Gulalives.co, KENTUCKY – Prosesi pemakaman Muhammad Ali dilaksanakan di tempat kelahirannya, Louisville, Kentucky, di Freedom Hall, Kamis (9/6/2016) waktu setempat atau Jumat (10/6/2016) dini hari WIB.  Dalam kesempatan ini, jenazah sang legenda didoakan secara Islam oleh ribuan pelayat dari berbagai penjuru dunia, termasuk presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, musisi Inggris Yusuf Islam (Cat Steven), dan para Syekh di Amerika juga berkumpul.

ali1Prosesi hari pertama atau saat ini, digelar untuk mendoakan jenazah secara Islam di Freedom Hall. Selang sehari kemudian, digelar prosesi mendoakan jenazah secara umum yang terbuka untuk Yahudi dan Kristen, di KFC Yum! Center. Selanjutnya, jenazah baru akan dikuburkan di Cave Hill Cemetery, Louisville, Kentucky, Jumat (10/6/2016) waktu setempat atau Sabtu (11/6) dini hari.

Seperti diberitakan Mirror, panitia penyelenggara mengatakan prosesi di Freedom Hall juga terbuka untuk umum, tetapi lebih diutamakan untuk mereka yang beragama muslim. Muslim di Amerika Serikat juga menjadikan kesempatan ini sebagai bukti Islam sudah jadi bagian di Negeri Paman Sam.

ali3“Muhammad sudah merencanakan semua ini,” ucap Imam Zaid Shakir, sarjana Muslim terkemuka AS yang akan memimpin doa. “Dan ia berencana untuk menjadikannya momen pembelajaran,” tambahnya.

Timothy Gianotti, seorang cendekiawan Islam di University of Waterloo, Kanada yang juga bekerja untuk keluarga Ali, mengatakan prosesi doa untuk Ali akan dilakukan dengan berdiri atau duduk di depan peti jenazah yang menghadapi Mekah (kiblat). Setiap pelayat punya waktu beberapa menit, dipisahkan sesuai jenis kelamin, lalu merapalkan doa. Dalam prosesi ini, lafadz “Allahu Akbar” berkumandang mengiringi pembacaan ayat suci Al-Qur’an selama 15-20 menit.

Suasana khusyuk terlihat selama prosesi penghormatan terakhir jelang pemakaman legenda tinju dunia, Muhammad Ali. Berkali-kali kalimat “Allahu Akbar” terdengar di Freedom Hall Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.

ali4Ribuan orang dari berbagai ras dan kepercayaan berbondong-bondong datang memanjatkan doa atau sekedar berkabung. Meski menggunakan proses pemakaman Muslim, keluarga Ali sudah mempersiapkan selama 10 tahun agar prosesi tersebut juga bisa beradaptasi dengan kultur Barat.

Pencetus sekolah kesenian Muslim Zaytuna College di Berkeley, Imam Zaid Shakir, memimpin penghormatan tersebut. “Allahu Akbar” dikumandangkan Imam Shakir berkali-kali di depan peti jenazah Ali yang dibalut kain hitam dan emas.

erdoganAli memang salah satu tokoh Muslim yang sangat menonjol. Mengubah nama aslinya dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali sekaligus memeluk Islam, ia sukses mengejutkan dunia tinju Amerika Serikat.

Sejak saat itu, ia memperjuangkan ras kulit hitam Amerika dan juga warga Muslim di AS. Ali juga menolak untuk ikut wajib militer tentara Amerika ketika harus berperang di Vietnam. Meski sempat ditimpa kritik oleh publik Amerika, Ali bergeming dan terus berjuang sampai akhir hayatnya di usia 74 tahun hari Jumat pekan lalu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY