tidur memang bisa sangat bagus untuk memanfaatkan waktu. Dan, kalau tidurnya pulas banget, mereka bisa tidur sambil menganga. Alhasil, air liur ngeces dengan bebasnya. Maka itu, daripada merusak imej, sapu tangan pun jadi pilihan buat menutupi muka. Sama halnya dengan penumpang yang memakai masker, dijamin aman dari rasa malu akibat air liur!

Masalahnya, kelakuan menutup muka ini kadang bikin mereka enggak sadar bahwa di dekatnya ada penumpang yang lebih berhak duduk. Sapu tangan ibarat tameng yang melarang siapapun menganggu tidurnya. Waduh, kelakuan kamu jangan sampai kayak gini ya. Kalau ada penumpang yang membutuhkan, berikan tempat dudukmu untuk mereka, oke?

2. Satu penumpang beli dua tiket

(Foto: @pratitalilatia/Instagram)
(Foto: @pratitalilatia/Instagram)

Sebenarnya, bukan secara harfiah satu penumpang beli dua tiket karena memang enggak bisa. Coba deh kamu ngerasain perjalanan arah Tanah Abang, pasti paham kenapa disebut satu penumpang beli dua tiket. Yup, penumpang yang bawa belanjaan segambreng kadang seenaknya taruh barang, bahkan di sampingnya saat mereka duduk di kursi. Kalau KRL Commuter Line yang dinaiki kosong, tentu enggak masalah. Tapi jangan coba-coba kalau penuh, kamu bisa disemprot kalau kelakuanmu kayak begini.

3. Tas jadi senjata

(Foto: @samharis/Instagram)
(Foto: @samharis/Instagram)

Mayoritas penumpang KRL Commuter Line membawa tas, mulai tas jinjing, kempit, sampai ransel. Yang bikin kesal, tas-tas ini kadang jadi senjata mereka untuk menetapkan batas teritorinya. Tas yang segede gaban bisa semena-mena dibawa di punggung atau samping badannya, padahal keadaan lagi penuh sesak. Alasannya supaya gampang kalau pas mau turun.

Please, berempatilah. Tas di belakang itu bikin kagok dan gengges karena kalau penumpang lain terdorong, kasihan. Sementara kalau kita menahan dorongan, kita yang kegencet. Demi alasan keamanan, sebaiknya taruh tas di bagian depan tubuh atau yang lebih nyaman, taruh di rak khusus tempat tas. Kalaupun penuh, banyak orang baik yang akan membantu mengambilkan tas saat kita mau turun KRL Commuter Line.

4. Penumpang duduk atau jongkok di depan pintu gerbong

(Foto: @siangganas/Instagram)
(Foto: @siangganas/Instagram)

Kalau kamu nemuin penumpang yang ‘ngedeprok’ di bawah, selamat, karena kamu berarti disambut ketidaknyamanan selama ber-KRL. Penumpang kayak begini jelas menyebalkan karena bikin kereta penuh dan sedikit orang yang akhirnya bisa masuk. Kalau mereka berdiri kan enggak akan sepenuh itu.

Coba deh kamu tegur supaya penumpang semacam ini paham keadaan sekitarnya. Atau kalau memang sungkan, kamu cuma bisa berharap ada petugas berwenang yang akan menertibkan penumpang berkelakuan minus ini.

5. Rebutan pegangan yang ada di atas kepala

(Foto: @novaldiyudistira/Instagram)
(Foto: @novaldiyudistira/Instagram)

Perbandingan antara jumlah penumpang dengan pegangan yang ada di tiap gerbongnya memang enggak seimbang. Walhasil, banyak penumpang yang akhirnya mengandalkan keseimbangan tubuh saat terombang-ambing oleh laju KRL Commuter Line maupun dorongan penumpang yang keluar-masuk.

Konyolnya, ada saja penumpang yang rebutan pegangan. Bukan berarti mereka beradu mulut, tapi caranya bisa saling sikut ataupun secara halus merebut pegangan tangan yang sudah dipakai penumpang lain. Kelakuan kayak begini biasanya dilakukan penumpang wanita, yang butuh pegangan untuk menjaga tubuhnya tidak jatuh atau karena ingin eksis sambil pegang handphone. Ada-ada aja!

Siapapun atau apapun kendaraan yang digunakan, ada etika yang harus dijunjung pengguna jalan sebagai bentuk pemenuhan hak pengguna jalan lainnya. Naik kendaraan pribadi, kamu enggak bisa main serobot jalur. Begitupun kendaraan umum. Saat semua pengguna jalan berharap bisa berkendara atau menggunakan moda transportasi dengan aman dan nyaman, maka mulailah dari diri sendiri. Ibaratnya, kalau enggak mau dicubit, maka jangan mencubit. Kalau tindakan kamu sudah beretika tapi justru mendapat balasan sebaliknya, jangan kecewa. Teruslah menjadi pengguna jalan beretika karena tindakan baik akan menular tanpa putus.

loading...

LEAVE A REPLY