Maria Sharapova. Foto: cbc.ca

Gulalives.co, JAKARTA – Maria Sharapova merupakan salah satu legenda tenis dunia. Diberkati dengan wajah cantik dan kepiawaian mengayunkan raket membuatnya menjadi atlet putri yang merajai dunia tenis wanita.

Tak heran, banyak sponsor besar yang ingin berkolaborasi dengannya. Sayangnya, si cantik Sharapova tersandung kasus doping yang membuatnya diskors dari segala pertandingan.

Pada Rabu (8/6), tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk mantan petenis nomor satu dunia itu karena terbukti positif mengonsumsi meldonium, zat yang dinyatakan terlarang oleh Badan Agensi Anti-Doping Dunia (WADA).

Di tengah isu doping yang sensitif bagi atlet ini, perusahaan alat olahraga asal Amerika Serikat, Nike, menegaskan akan terus bekerja sama dengan Maria Sharapova meski sang petenis telah dijatuhi sanksi skors dua tahun oleh Federasi Tenis Internasional.

Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: skysports
Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: skysports

Tribunal menyimpulkan bahwa petenis Rusia itu tidak dengan sengaja mengonsumsi meldonium untuk mendapatkan dorongan performa.

Hal inilah yang menjadi dasar Nike untuk mengubah sikap dan terus bekerja sama dengan Sharapova. Semula, Nike sempat menahan sementara kontrak kerjanya dengan Sharapova ketika pada awal Maret lalu ia dinyatakan positif mengonsumsi meldonium.

“Tribunal ITF telah menyatakan bahwa Maria tidak dengan sengaja melanggar peraturan,” demikian pernyataan resmi Nike. “Maria selalu memperjelas posisinya, telah meminta maaf atas kesalahannya, dan juga sekarang mengajukan banding terhadap sanksi itu.”

Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: sportinglife
Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: sportinglife

“Berdasarkan keputusan ITF dan juga penemuan-penemuan mereka, kami berharap melihat Maria terus bermain di lapangan dan kami akan terus bekerja sama dengannya,” kata Nike dalam pernyataan resminya.

Selain mendapatkan dukungan Nike, Sharapova juga didukung oleh sponsor lainnya yaitu produsen raket HEAD. Perusahaan itu juga mengeluarkan pernyataan keras terhadap keputusan tribunal ITF.

Mereka menyatakan bahwa hukuman skors tidak didasarkan pada “pengujian klinis secara intensif” dan bahwa “WADA melarang meldonium berdasarkan jumlah atlet yang menggunakan meldonium, ketimbang berdasarkan bukti ilmiah.”

“Kami percaya, berdasarkan fakta dan juga pertimbangan yang diberikan pada kami, ini adalah keputusan yang cacat. HEAD akan terus mendampingi Nona Sharapova,” demikian bunyi pernyataan kepala HEAD, Johan Eliasch.

Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: sportsworldnews
Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: sportsworldnews

Sponsor pribadi Sharapova lainnya belum mengeluarkan respons terhadap keputusan ITF. Pada Maret lalu, perusahaan jam Swiss Tag Heuer memutus kontrak kerja mereka dengan Sharapova dan produsen mobil mewah Porsche juga menangguhkan seluruh aktivitas mereka dengan Sharapova.

Sharapova pada Februari lalu dinyatakan positif mengonsumsi meldonium. Ia mengaku mengonsumsi zat tersebut dalam bentuk lainnya yang dikenal dengan nama mildronate.

Mantan petenis nomor satu dunia itu juga mengakui bahwa ia gagal membaca instruksi ITF pada September 2014 bahwa Meldonium akan dilarang mulai 2015.

Menurut pengacara Sharapova, John Haggerty, kliennya mulai menggunakan meldonium setelah dokternya “melakukan serangkaian tes secara menyeluruh untuk menentukan kondisi medis yang membuatnya sering sakit.”

Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: skysports
Tribunal ITF menjatuhkan sanksi skors untuk Maria Sharapova terkait kasus doping. Foto: skysports

Hasil Elektrokardiogram (EKG) Sharapova dinilai memiliki “keabnormalan” dan juga adanya “beberapa indikasi diabetes”. Hal inilah yang membuat dokter menyarankan petenis 29 tahun itu untuk mengonsumsi beberapa obat, termasuk di antaranya meldonium.

Tribunal ITF, setelah mendengarkan kesaksian Sharapova pada 18-19 Mei lalu, memutuskan bahwa Sharapova tidak dengan sengaja mendapatkan efek pendorong performa meldonium. Namun ITF tetap menjatuhkan hukuman skors dua tahun.

Sharapova telah menyatakan akan mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY