en.wikipedia.org

Gulalives.co, Depok – Menjadi seorang Astronom, bukanlah pekerjaan yang banyak di negara kita. Pekerjaan ini memang bertujuan untuk menguak misteri yang ada di alam semesta ini. Astronom juga akan selalu berkaitan dengan benda-benda langit di tata surya. Namun ternyata ada ilmuwan asal Indonesia yang bekerja sebagai astronom dan berhasil menemukan planet baru, diluar delapan planet yang sudah kita ketahui. Siapakah mereka? Dan planet apakah yang mereka temukan? Berikut ini penjelasannya.

1. Planetary Nebula Cluster

www.goodnewsfromindonesia.org
www.goodnewsfromindonesia.org

Planet ini terdiri dari banyaknya gas yang tersusun menjadi berbagai bentuk, dan sering disebut planetary nebula (PN). Nebula, dalam bahasa latin berarti awan. Dan dalam penamaan astronomi, Nebula adalah sebuah galaksi yang berada jauh dari Galaksi Bimasakti. Karena planet ini berada dalam galaksi Andromeda atau Andromeda Nebula.

Ilmuwan asal Indonesia bernama Prof. Dr. Mezak Arnold Ratag, berhasil menemukan 120 bentuk PN tersebut, dan kemudian akhirnya namanya diabadikan sebagai nama planetary nebula itu yaitu Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster.

facebook.com
facebook.com

Mezak adalah pria kelahiran Malang, 24 September 1962, yang merupakan anak dari Prof. Alexander Ratag dan Grietje Kawengian. Mezak yang asli Malang, memang lebih menghabiskan banyak masa kecilnya hingga SLTA di Manado. Kemudian ia melanjutkan studinya di ITB dengan mengambil bidang Astronomi, dan lulu dengan predikat cum laude pada tahun 1985.

Kemudian ia menyelesaikan program masternya di Rijksunversiteit te Groningen, Belanda, dan melanjutkan program doctor pada tahun 1988. Pada tahun 1991, ia meraih gelar doctor dengan disertasi berjudul “A Study of Galactic Bulge Planetary Nebulae”.

2. Planet HIP 13044 b

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Planet HIP 13044b ini merupakan planet yang berhasil di temukan oleh ilmuwan asal Indonesia bernama Johny Setiawan. Saat itu ia merupakan pemimpin dari proyek astronomi di Max Planck Institut fur Astronomie (MPIA), Jerman. Planet tersebut diberi nama HIP 13044 b, karena dia mengelilingi HIP 13044, yaitu sebuah bintang tua yang sudah sekarat. Penemuan tersebut dirilis 18 November 2010. Ukuran dari planet HIP 13044 b ini sedikit lebih besar dari Yupiter.

Selain galaksi Bimasakti, terdapat sebuah galaksi mini, yang merupakan galaksi dengan sebuah bintang pusat bernama HIP 13044. Para ahli menghitung bahwa galaksi mini ini berjarak sekitar 2000 tahun cahaya dari bumi. Namun bintang pusat itu semakin lemah, sehingga membuat planet yang mengitarinya juga menjadi lemah, dan menyebabkan sejumlah planet terlepas dan tersedot oleh daya gravitasi galaksi lain.

Melemahnya bintang pusat HIP 13044, membuat HIP 13044 b ditarik oleh daya gravitasi dari galaksi Bimasakti, dan menyebabkan planet tersebut masuk ke dalam lingkungan galaksi Bimasakti. Proses penarikan ini disebut “kanibalisme” galaksi. Sejumlah ahli mengatakan bahwa proses kanibalisme itu terjadi 6 hingga 9 miliar tahun silam.

www.xing.com
www.xing.com

Dr. rer nat Johny Setiawan adalah pria kelahiran 16 Agustus 1974, yang merupakan orang non-Jerman yang dipercaya berkali-kali sebagai ketua tim proyek di Max Planck Institut fur Astronomie. Ia hijrah ke Jerman sejak tahun 1992, setelah masa sekolah menengahnya dihabiskan di Jakarta.

Penemuan planet ini penting karena akan membuka cara pandang kita tentang pembentukan planet, karena memang sebelumnya diyakini bahwa bintang yang sudah tua dan sedikit kandungan logamnya tidak mungkin memiliki planet.

Ternyata, walaupun Astronom adalah pekerjaan yang kurang populer di Indonesia, namun orang asli Indonesia dapat mengharumkan nama negara asalnya lewat penemuan planet baru ini. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY