GULALIVES.com, Depok- Mengelola keuangan adalah hal yang sulit dilakukan. Apalagi mengelola keuangan keluarga, dimana bukan hanya mengatur pengeluaran atau pemasukan sendiri tetapi juga anggota keluarga yang lain. Keungan keluarga juga bersifat jangka panjang, khususnya untuk investasi dan pendidikan anak-anak. Jika salah langkah sedikit bisa-bisa masa depan keluarga dipertaruhkan. Inilah cara mengelola keuangan keluarga yang mudah Anda praktikan.

  1. Ketahui semua aspek keuangan keluarga

Gambar via: freeenglishlessonplans.com
Gambar via: freeenglishlessonplans.com

Kejujuran merupakan kunci utama mengatur keuangan keluarga. Anda dan pasangan harus jujur tentang semua pemasukan maupun pengeluaran keluarga. Berapa jumlah pendapatan, uang untuk tabungan, untuk tagihan air dan listrik, biaya telepon, belanja kebutuhan, untuk Zakat Infak Sodaqoh (ZIS), cicilan rumah atau mobil sampai pinjaman bank harus Anda ketahui. Sehingga Anda tahu dengan jelas, pengeluaran yang harus dikeluarkan tiap bulannya.

  1. Buat susunan anggaran keuangan

Gambar via: truehypnosis.com
Gambar via: truehypnosis.com

Buatlah susunan anggaran yang realistis untuk membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran. Susunan anggaran ini juga membantu Anda untuk tidak menyalahi aturan pengeluaran. Anda juga tidak perlu terlalu ideal sehingga lupa akan kebutuhan diri sendiri. Tidak ada salahnya untuk Anda menyisakan pendapatan untuk memanjakan diri sendiri seperti pergi ke salon atau mencicipi makanan enak di restoran baru. Ingatlah untuk selalu bersifat realistis sehingga Anda juga patuh dengan anggaran yang telah Anda buat.

  1. Jangan terlena dengan apa yang Anda inginkan, utamakan apa yang dibutuhkan

Gambar via: www.madico.com
Gambar via: www.madico.com

Terkadang manusia memang khilaf. Bahkan mereka tak jarang terlena dengan apa yang mereka inginkan. Padahal apa yang mereka inginkan belum tentu sejalan dengan apa yang mereka butuhkan. Misalnya lebih memilih membeli mobil keluaran terbaru dari pada melunasi cicilan rumah.  Buatlah daftar yang berbentuk tabel terdiri dari dua kolom dimana satu kolom untuk belanja keinginan dan belanja kebutuhan. Penuhi dulu bagian belanja kebutuhan dengan menandai tabel dengan tandak ceklis. Jika terdapat sisa uang, barulah Anda bisa membeli apa yang Anda inginkan sebagai reward Anda telah mematuhi anggaran belanja.

  1. Tentukan tujuan keuangan dalam jangka panjang

Gambar via: bantenprov.go.id
Gambar via: bantenprov.go.id

Hidup butuh yang namanya tujuan, begitu juga dengan keuangan keluarga. Anda harus menentukan 10 tahun dari sekarang keuangan Anda harus mengalami peningkatan. Misalnya meningkatkan kinerja di kantor sehingga mendapat kenaikan gaji atau tabungan keluarga bisa mencapai 100 juta. Dengan adanya tujuan ini, Anda bisa lebih fokus dalam meningkatkan keuangan keluarga.

  1. Hindari hutang

Gambar via: w2wblog.com
Gambar via: w2wblog.com

Jika memang dirasa tidak perlu, hindari lah hutang. Kebiasaan hutang yang paling “racun” adalah hutan kartu kredit. Tanpa sadar Anda membeli barang dengan kartu kredit dalam jumlah banyak. Jangan salahkan tagihan kartu kredit Anda meledak. Hutang memang perlu jika memang ada kebutuhan yang mendesak. Maka sebelum Anda berencana berhutang pikirkan terlebih dulu apakah Anda mampu melunasi hutangnya dan seberapa besar bunga hutangnya. Jika terlalu berat untuk Anda, maka lebih baik siasati keuangan Anda dan jangan sampai berhutang.

  1. Mulailah kebiasaan menabung bersama

Gambar via: www.momsbunkhouse.com
Gambar via: www.momsbunkhouse.com

Menabung tidak hanya bisa dilakukan oleh orangtua saja, tetapi juga dapat dilakukan bersama dengan anak-anak. Sediakan satu celengan besar yang ditaruh di tempat yang paling sering dilewati. Jelaskan manfaat untuk mereka menabung, contohnya supaya mereka bisa sekolah setinggi-tingginya tanpa kesulitan biaya. Jangan berikan patokan seberapa besar uang yang dapat mereka tabung.Ingat, sedikit-sedikit nantinya menjadi bukit!

  1. Investasi? Why not!

Gambar via: bicarabicara.wordpress.com
Gambar via: bicarabicara.wordpress.com

Kebanyakan orang masih ragu untuk berinvestasi. Hal ini terjadi karena banyaknya kasus penipuan yang mengiming-imingi investor dapat balik modal dan merasakan keuntungannya dalam waktu dekat. Padahal, investasi sangat bermanfaat untuk masa depan keluarga. Pilihlah bidang yang Anda ingin investasikan dengan cermat. Usahakan bidang yang Anda investasikan telah terpercaya. Untuk permulaan, jangalah terlalu banyak menaruh dana pada investasi Anda. Jika Anda melihat progress yang baik maka barulah Anda sedikit demi sedikit menaikan dana investasi. Kunci utama investasi adalah berani dan sabar. Berani untuk mengambil resiko, dan sabar untuk menikmati hasilnya. Beberapa investasi memang tidak selalu memberikan hasil nyata dalam sekejap maka Anda harus bersabar. Investasi ini bermanfaat di masa depan untuk keluarga Anda.

Anda memang dituntut harus cermat mengatur keuangan rumah tangga, maka tak sedikit orang yang mengaku pusing dan menyerah begitu saja. Memang banyak jasa akuntan yang bersedia mengatur keuangan rumah tangga untuk Anda, namun jika bisa mengatur keuangan rumah tangga sendiri why not? Toh dengan cara-cara mudah mengatur keuangan rumah tangga, Anda kini bisa mengatur keuangan rumah tangga sendiri. Semoga bermanfaat!(AH)

loading...

LEAVE A REPLY